When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 51 - Secret



...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...


Vania yang sudah selesai dengan ritual paginya, langsung berjalan ke arah dapur, dimana suaminya sedang berkutat dengan peralatan memasak tersebut.


Vania sudah meninggalkan Dave selama 30 menit untuk berkutat di dapur, namun pria itu lama sekali hanya untuk membuat dua porsi sarapan.


Vania menoleh untuk mengintip dan melihat bacon yang Dave goreng sedikit gosong. "Pfftt..." Vania berusaha menyembunyikan tawanya, namun Dave langsung menatapnya tajam.


"Jangan menertawaiku sayang!" peringatnya dengan wajah galak. Vania menggeleng lucu sambil menatap suaminya.


Dave tampak kembali fokus ke wajan bulatnya, dimana dia sedang menggoreng telur ceplok.


"Aku ingin kuningnya tepat di tengah Dave." ucap Vania dengan senyum geli. Dave mendengus dan menatap istrinya kesal.


"Menggoreng saja sudah sulit, kamu masih menyuruhku untuk mengatur bagian kuningnya untuk berada ditengah? Bagaimana bisa aku mengaturnya untuk tetap ditengah Nyonya Vania Iylazee Raveno?" Dave menggerutu kesal dengan permintaan istri hamilnya ini. Namun, bukan Vania namanya jika dia tidak berhasil membuat Dave luluh dengan kata-katanya.


"Babies ingin memakan telur dengan kuning yang tepat berada di tengah. Titik." ucap Vania dengan nada cemberut seperti anak-anak. Dave mendesah pasrah. Mencoba puluhan kali untuk membuat yang sesuai dengan keinginan istrinya.


Dave berjanji ini terakhir kalinya ia berada di dapur. Lebih baik ia berada di medan perang dari pada harus di dapur.


Dave menyodorkan piring berisi beberapa bacon dan dua buah telur ceplok goreng dengan kuning tepat di tengahnya.


"Wauwww.... Terimakasih Dave." ucap Vania dengan senyum tak berdosa. Dave ikut menikmati sarapan bersama istrinya.


Acara sarapan bersama itu akhirnya usai. Vania kini sedang berbenah membersihkan dapur yang tampak berantakan hanya untuk menggoreng telur dan bacon. Sedangkan Dave suaminya, sedang mandi.


Setelah bersih, Vania beranjak ke dalam kamar dan bersantai di atas ranjang.


Ting...


Ting..


Vania menoleh saat mendengar ponsel Dave berbunyi hingga dua kali. Vania mengambil ponselnya cepat dan membukanya dengan santai.


From : Lerry


Kirim uang bulananku!


Vania mendesis. "Wanita ini lagi." geram Vania. Vania membuka satu pesan lagi.


From : Kenzo.


Sial, pria itu sudah menipu kita. Datang ke markas sekarang!


Dahi Vania mengerut. Markas? Apa semacam perkumpulan pria berotot, menyeramkan, gelap, kumuh, penuh senjata, dan penuh darah. Pertanyaan itu merasuki kepala dan memenuhi pikirannya.


Cklek.


Vania menoleh dan menatap Dave lekat. Dave baru saja keluar dari walk in closet dengan pakaian casualnya.


Dave berjalan santai ke arah istrinya dan mengecup singkat kening istrinya.


"Sedang apa humm?" tanya Dave lembut.


Vania langsung menunjukkan ponsel berisi pesan Kenzo di depan mata Dave. Dave menatapnya ponselnya lekat dan tersadar. Dia buru-buru merampas ponselnya dari tangan Vania.


"Apa maksudnya itu Dave?" tanya Vania tajam. Dave menatap istrinya lekat sambil menyimpan ponselnya.


"Bukan apa-apa sayang. Kamu tau bagaimana sifat Kenzo." ucap Dave mengelak sambil merengkuh pinggang Vania dari samping.


"Sudah, tidak usah memikirkannya. Pikirkan saja babies dan kesehatanmu okey?" balas Dave lembut.


Vania mendecak kesal karena suaminya itu tetap saja bungkam. Dia menghempaskan rengkuhan Dave di tubuhnya, lalu berbaring cepat di atas ranjang.


"Hari ini aku malas pergi keluar. Kamu saja yang pergi." ucap Vania dingin. Ia tidur dengan membelakangi Dave. Dave menatap punggung istrinya pasrah. Ia tak bisa mengatakan yang sejujurnya pada istrinya itu.


Dave ikut berbaring di samping Vania, memeluk wanita itu dari belakang. Melekatkan dadanya dengan punggung Vania. Vania tak menolak. Dia hanya diam membiarkan apa yang Dave lakukan.


Dia hanya tak suka jika Dave menyimpan rahasia darinya. Dia ingin tau apa yang lelaki itu sembunyikan agar ia bisa membantu.


Vania dapat merasakan elusan lembut tangan besar Dave di perutnya. Vania terdiam. Dia tak tidur bahkan tak memejamkan matanya. Dia hanya diam menikmati elusan lembut tangan Dave.


"Bukannya kamu akan pergi menemui Kenzo. Pergilah!" ucap Vania pelan.


Dave tersenyum kecil dibalik punggung istrinya. "Kamu sedang tidak cemburu padanyakan?" mata Vania membola. Buat apa dia cemburu pada Kenzo?


"Kamu ingin berselingkuh dengannya?" tanya Vania tajam dengan nada tak suka.


Dave terkekeh mendengarnya, lalu semakin merenggut tubuh istrinya agar makin dekat padanya.


"Walau dia kelihatan dingin dan tak tersentuh, dia tetap menyukai wanita." ujar Dave.


Mata Vania memutar malas. "Lagipula setelah dipikir-pikir, kamu sangat sering menghabiskan waktu berdua dengannya. Apa jangan-jangan dia istri keduamu?" tanya Vania kesal. Kening Dave mengernyit. Bisa-bisanya istrinya itu mengatakan hal yang ridak masuk akal seperti itu.


"Kalau begitu, aku akan pergi menemui istri keduaku." Vania langsung berbalik menatap ke arah Dave tajam dengan sirat amarah.


"Pergi saja! Jangan pulang lagi!" teriak Vania kesal, lalu kembali ke posisi tidurnya.


"Aku akan mencari suami keduaku." desis Vania jengkel.


Dave yang mendengarnya ikut jengkel. Dengan santai dia membalikkan tubuh Vania menatapnya. Ditatap wajah istrinya yang sedang ngambek itu dengan begitu lekat.


"Maafkan aku, aku hanya bercanda." ucap Dave. Vania menoleh ke arah lain, mengisyaratkan jika ia tidak menerima permintaan maafnya.


"Kamu tidak ingin pergi ke pantai? Atau bagaimana jika hari ini kita pergi kemanapun kau mau?" bujuk Dave.


Vania tergiur. Dia ingin menghabiskan waktunya di Indonesia dengan bersenang-senang.


"Mau sayang?"


Vania menatap Dave dengan pandangan malas. "Aku setuju bukan karena permintaan maafmu, tapi karena aku ingin jalan-jalan." ucap Vania kesal, lalu beranjak untuk mengganti pakaiannya.


Dave tampak tersenyum melihat istrinya. Lalu, ia meraih ponselnya yang tadi ia simpan untuk melihat pesan dari Kenzo dan membalasnya.


To : Kenzo


Aku akan datang nanti malam.


Send.


Bersambung.....


Hay.. Hay..


Like dan Vote. Semoga 2020 makin rajin up. Untuk yang menunggu The Overprotective Man semoga besok Up ya😊😊


Bye. 😘💕