
"Steve keluarlah! "Steve menunduk sebentar lalu melangkah keluar ruangan dengan pelan.
Stacey menatap vania dri atas kebawah dengan tatapan menilai. Ia tidak akan menanyakan pada dave siapa gadis ini baginya. Ia tak akan siap jika semua yang tak ia inginkan terjadi.
"Aku keluar sekarang. "Kata vania dingin sambil bersedia membalikkan badan.
"Kau akan tau akibatnya jika melangkah lagi! "Ucap dave dingin dan tajam. Vania menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap dave dengan tatapan tajam.
"Sayang biarkan saja di pergi. Hari ini ayah mengajakmu makan siang untuk membicarakan pernikahan kita. "Ucap stacey sambil menghampiri dave. Vania hanya diam seakaan menjadi penonton drama didepannya.
"Kau tidak bertanya gadis ini siapa? "Tanya dave terus menatap lekat vania yang juga menatapnya lekat. Mereka sama-sama melemparkan tatapan tajam dan dingin.
"Untuk apa? Tidak penting vin. "Jawab stacey sambil terkekeh merendahkan.
"Tapi penting untukku. "Jawab dave dingin. Stacey menatap dave dengan raut wajah khawatir dan takut.
"gadis didepanku ini, Dia adalah kekasihku yang sebenarnya. "
Stacey menganga terkejut dengan mata membulat. Stacey menatap vania yang hanya terdiam menatap kearah dave. Stacey kembali menatap dave yang masih tetap menatap vania.
"Tapi aku kekasihmu. "Bantah stacey marah, sambil meletakkan kedua tangannya diatas meja dave.
"Ya, kekasih settingan. Aku berakting hanya untuk memanfaatkanmu. "Ucap dave sambil bangkit berdiri dari kursinya, dan melangkah kearah vania. Tangan vania terkepal melihat dave yang berjalan kearahnya.
"Dan dia adalah kekasih yang sesungguhnya aku cintai. "Lanjut dave sambil berhenti dihadapan vania.
Stacey mematung terdiam mendengar seluruh kebenaran yang seakan terlempar didepan wajahnya. Matanya memanas dan kemarahan memuncak didirinya. Selama ini kelembutan dan perhatian dave membuatnya sangat mencintai pria itu. Sakit mendengar ternyata ia hanya dimanfaatkan.
"Aku sangat mencintainya. "Tambah dave lagi, dan..
Chu
Dave menarik tengkuk vania dan menabrakkan bibirnya kebibir lembut kekasihnya. Vania melotot terkejut, sedangkan dave hanya menikmati lumatan demi lumatan yang ia berikan. Merasakan bibir kesukaannya yang membelai bibirnya.
Vania menarik wajahnya menjauh, sambil mendorong tubuh dave kasar. Dave tersenyum miring sambil mengusap bibirnya dengan jempol tangannya. Sedangkan vania mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangannya. Dave berbalik menatap stacey yang masih terdiam dibelakang.
"Stacey, sebaiknya kita selesaikan ini semua. Aku menggunakanmu untuk melindunginya, namun sekarang aku akan melindunginya sendiri dengan kekuatanku. "Vania terperangah mendengar ucapan dave yang menyelusup masuk kedalam hatinya.
"Aku nggak mau. "Ucap stacey sambil menggeleng kuat. Stacey menghampiri dave lalu menggenggam tangan dave erat.
"Vin, aku nggak bisa. "Kata stacey dengan nada takut dan khawatir. Dave melepaskan genggaman stacey dari tangannya.
"Bukan kamu yang memutuskan stacey. Sejak awal, semuanya akulah yang mengatur. "Kata dave tajam, lalu kembali menatap vania.
"Kamu harusnya bertanya kenapa hari ini aku membolehkan kamu datang kekantor. karna ini semua, aku mau kamu jadi saksi kalau antara aku dan dia semuanya sudah selesai sayang. "Ucap dave sambil mengamit tangan vania laku mengecupnya lembut.
"Baby, jangan nginap ya? "Bujuk dave dengan nada imut dan wajah penuh harapan. Vania menatap stacey sebentar, lalu kembali menatap dave. Vania melepas tangan dave lalu melangkah kearah stacey.
