When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 24 - Awake



Dave menyugar rambutnya frustasi. Ia menunggu didepan ruang operasi dengan jantung berdebar ketakutan. Sudah 3 jam dan operasi belum juga selesai.


Lampu operasi mati menandakan operasi telah selesai. Dokter dan suster keluar dan segera dave menghampiri mereka.


"Proses operasi berjalan lancar tuan. Kepala pasien terbentur tidak terlalu kuat dan beruntungnya tak mengenai otak bagian belakangnya. Namun pasien dibawa sudah terlalu lama dari kejadian sehingga suhu tubuhnya turun sangat drastis dan peredaran darahnya sangat lambat. Hanya menunggu pasien siuman dan menunggu perkembangan selanjutnya. Pasien akan dipindahkan keruangan VVIP. "Ujar dokter tersebut.


"Sebaiknya kalian melakukannya sebaik mungkin kalau kalian masih ingin hidup. "Ujar dave dingin dan tajam.


Dave memasuki ruang rawat vania setelah gadis itu dipindahkan. Dave menatap tubuh vania yang terbujur kaku diatas ranjang rumah sakit. Dan kepalanya yang diperban menambah rasa sakit didada dave. Dave duduk disebelah ranjang vania dan meraih tangan gadisnya dengan lembut.


"Sayang bangun. Maafkan kebodohanku. "Ujar dave sambil mencium tangan vania berulang kali dan air matanya tumpah tak terbendung. Untuk pertama kalinya iblis ini menagis karna seorang wanita, dan wanita ini adalah vania.


Pikiran dave melayang memirkan kenangannya selama bersama kekasihnya.


Flashback On


"Dave? "Tanya davin bingung.


"Hm... Itu nama panggilanmu dariku. Davin terlalu panjang jadi aku memanggilmu dave saja. "Jawab vania lalu meminum susunya sambil menatap dave yang masih terdiam.


PUK


"awwww.. "Karna terkejut, ponsel ditangan vania jatuh dan menimpuk wajahnya.


"Dave.. Sakit "ucap vania sambil mengelus hidung dan bibirnya yang menjadi korban lalu memasang wajah cemberutnya.


"Dave kau ini lucu sekali jika bersungut seperti ini. "Vania kembali meluruskan tubuhnya menatap dave yang masih berada diatasnya.


"Sayang, aku masih bisa mengucapkannya sampai kapanpun. "Ucap vania sambil memukul punggung dave kesal.


"Aku ingin lagi! "


"Sayang..sayang.. Sayang.. Sayang... Sayang..sayang " dave terkekeh sambil melepas pelukannya dan matanya menangkap mata vania.


"I love you. "Ucap dave, sedangkan Vania tersenyum lebar sambil ikut menatap pria dihapannya.


"Love you too.. "


Flashback off


Dave menangis tak kuat mengingat kenangan Indah mereka. Dadanya terlalu sesak, bahkan untuk bernafas. Tangannya hanya mampu meremas tangan vania untuk menyalurkan perasaannya. Untuk pertama kali iblis seperti Dave menangis dengan begitu kalut.


"Sayang aku akan menjelaskan semuanya padamu bangunlah! "



Satu minggu berlalu dan vania belum juga sadar dari masa kritisnya. Dave membiarkan pekerjaannya terbengkalai seminggu ini hanya untuk menemani kekasihnya. Wajah dave tak cerah seperti biasanya. Bahkan kantong matanya kelihatan begitu jelas.


"Kenapa kekasihku tak sadar juga ini sudah satu minggu dan aku cukup bersabar dengan kelalaian kalian. "Ujar dave marah menatap dokter yang bertanggung jawab dengan kondisi kekasihnya.


"Maaf tuan. Bukan kehendak kami yang membuat ia sadar namun kehendak pasien sendiri yang ingin sadar atau tidak dari masa kritisnya. "Jawab dokter tersebut, yang berhasil membuat dave terdiam. Dave memasuki ruangan vania dan cepat meraih tangan kekasihnya.


"Beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Berjuanglah untukku sayang. Aku tak akan sanggup kehilangan kamu. "Dave mengecup tangan vania berulang kali, harapannya berulang kali hampir pupus menatap vania yang masih tak menunjukkan perkembangan.


Vania menjalani harinya dengan berat, masa lalu kecilnya yang amat kejam, kasih sayang keluarganya yang menghilang, ibunya yang telah meninggal. Menjadi nakal hanya untuk menarik perhatian ayahnya. Hanya ada sahabatnya yang menjadi penyemangatnya. Sampai dave datang dan vania perlahan merasakan kasih sayang yang begitu besar dari pria tersebut.


"Kumohon sayang. "


"Lepaskan tanganku! "


Dave terperangah kaget mendengar desisan vania. Kepala dave terangkat dan menatap vania yang menatapnya dengan pandangan lelah. Mata dave berbinar melihat kekasihnya sadar kembali.


"Wanita bodoh. Kenapa kau mengakhiri hidupmu hah? "Tanya dave marah.


"Siapa yang mau bunuh diri? Kau yang bodoh. "Jawab vania kesal. Dave tersenyum setidaknya vania ingin berbicara padanya.


"Aku akan benar-benar bunuh diri jika setelah keluar dari rumah sakit kau tidak melepaskanku pergi. "Dave tersentak kaget mendengar ucapan vania selanjutnya.


"Jelaskan! "Ujar vania dingin.


