When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 55 - Baby



...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...


"Shhh... Awsss..." ringis wanita yang sedang ditarik oleh Vania. Vania mendengus tak suka mendengar suaranya yang tampak dibuat-buat dan terdengar diperindah.


"Cepat bangun!" ujar Vania kesal. Wanita yang ditariknya ini tak kunjung bangkit dari atas pasir.


"Tidak bisa. Kakiku sepertinya terkilir." Vania makin memanas mendengarnya. Dilepasnya pegangan tangan mereka dengan kasar.


"Menjengkelkan." desis Vania dengan bola mata memutar sambil menatap langit untuk mengumpulkan kesabaran.


"Tolong gendong aku!" mata Vania seketika membulat sambil menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan tajam.


Dia baru saja meminta suaminya untuk menggendongnya. Berani sekali! Dave terdiam dengan wajah datar sambil menatap wanita yang tersungkur tersebut, lalu menoleh ke arah istrinya.


Vania ikut membalas tatapan Dave. "Kenapa? Kenapa menatapku? Jangan bilang..." mulut Vania terbuka lebar membayangkan kata-kata selanjutnya yang ada di kepalanya.


Tidak! Vania tidak akan membiarkan suaminya menggendong wanita licik seperti dia.


Vania menggeleng menatap Dave dan membalas tatapan pria itu.


"Awss... Tolong! Sakit sekali." ujar wanita yang tersungkur itu dengan wajah berkaca-kaca.


Vania menoleh tajam menatapnya. "Coba-coba bermain denganku." batin Vania marah.


Vania memancarkan matanya ke seluruh penjuru pantai untuk menemukan Bodyguard yang Dave tugaskan secara diam-diam.


"Dave panggil pria yang itu!" bisik Vania kepada Dave sambil menunjuk salah satu pria yang Vania kenal sebagai bodyguard Dave.


Dave menatap pria yang ditunjuk istrinya dan memanggilnya dengan gerakan tangan. Pria yang di panggil tersebut langsung mengerti dan berlari ke arah mereka.


Setelah sampai Vania tersenyum senang. "Gendongkan dia! Kakinya terkilir, bawa saja ke tempat dimana dia bisa diobati!" ujar Vania sambil menunjuk wanita tersebut.


Vania dapat melihat raut tak setuju dari wanita tersebut. Namun, Vania tak peduli, yang terpenting dia sudah membantunya.


Vania melambai sekilas ke arah wanita tersebut yang sudah berada digendongan bodyguardnya. Sekilas Vania menjulurkan lidahnya untuk mengejek wanita itu.


Setelah menghilang dari penglihatannya, Vania menatap Dave dengan wajah horor.


"Kamu berencana menggendongnya?" tanya Vania tajam. Dave menggeleng dalam diam dan tersenyum melihat ekspresi marah istrinya.


"Aku hanya ingin menatap istriku. Apa salah?" tanya Dave dengan senyum mengejek. Vania mendengus kesal mendengar jawaban Dave.


Lalu dengan jengkel, Vania melangkah menjauhi Dave sambil menghentakkan kaki, meninggalkan Dave yang terdiam sambil memikirkan kesalahannya.


"Apa efek hamil lagi?" tanya Dave dengan tampang bodoh, lalu menyusul istrinya.


"Sayang, ada apa? Kau ingin sesuatu?" tanya Dave. Vania menggeleng dengan wajah tertekuk.


"Lalu kenapa?" tanya Dave lagi. Langkah Vania terhenti dan menoleh cepat menatap Dave dengan mata tajam.


"Apa kamu sadar dia mencoba menggodamu tadi?" tanya Vania kesal.


Dave mengangguk. Vania mendengus lagi melihat anggukan Dave. "Lalu, kenapa kamu bersikap tak seperti biasanya? Biasanya kamu akan menghiraukan mereka dan pergi dengan tak peduli." ucap Vania lagi.


"Aku memang tidak peduli. Kamu yang peduli padanya." ucap Dave membela diri.


"Karena kamu diam saja makanya aku yang bertindak." ujar Vania. Dave tersenyum lalu mengecup bibir istrinya yang cemberut.


"Sudah cukup, untuk apa kita berkelahi karena dia?" ucap Dave sambil meraup kedua pipi istrinya dengan lembut.


Vania yang masih kesal dengan dada membuncah mencoba menenangkan diri.


"Huhhh.. Aku bertemu dengannya di toilet dan dia langsung menanyakanmu, membuatku kesal saja." ucap Vania dengan wajah marahnya. Dave terkekeh melihat ekspresi istrinya, lalu menggendong Vania cepat ala bridal.


"Bagaimana kalau kita pulang saja? Aku ingin bersamamu seharian di dalam kamar." pipi Vania memerah seketika dan memukul Dave dengan raut malu.


Bersambung....


Hay.. Hay...


Jangan lupa like, share, komen.


Dan Vote.


Bye.. 😘💕