Tanpa terduga vania mengulurkan tangannya kedepan stacey, yang hanya dibalas tatapan dingin olehnya. Vania yang merasa dihiraukan hanya kembali menurunkan tangannya yang terulur.
"Maaf karna mengambil dave darimu. Dia berbohong padaku, dia sudah menjadi kekasihmu sebelum dia bersamaku. Mungkin kalian akan tetap bersama jika aku tidak memergoki kau dan dave dua minggu yang lalu. Aku menyuruhnya memilih antaramu dan aku. Dia mengucapkan semuanya, dia memang hanya mencintaiku. Maaf kalau dia memanfaatkanmu stacey, namun tetap saja Cinta tidak bisa dibagi kedua hati. "Ucap vania panjang lebar, sedangkan dave menghampiri vania dan merangkul pinggang gadisnya dari samping.
Stacey menatap vania dan dave dengan tajam. Hatinya bergejolak marah, dan tergerak akan menghancurkan pasangan ini sampai lebur.
"Aku nggak akan biarin kalian bahagia. "Ucap stacey marah.
"Cobalah kalau begitu. "Kata dave dengan nada meremehkan. Stacey melangkah kesal keluar dari ruangan dave sambil membanting pintu tersebut kuat.
Kini vania menatap dave tajam sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
Dave menatap vania bingung, lalu menggidikkan bahunya dan duduk kembali dikursi kebesarannya.
Sejujurnya vania ingin tahu, apa nama dirinya yang dibuat oleh dave dikontaknya. Jika vania membuat kontak dave dengan nama Possesive Man, artinya kontak ini spesial. Apa dave tidak membuat sebuah nama kesayangan pada kontaknya.
"Sebelum aku lupa, sebenarnya nomor aku kamu buat nama apa diponselmu? "Tanya vania tajam. Dave tersenyum kikuk sambil mengusap tengkuknya dengan wajah gugup.
"Vania. "Jawabnya dave pelan.
"Apa? Just 'vania' dave? "Tanya vania dengan mata melotot. Dave tersenyum lembut mencoba mengubah suasana menjadi sedikit kalem.
"Itu karna aku masih berperan dengan Stacey, jadi aku membuat nama kamu. Aku akan menggantinya sekarang. "Ucap dave sambil merogoh ponselnya panik. Vania menatap dave lekat dengan tatapan tajam.
"Tidak perlu aku akan mengubah namamu menjadi 'Om mesum' "ujar vania kesal sambil merenggut marah menatap dave.
"Sayang, aku sudah menggantinya. Lihat 'My Baby' "ucap dave sambil mengarahkan ponselnya pada vania.
"Telat! Aku akan tetap menginap dirumah sammy. "Ucap vania ketus. Kemarahannya sedikit berkurang setelah kejadian barusan. Namun masalahnya belum selesai. Dave menghembuskan nafas kasar mendengar tuturan vania.
"Apa nggak ada cara lain? "Tanya dave kesal sambil menyugar rambutnya.
"Hmm.. Ada. Gantinya, sahabat-sahabat aku yang nginap dirumah gimana? "Tanya vania sambil memasang senyum senang. Dave menghembuskan nafasnya lagi, memikirkan cara mana yang lebih baik.
"Yes. "
Vania langsung melangkah kearah dave dan duduk dipangkuan kekasihnya itu. Vania mencium pipi dave cepat sebelum mengalungkan tangannya dileher dave.
"Yang tulus dong wajahnya. "Goda vania karna melihat wajah dave yang kelihatan tidak ikhlas. Dave menghiraukan godaan vania dan fokus melihat berkas-berkas diatas mejanya. namun tetap membiarkan vania dipangkuannya.
"Sayang, aku lapar. pesenin fast food dong! Aku lagi pengen mcdonald's. French fries, fried chicken, hamburger, cola, and ice cream. Can i? "Tanya vania manja sambil menyandarkan kepalanya didada bidang dave.
Dave melepas berkas-berkasnya lalu menatap vania sambil melingkari pinggang kekasihnya.
