When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 54 - Flirting



...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...


Vania duduk di Gazebo mereka sambil menyantap cemilan di atas meja sesekali. Vania tersenyum saat melihat suaminya dengan keadaan topless dan badan serta rambutnya yang basah tampak bersinar di bawah matahari.


Seksi. Satu kata yang langsung terlintas di kepala Vania. Dia tak bisa melunturkan senyumnya saat melihat suami tampannya itu berjalan bak model ke arahnya.


Namun, mata Vania langsung memicing melihat wanita-wanita yang berada di pantai, baik para bule seperti mereka maupun orang lokal, menatap ke arah suaminya dengan wajah kegirangan dan nakal.


Para wanita berbikini dengan sengaja berjalan melewati Dave sambil melenggokkan tubuh mereka di depan suaminya.


Vania mendengus dengan ujung bibir terangkat kesal. "Dia suamiku." batin Vania kesal menatap wanita-wanita kegatalan itu.


Tanpa sadar Dave sudah sampai di depan istrinya dan mengecup kening istrinya sekilas.


Vania menatap wanita-wanita tadi yang kini sedang menatap ke arah mereka dengan wajah kecewa. Vania tersenyum miring melihat ekspresi mereka semua. Dave meraih minum di meja dan meminumnya.


"Kamu jadi tambah kecoklatan." ucap Vania sambil mengelus lengan kekar Dave.


"Tentu saja, tujuanku berjemur untuk kulit kecoklatan ini." ucap Dave.


Vania mengangguk paham. "Kamu akan berenang lagi?" tanya Vania.


"Ya, sebentar lagi." ucap Dave.


"Aku ingin ikut." ucap Vania. Dave menaikkan alisnya menatap istrinya bingung. Dia bilang tidak suka berjemur dan mandi air laut, tapi sekarang.... aneh.


"Kenapa? Bukannya kamu tidak mau." ucap Dave heran.


Wajah Vania mengerut. "Memangnya tidak boleh? Aku ingin main di tepi pantainya saja." ucap Vania.


"Tentu saja boleh sayang. Aku hanya bertanya, kenapa kamu kesal?" ujar Dave lembut sambil mengelus kepala Vania.


Vania tersenyum senang, lalu menarik Dave pergi. "Ayo sekarang!"


Dave hanya pasrah dalam tarikan istrinya. Vania berhenti tepat di tepi pantai dan tersenyum senang melihat betapa luas dan tak berujungnya laut di depannya itu.


Vania memeluk sebelah lengan Dave dengan erat. Katakan dia manja! Dia memang hanya ingin bermanja-manja dengan suaminya itu.


Sedangkan Dave menatap istrinya dengan raut tak terbaca. Mengapa gelagat istrinya kelihatan aneh.


"Kenapa?" Vania heran dengan pertanyaan Dave.


"Apanya yang kenapa?" tanya Vania.


"Kamu kenapa aneh hari ini." ucap Dave.


"Aku tidak aneh. Aku hanya tidak suka wanita-wanita itu menatapmu dengan air liur menetes." jawab Vania. Dave tersenyum mendengarnya. Oh... Jadi ini alasannya.


Dave mengecup bibir istrinya cepat lalu menatapnya lagi.


"Ibu hamil memang sulit untuk di baca." ujar Dave. Vania tersenyum bangga dan kembali menatap ke arah laut.


Hingga..


BRUK.


"Awsss.."


Vania menoleh ke sumber suara. Di sana seorang wanita yang tampak familiar, terduduk di atas pasir setelah menubruk tubuh suaminya.


Dahi Vania mengernyit mencoba mengingatnya. Ahhh... Dia wanita di toilet itu.


"Kau...."


"Shh... tolong aku!" ujar wanita tersebut. Vania menatapnya sinis. Modus lagi.


Vania menarik Dave untuk menjauh dari wanita itu, lalu ditariknya wanita yang tersungkur di pasir tersebut dengan ogah-ogahan. Dia tak akan membiarkan Dave menyentuh wanita genit ini.


Bersambung...


Hay.. Hay.. Hay..


Like vote dan komen.


Bye... 😘💕