
satu minggu berlalu akhirnya vania diperbolehkan pulang. Sedangkan dave sudah meliburkan diri selama 12 hari dari pekerjaannya. Walau begitu hampir setiap malam dave berkutat dengan laptopnya sambil menjaga vania disofa ruang rawatnya.
Mungkin kalian bertanya dimana sahabat-sahabat vania? Dihari kedua saat ia siuman, vania memberitahu keadaannya kepada temannya, karna ia menghilang selama satu minggu dikarenakan kritis. Mulai hari itu juga keempat temannya datang menjenguk dirinya sampai ia diperbolehkan pulang.
Saat ini pelayan pribadi vania yaitu Lia, sedang membereskan pakaian vania untuk dibawa pulang. Keempat sahabatnya juga datang untuk mengantarnya pulang. Sedangkan dave sedang pergi untuk berkonsultasi dengan dokter, mengenai apa saja yang perlu ia lakukan dan hindari saat masa pemulihan vania dirumah.
Vania terkekeh kecil jika mengingat betapa lucunya dave hari ini.
*Flashback on
"Kamu ngapain bawa buku? "tanya vania menatap dave yang membawa buku kecil dan pena ditangannya.
"Aku akan berkonsultasi dengan dokter. "jawab dave sambil melangkah mendekati kekasihnya itu.
"lalu, apa hubungan sayang? "tanya vania sambil tersenyum geli menatap dave.
Chu
dave mengecup bibir vania lembut, menatap gadisnya dengan jarak yang sangat dekat. "Aku harus mencatat hal yang harus dilakukan dan dihindari olehmu. bagaimana jika aku lupa hemm? "ucap dave sambil tersenyum dengan jarak sangat dekat.
"Hahaha... Kamu bisa menghafalnya dave. "ucap vania sambil terkekeh geli.
chu
Vania berhenti tertawa setelah dave kembali mengecupnya singkat, lalu tersenyum hangat menatap kekasihnya dengan jarak sedekat ini.
"Catat dengan benar jangan sampai ada yang terlewat, okey? "vania mengelus pipi dave dengan lembut, membuat dave semakin kesenangan.
"Okey... Sebentar lagi lia datang, kamu diamlah disini dan beristirahat. Aku pergi. "ucap dave sambil beranjak dan pergi menuju pintu.
"cepatlah, aku menunggumu. "dave tersenyum menatap vania dan vania melambaikan tangannya senang kearah dave.
Flashback Off*
Adel duduk disebelah vania sambil menyisir rambut vania dengan lembut. Samuel sibuk menatap vania dengan lekat, sedangkan ilham dan viko berbincang ringan diatas sofa. Tiba-tiba aktifitas mereka terhenti saat pintu ruangan vania terbuka dan memunculkan sosok dave dengan catatan ditangannya.
"Sudah mencatatnya? "Tanya vania dengan nada mengejek.
"Sudah. "Jawab dave singkat sambil menghampiri vania. Dave mengusap Puncak kepala vania lalu mengecupnya singkat.
"Kamu sudah selesai? "Tanya dave.
"Aku sudah. Tinggal beberapa benda lagi yang akan Lia bereskan. " jawab vania dengan senyum tipisnya.
"Van, kamu udah dua minggu absen disekolah. Besok kamu sekolahkan? "Tanya adel.
"Jangan, kamu harus istirahat dirumah dulu sampai benar-benar pulih! "Tambah dave sambil mengusap pipi vania dengan lembut. Dengan cepat vania menggeleng tak setuju. seminggu sudah cukup untuk dirinya pulih dirumah sakit ini.
"Besok aku sekolah titik. "Kekeh vania tak mau kalah.
"Baby. "
"Dave jangan panggil aku baby. "Ujar vania dengan wajah memerah malu. Vania tak masalah dipanggil dave seperti itu jika mereka sedang dirumah. Namun didepan teman-temannya rasanya vania begitu malu, ditambah mengingat kalau dia masih anak sekolah. Vania sudah memperingati dave saat teman-temannya datang agar tak memanggilnya baby, cukup sayang.
"Hey kau malu? "Tanya dave dengan senyum lebarnya.
"Tidak. "Jawab vania malu.
"Kalau begitu, baby besok jangan sekolah dulu ya. "Pinta dave dengan lembut.
"Dave. "Geram vania sambil memukul lengan dave yang menjulur kepipinya. Dave terkekeh lalu mengecup pipi vania dengan lembut.
"Geli. "Vania terkekeh geli saat merasakan rambut-rambut halus yang mulai tumbuh disekitaran dagu dan rahang dave. Dua minggu dave tidak bercukur, hanya untuk menjaga kekasihnya ini.
"Yaudah, ayo pulang. "Ajak dave sambil menggenggam tangan vania untuk membimbingnya. Vania tersenyum lebar sambil menatap kearah temannya.
Samuel POV
Mataku terus menatap vania dengan lekat, bahkan ia tak terganggu sama sekali dengan tatapanku. Vania malah membalasku dengan senyum manisnya. Inilah alasan aku mencintai gadis dihadapanku ini, dia istimewa tidak seperti kebanyakan gadis lainnya. Dia gadis apa adanya dengan senyum yang begitu menawan, dia gadis cantik dengan sejuta pesona yang ia keluarkan tanpa sadar.
Layaknya aku mencintai bagaimana dia tersenyum padaku, bagaimana dia memanggilku 'sammy' dengan suara lembutnya, tatapan matanya yang tulus dan seluruh ekspresi yang dia keluarkan membuatku mencintainya.
Aku marah saat mendengar kabar bahwa dirinya masuk rumah sakit dan hampir kehilangan nyawanya. Dia mengatakan kalau dia terpeleset ditoilet saat selesai mandi, entahlah itu kebohongan atau kebenaran. Buru-buru aku menghampirinya kerumah sakit ini, dan menemukan dirinya duduk di ranjangnya sambil berbincang dengan pelayannya bernama Lia.
Saat melihatku datang, seperti biasa senyumnyalah yang menyambutku. Aku lega setengah mati melihatnya tersenyum dalam keadaannya. Walau wajahnya masih terlihat pucat, namun senyum tetap membuat dirinya terlihat cerah.
Kali ini aku merutuki kebodohanku yang sangat lama membuat vania menjadi milikku. Sampai akhirnya ia dimiliki oleh pria kaya itu, dan ia terlihat begitu bahagia. Apa aku sanggup merebutnya dan membuat cahayanya redup? Melihat orang yang kau cintai bahagia, itulah Cinta yang sesungguhnya. Aku tau vania takkan bahagia denganku, namun dia akan sangat bahagia dengan davin.
Sekarang saatnya aku melupakannya. Dia telah menemukan kebahagiaanya, maka kini saatnya aku akan mencari kebahagiaanku yang sesungguhnya.
Bersambung..
Heran deh kenapa lama banget sih di acc nya sama pihak mangatoon. maaf ya guys, aku lama up bukan karna aku nggak nulis, tapi pihak mangatoon selalu lama banget nge acc eps ini, dan aku nggak tau kenapa. 😩😩
Jangan lupa like, share, dan komen.
bye...😘💕