You My Destiny

You My Destiny
Episode. 56



Raut wajah Hana begitu menyesal. Wajahnya sendu, dan tak terasa bulir bening dari pelupuk matanya mengalir— membasahi pipinya yang putih mulus.


" Tidak apa - apa. Aku mengerti." balas Arya dengan lembut sembari menyunggingkan senyumnya.


Hily yang sejak tadi berdiri disamping mobil Arya segera menghampiri keduanya.


" Oh, aku kemari karena ingin menjemput Hily." tutur Hana kemudian saat melihat adiknya yang mendekat.


" Kenapa? Kau ingin kemana selarut ini?" tanya Arya.


" Aku ingin mengajaknya menemui saudari Ayah Jeremy. Dia ada diapartemenku. Aku sudah menghubungi dan meminta izin Harley, makanya aku menunggu disini." jelas Hana dengan santai.


" Benarkah? Pamanku ada diapartemen kakak?" Hily bereaksi bahagia.


Hana mengangguk sembari memperlihatkan senyumannya.


" Baiklah. Ayo kita pergi." seru Hily meraih tangan Hana. Ia tidak lagi memperdulikan Arya yang hendak menghentikannya.


" Arya, aku akan pergi dulu. Pulanglah, aku tidak akan lama."


Hily segera masuk kedalam mobil Hana begitu juga dengan siempunya mobil yang segera menyusul.




Pagi kembali menyapa dengan sinar matahari yang cerah. Tampak Harley yang kini sudah rapi dengan setelannya dan tersisa memasang dasi saja. Sudah tiga kali dirinya terus mengulang kegiatan yang sama, memasang dasi dan melepasnya kembali.


Bagaimana tidak, pikirannya tengah kacau. Ia tak dapat berkonsentrasi pada apa yang dikerjakannya saat ini. Yang meliputi pikirannya hanya satu hal— dimana istrinya semalaman hingga tak kunjung datang. Apakah sang istri menghabiskan waktu semalaman berdua bersama Arya, ataukah Hily memang tak pulang karena ingin menghindari dirinya.


" Apakah kau sungguh ingin menjauh seperti ini? Tidak bisakah kau memberiku waktu, cobalah ingat bahwa kau mencintaiku maka aku akan menahanmu disisiku selamanya." gumam Harley dalam hati.


Ia kini berjalan gontai, segera keluar dari mansion. Tujuan utamanya dipagi ini bukan ke kantor, tapi menemui Arya untuk melihat istri cantiknya yang sangat dirindukannya.


***


Perusahaan JJ Group.


Tampak Arya berada diruangannya seorang diri. Ia mengecek beberapa berkas diatas meja yang akan dibawa keruangan Hily— sang CEO. Pagi ini dirinya sungguh sibuk, terlebih lagi rapat umum para direktur perusahaan akan dimulai dalam tiga puluh menit lagi.


" Berkas ini sudah cocok, yang ini sudah rampung. Berarti aku harus memberikannya pada Hily sebelum rapat."


Arya bermonolog pada dirinya sendiri, memastikan sekali lagi tentang kesiapan semua berkas dihadapannya.


Tak berselang waktu lama, pintu ruangannya tiba - tiba dibuka paksa begitu saja oleh seseorang. Konsentrasi Arya pun pecah dan segera menoleh pada orang itu yang ternyata adalah Harley.


" Yaya, dimana Hily? Kenapa dia tidak ada diruangannya?" Harley dengan tak sabaran menyosor pertanyaan begitu saja pada sahabatnya. Bagaimana tidak, karena dirinya sudah mencari sang istri diruangan CEO, namun tak mendapati siempunya ruangan.


Arya mengernyit.


" Bukankah semalam dia sudah pulang?" Arya dengan raut wajah bingungnya— melempar tanya balik pada Harley.


" Apa maksudmu? Kau keluar bersamanya, kenapa bilang seperti itu." nada suara Harley mulai meninggi.


" Hana membawanya pergi. Katanya dia sudah mendapat izinmu. Dan semalam aku menelfonnya, dia bilang Hily sudah kembali ke mansion." Arya tak mau kalah, nada suaranya lebih meninggi dari Harley.


Sepersekian detik kemudian, raut wajah kedua pria tampan itu berubah. Terlihat panik seketika.