"Dia Stacey Mivalona kami sudah berhubungan selama 2 bulan. Papanya adalah saingan bisnisku, dan aku ingin mengalahkannya melalui anaknya sendiri. Aku sengaja mendekatinya dan berpacaran dengannya bukan hanya seolah ingin menyakiti papanya. Namun untuk melindungimu juga. Para musuh-musuhku pasti akan mencari kelemahanku, dan kau satu-satunya kelemahanku. Musuhku tau aku tidak mencintai katherine tunanganku, sehingga aku berakting mencintai stacey agar mereka berfikir kelemahanku adalah dia. Aku melakukannya unt... "


Plak.


"Jangan pernah katakan kau melakukannya untukku. Pria sejati tau cara melindungi kekasihnya dengan cara yang benar davin. Bukan dengan cara kotor sepertimu. Kau menghancurkan dua hati sekaligus dengan cara begitu. Kau tak akan pernah bisa menyembunyikan kebohongan ini selama apapun itu, jika aku tidak memergokimu kurasa hubunganmu dengan Stacey akan berjalan dengan sangat lama. Bahkan kau berhungungan dengannya sebelum bersamaku. "


"Sekarang pilihlah siapa yang kau inginkan, kau tidak bisa memiliki keduanya davin. Setelah memilih, lindungi ia dengan cara yang benar, walau berbagai musuhpun yang kau lawan. "Ujar vania menatap dave lembut.


"Tentu saja aku memilihmu. "Ujar dave cepat.


"Aku memilihmu, kau akan kulindungi dengan segenap diriku. "Tambah dave sambil menggenggam tangan vania kuat, menandakan tekatnya yang begitu kuat. Vania merasakan air mata membasahi tangannya dan menyadari dave menangis, Vania menarik tangannya dari genggaman dave, lalu tangannya perlahan naik mengusap pipi dave.


"Kau sudah janji, jadi tepati janji itu. "Ujar vania yang berhasil membuat senyum dave merekah lebar.


"Aku begitu merindukanmu. Aku hampir gila melihatmu hampir meninggalkanku. "Ujar dave menenggelamkan wajahnya di dada vania. Vania tersenyum tipis.


"Aku tidak bisa memelukmu dengan leluasa karna infus ditanganku. "Ujar vania.


"Biar aku yang memelukmu. "Ucap dave semakin erat memeluk vania.


"Maafkan aku yang kasar denganmu,aku hampir membunuhmu. Terkadang jika aku emosi iblis dalam diriku bangkit dan tak mengenal ampun. Hanya kamu yang bisa menjinakkan iblis ini. "Ujar dave pelan sambil mengingat ia yang hampir membunuh gadisnya.


"Sudah jangan diingat lagi. Nyatanya aku hidup saat ini dihadapanmu. "Ucap vania lembut.


"Bagaimana kau bisa sebaik ini? Karna ini aku tak bisa melepaskanmu. "Ucap dave lalu menatap vania lembut.


Perlahan namun pasti dave meraih bibir vania dan melumatnya lembut, vania tak tingal diam dan membalas pangutan dave. Vania suka saat berciuman bersama dave, karna rasanya mereka saling mengungkapkan perasaan masing-masing melalui ciuman ini.


"Dave berhenti melumat! "Titah vania kesal. Dave menjauhkan wajahnya lalu menatap vania lembut.


"Kenapa? "Tanya dave.


"Kamu selalu tak memberikan aku kesempatan untuk memimpin, karna kamu selalu ingin melumat seluruh bibirku. Jadi berhenti dan balas saja dengan lembut! Mengerti? "


"Siap. "Jawab dave dengan senyum manisnya. Vania perlahan mengusap bibir bawah dave yang begitu menggodanya. Sedangkan dave kesenganan seakan mendapat durian runtuh, vania jarang bersikap agresif begini padanya.


Perlahan wajah vania mendekat dan mencium lembut bibir dave. Vania melumat bibir bawah dave dengan gemas sedangkan dave menghisap bibir atas vania yang menciumnya. Perlahan vania menarik bibir bawah dave dengan mulutnya, lalu melumatnya lagi. Dave terkekeh melihat vania yang candu dengan bibir bawahnya. Ditambah vania juga suka mengelus perut kotak-kotaknya.


Perlahan kaosnya semakin naik, karna tangan vania merambat mengelus dadanya.


"Sayang kau sedang sakit. "Ujar dave.


"Memangnya kamu pikir aku akan melakukan apa? "Tanya vania kesal.


"Bercinta. "Jawab dave singkat.


"Bodoh. Sebagai hukuman perbuatan kamu berselingkuh jangan tidur bersamaku selama seminggu. "Ucap vania marah. "Dimulai dari aku diperbolehkan pulang kerumah. "Mengerikan, dave bergidik takut juga kesal karna tak bisa dekat dengan gadisnya selama seminggu.


"Sekarang diam! "Ucap vania, lalu kembali memangut bibir bawah dave. Dave tersenyum, ia akan menikmatinya hari ini, hari esok biarlah menjadi hari esok. Hingga vania mulai kembali tertidur karna kondisinya yang masih lemah.


Dave merasakan bibirnya yang bengkak, namun dia suka saat vania bersifat agresif seperti ini, karna rasanya vania seperti sangat membutuhkan dirinya dan tak pernah puas terhadapnya. Dave mengeluarkan cincin dikantungnya dan menyematkan kembali cincin yang dilempar oleh vania saat itu. Perlahan dave mencium kening vania yang tertutup plester dengan begitu lembut, lalu memeluknya lagi.


Bersambung....


Hai lama ya author nggak jumpa. dan akhirnya author up, tuh si vania dan davenya udah baikkan. Gimana pembalasan vania cukup nggak atau masih kurang? πŸ˜‚πŸ˜‚


Si dave nya masih perlu dikerjain sama author karna sudah menyakiti hati kaum wanita 😑😠


Yang setuju like, share dan komen.


bye.... πŸ˜˜πŸ’•