When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 23 - Davin's Side



Davin POV


*Flashback On


"Dave bangun!" Kurasakan tubuhku berguncang dengan suara lembut kekasihku.


"Dave, ayo bangun! "Lalu kurasakan sebuah ciuman dirahangku lalu mengecup kedua mataku bergantian. "Bangun! " aku terusik namun tersenyum senang dalam hati.


Pagi hari yang cerah dimulai dengan ciuman manis orang yang kau cintai? Hari ini akan berjalan dengan Indah. Mataku terbuka dengan perlahan, menatap kekasihku dengan senyuman.


"Good. Sekarang cuci muka terus sikat gigi, dan turun kebawah setelahnya okey. "Aku menggangguk lemah sedangkan vania langsung beranjak dengan cepat keluar dari kamar. Aku mengambil ancang-ancang untuk beranjak hingga akhirnya tertunda saat mendengar ponselku berdering.


Mataku menatap diam id caller dilayar ponselku. Nama ini, nama yang sudah lama ini bahkan tak pernah kupikirkan setelah berhubungan dengan vania. Dia Stacey. Dengan berat hati aku mengangkat telfon tersebut.


"Halo. "


"Hai, sayang. Aku dikantor kamu sekarang, kamu kok belum datang? "


"Aku tidak bekerja hari ini. "Jawabku mencoba dengan nada selembut mungkin.


"Kata steve kamu lagi istirahat, kamu sakit, aku ketempat kamu ya? Kamu dirumah yang mana? "Tanya seseorang dibalik sana dengan panjang lebar dan nada khawatir.


Sial, bagaimana sekarang? Dia wanita yang nekat, bisa-bisa dia datang kesini dan vania akan mengetahuinya.


"Aku akan datang kekantor sekarang, kamu tunggu diruanganku saja, okey? "Ucapku sangat lembut.


"Kamu yakin? Aku harus melihat kamu hari ini, aku sangat merindukanmu sayang. "Ucapnya, dan aku yakin sebentar lagi aku akan muntah mendengarnya.


"Aku akan menemuimu, aku juga sangat merindukanmu. Tunggu aku dan diamlah disana! "Jawabku lalu menutup panggilanku dan langsung beranjak mandi dengan cepat.


Aku menuruni anak tangga dengan balutan seragam kerja. Kutatap Vania yang baru saja selesai menata makanan dimeja, menatapku dengan pandangan heran. Aku tau dia heran menatapku berpakaian rapi, padahal aku sudah janji untuk tidak bekerja.


"Morning. "Aku menghampirinya dan mengecup singkat pelipisnya.


"Kau bekerja? "Tanya vania.


"Ya.. Aku mendapat telfon kalau client penting datang. Mau tak mau aku harus datang bekerja hari ini. "Jawabku. Kutatap dirinya dengan wajah kecewanya. Aku tau dia telah merancang hari ini dengan Indah.


"Baiklah.. Jangan terlalu lelah. "Ujarnya lemas dan aku hanya bisa mendehem, tak sanggup melihat wajahnya yang sedih.


"Maafkan aku, aku berjanji akan menyelesaikan ini semua secepat mungkin. Aku akan mengganti hari ini dan membuatmu bahagia selamanya. Tunggu aku sayang. "Batinku menatap kekasihku lembut, lalu memakan sarapanku dalam diam dan berangkat


 


Aku melangkah cepat kedalam ruanganku, lalu masuk kedalam setenang mungkin. Kudapati Stacey duduk dan menatapku dengan senyum gembiranya. Ia beranjak dan berlari memelukku.


"Aku merindukanmu. "


"Kamu udah selesai urusan dijepang? "Tanyaku menatapnya, aku melepas pelukan kami dan duduk dikursi kebesaranku.


"Udah, aku menyelesaikannya secepat mungkin supaya bisa ketemu kamu. "Ucapnya menatapku dengan senyum manisnya yang tak luntur.


"Papa kamu? "Tanyaku lagi.


"Papa, masih dijepang. Papa memutuskan tinggal dijepang selamanya. Dan menyerahkan perusahaan padaku. "Jawabnya.


"Papa ingin bertemu denganmu untuk membahas pernikahan kita, Kapan kita akan kejepang bersama untuk bertemu papa? "Tanyanya dengan nada cemberut, sedangkan aku mencoba menahan diri untuk tidak muak dan menatapnya dingin.


