
...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...
Vania dan Dave makan malam bersama di dalam kamar mereka. Semenjak hamil tua, Vania mulai jarang keluar dari kamar.
Vania sesekali keluar dari kamar hanya untuk menghirup udara segar dan bermain di taman.
Dave menatap lembut istrinya yang kini menyantap makan malamnya dengan semangat.
"Dokter mengatakan aku akan melahirkan dengan operasi." ujar Vania tiba-tiba.
"Baguslah." tambah Dave sambil menyuap kembali makanannya.
"Aku sudah memikirkan beberapa nama untuk mereka." ujar Dave lagi dengan wajah semangat.
"Baguslah, aku serahkan pemberian nama putra kita padamu." ujar Vania dengan senyum lebar. Dia akan menyukai nama apapun yang suaminya itu berikan pada anak mereka.
Hingga bunyi ketukan pintu menginterupsi kegiatan makan mereka.
"Masuk!"
Tampak seorang pelayan pria masuk dengan kepala menunduk.
"Permisi Tuan-Nyonya, Tuan Kenzo datang untuk menemui anda." ujar pelayan tersebut.
Dave mengangguk mengerti. "Katakan aku akan menghampirinya sebentar lagi." lalu, memberi kode pada pelayan tersebut untuk pergi.
Pelayan tersebut menunduk mengerti, lalu pergi.
Vania menatap Dave. "Sudah lama Kenzo tidak datang kemari." ujar Vania sambil mengunyah makanannya.
"Dia sibuk mengurus segala pekerjaanku." jawab Dave.
"Sebenarnya Kenzo bekerja sebagai apa denganmu?" tanya Vania bingung dengan kening berkerut.
"Dia tangan kananku." jawab Dave santai, namun jantungnya berdegup dengan begitu kencang.
Vania masih tidak mengerti, namun dia malas untuk kembali bertanya dan memilih melanjutkan makannya. Dave membatin lega dan mempercepat makannya.
Dave lebih dulu selesai dan meminum airnya dengan buru-buru.
"Aku akan menemui Kenzo. Jika butuh sesuatu panggil Lia, mengerti?" ujar Dave sambil mengusap kepala istrinya lembut.
Vani menatap Dave dengan mata besarnya, lalu mengangguk lucu dengan pipi menggembung di karenakan mengunyah makanannya.
Dave ke luar dari lift dan melangkah menuju ruang tamu. Dilihatnya sosok Kenzo dengan sosok seseorang yang ia kenal.
"Ansell." ujar Dave kaget saat sampai di depan mereka.
"Halo Davin lama tidak bertemu denganmu." ujar pria bernama Ansell tersebut.
"Kau terlambat." ujar Dave sambil duduk.
"Maaf aku terlambat dua minggu. Kau tau sendiri betapa ketatnya Korea Utara. Aku akan memikirkan kembali untuk bekerja dengan mereka, walau uang yang mereka tawarkan begitu besar." ujar Ansell dengan wajah kesal.
Dengan pakaian casual dan jaket kulit hitamnya membuat pria bernama Ansell ini tampak begitu menarik. Jika Kenzo yang selalu tampil dengan setelan formal, sepatu kulit, jam tangan mewah, dan wajah dinginnya membuat kesan menawan dan Classy. Pria bernama Ansell ini berpenampilan senyaman mungkin, namun dia terlihat sangat menarik.
"Kudengar istrimu akan melahirkan sebentar lagi?" ujar Ansell tiba-tiba.
"Benar, usia kandungannya menginjak delapan bulan." jawab Dave.
"Hehh.. akhirnya kau menjadi seorang ayah juga. Kupikir kau tidak akan menikah." ujar Ansell sambil tertawa mengejek.
"Sialan kau." umpat Dave.
Hingga mereka tidak sadar bahwa Kenzo berada di tengah-tengah mereka.
"Berhenti bercanda! Kami datang untuk membahas semuanya." ujar Kenzo yang tiba-tiba membuka suara.
Ansell mengangguk. "Kau menyuruhku datang untuk mencari mereka bukan?" ujar Ansell yang dibalas anggukan oleh Dave.
"Akhir-akhir ini mereka tidak memunculkan diri di permukaan." ujar Kenzo.
"Mereka menyusun rencana dengan begitu matang." ujar Ansell. "Namun serapat apapun mereka menyusun dan menjaganya, pasti akan ada celah." tambahnya lagi dengan tatapan menelisik.
Bersambung...
Hay..gabung ke grup chat Violet Slavny yuk. Mumpung masih bebas masuk belum di lock. Ayo gabung.😆
untuk mengembang diriku sendiri, setiap akhir chapter aku akan buat pengumuman kapan update.
Note : Up Next dua hari kemudian😊✌🏻
bye...😘