"Tidak, karna itu adalah fast food. Pesanlah yang lebih bergizi sayang. "Vania langsung mengerucutkan bibirnya, karna tak mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Tapi semenjak sama kamu, aku nggak pernah makan fast food. Sekali ini aja, ya.. Ya.. Please baby. "Vania menyembunyikan wajahnya dileher dave berharap dave akan luluh dengan tingkahnya.
"Kali ini kamu menang. "
"Yes. "Vania berteriak kesenangan. Sedangkan dave langsung menelfon bawahannya untuk membelikan apa yang diminta vania.
Dave menutup telfonnya lalu menatap vania. "Sekarang berikan aku hadiahnya! "Kode dave. Vania yang langsung mengerti, mengecup bibir dave dan melumatnya sebentar.
"Sisanya dirumah ya. "Ucap vania yang berhasil membuat dave membelalak tak percaya.
"Sayang lagi! "Titah dave namun dihiraukan oleh vania. Vania menggeser duduknya yang tadi duduk dipangkuan dave dengan menyimpang, kini duduk menghadap depan seperti memangku anak kecil.
"Kerja dulu dave. "Jawab vania mengalihkan topik sambil melihat macbook dave. Melihat grafik serta angka yang sangat tidak ia mengerti.
Mungkin jika grafik sederhana yang dipelajari disekolah, vania akan langsung mengerti. Namun ini terlalu banyak garis, terlalu banyak grafik yang berbeda warna, dan terlalu banyak angka, ditambah bentuknya yang seperti rumput ditaman yang sangat tidak beraturan.
"Shh.. Ternyata kekasihku ini pandai juga. "Celoteh vania tetap terus melihat kearah layar macbook.
"Kamu kira bodoh? Gimana jadi orang terkaya didunia kalau bodoh sayang. "Ucap dave dengan nada selembut mungkin.
"Iyadeh.. Kekasihku yang paling hebat. "Ucap vania yang berhasil membuat dave tersenyum kegirangan.
"Baby, usapin perut aku dong! "Pinta vania sambil menarik tangan kiri dave kearah perutnya. Dave menurut patuh dan mengusap perut vania lembut.
"Aku mana bisa kerja kalau kamu kayak gini sayang. "Ucap dave.
"Jangan kerja dulu kalau gitu. "Vania mengamit tangan dave yang satunya dan menggenggamnya lembut. Sesekali mengusapnya dengan lembut lalu mengamitnya lagi.
"Kamu hamil ya? "Tanya dave yang langsung dibalas pukulan ditangannya.
"Nggak salahkan? Kita selalu ngelakuin tanpa pengaman dan beronde-ronde. "Ucap dave dengan wajah menuntut.
"Iya nggak salah, kamu yang salah nyolong start. "Ketus vania yang dibalas kekehan dave.
"Kamu sih terlalu menggoda. "Ujarnya sambil menyenderkan kepalanya pada vania.
"Apaan. Kamunya yang nafsuan, om-om mesum. "Kata vania, wajah dave langsung berubah datar.
"Aku nggak om-om sayang. Perbedaan umur kita cuman 6 tahun, masih normal kok. "Tambah dave dengan nada sedikit tersinggung.
"Normal? Kamu tuh pedofil suka sama gadis kecil kayak aku. "Ucap sambil bersidekap seperti anak kecil dan mengerlingkan matanya polos.
Ptak.
Vania meringis mengusap keningnya yang menjadi korban jitakan dave. Vania menatap dave kesal, lalu bangkit berdiri dan duduk disofa.
"Sakit tau. "Gerutu vania. Dave menghiraukan vania dan melanjutkan pekerjaannya.
Tok.. Tok.. Tok
"Masuk! "Titah dave.
Cklek. Pintu terbuka
"Pesanan anda bos. "Seorang bodyguard dave membawakan satu kantung plastik besar dengan logo MCDONALD'S kesukaannya.
"Yes.. Akhirnya. "Vania langsung bersorak berlari mengambil pesanannya. Sedangkan dave hanya menggeleng heran melihat tingkah vania yang cepat berubah.
Bersambung....
Hay... hay... hay
akhirnya Stacey pergi guys, tinggal babang dave sama vania nih.
Jangan lupa like, share dan komen.
bye....😘💕