"Sabar ya, tunggu semua hal aku beresin. "ucapku lembut.


"Terutama kamu dan papamu. "Tambah batinku kejam.


"Kaku selalu bilang begitu, kapan itu akan terjadi? "Tanyanya dengan wajah kesal.


"Secepatnya. "Jawabku dingin dan menatapnya lekat, memberikan jawaban bahwa secepatnya aku akan menyingkirkanmu dan papamu.


Stacey melangkah kearahku lalu duduk diatas pangkuanku sambil merangkul leherku. Kutatap wajahnya yang masih cemberut memuakkan, namun semua kutahan dalam diriku.


"Kamu merindukanku? "Tanyanya.


"Ya, aku merindukanmu. "Jawabku lembut dengan tatapan penuh Cinta andalanku.


"Kamu bohong, kamu tidak merindukanku. "


Ucapnya kesal dan aku mencoba untuk membujuknya dengan menahan diriku yang menggejolak ingin melemparnya dari hadapanku, Membiarkan ia menciumku dengan liar. Lalu randy datang menginterupsi kegiatannya, dan aku bersyukur senang dia datang. Dan wanita itu pulang setelah berbincang sebentar.


Aku melakukan pekerjaanku dikantor dengan cepat untuk bertemu dan meminta maaf pada kekasihku yang pasti masih kecewa dengan janji yang kubatalkan.


Hingga, steve datang dan memberitahu bahwa vania datang saat makan siang dengan membawa bekala dan melihat aku dan stacey diruangan.


Tubuhku terdiam kaku saat itu juga, dan bersumpah serapah. Tidak jangan secepat ini, aku belum selesai membereskan ini semua, aku belum siap dia mengetahui aku seorang iblis berdarah dingin. Sedikit lagi sayang, kumohon jangan membenciku.


 


Namun, aku terduduk rapuh didalam kamarku dengan wajah menyesal, aku hampir membunuhnya dengan tanganku sendiri, menamparnya dengan mudah, menyakitinya hingga ia membenciku.


Aku yang menyakiti gadisku sendiri, menyakiti hati lembutnya, menghilangkan senyum diwajahnya, dan mematahkan kepercayaannya. Membuatnya menangis sepanjang hari dan sepanjang malam. Mempertahankannya dengan alasan yang membuatnya sangat membenciku, mengatakan bahwa dia sudah kubeli oleh ayahnya, menekan bahwa dia adalah barang yang sudah kubeli.


Aku benar-benar tak siap menceritakan padanya, bahwa aku menggunakan stacey untuk dapat merebut kekuasaan papanya. Memusnahkan ia dan papanya dan mengalihkan kekuasaan mereka padaku. Aku benar-benar tak siap dia menatapku dengan wajah ketakutan mengetahui aku adalah seorang pembunuh berdarah dingin.


Namun langkah yang kuambil, membuatnya sangat membenciku. Membuatnya menangis dan kecewa hingga membuang cincin pemberianku. Lambang Cinta yang kupikirkan sampai gila saat itu.


Tunggu sebentar lagi jangan membenciku terlalu dalam. Walau dia membenciku, aku tak akan membiarkannya pergi dari hidupku. Karna dia adalah hidupku, aku tak akan sanggup hidup tanpanya.


Aku sadar karma sudah memainkan perannya, kutukan yang diucapkan situa itu juga sudah memulai permainannya. Aku yang berdosa, dan Tuhan menarik vania dari sisiku.


Tuhan untuk pertama kalinya aku meminta padaMu, untuk pertama kalinya aku mengakui keberadaanMu selama hidupku yang hancur ini. Tolong jangan rebut dia dariku, Dia satu-satunya hartaku. Hartaku yang paling berharga, nafasku dan hidupku.


Flashback off


bersambung....


semoga kalian bisa memahami yang dialami dave dari sisi dirinya. Dan semoga kalian memahami dan dapat menebak apa yang akan selanjutnya terjadi pada dave melalui otak author dan pemikiran yang sudah author telepati kepada kalian.


Apa kita tetap harus balas dendam pada dave? 🤔 Menurut kalian gimana?


Jangan lupa like, share dan komen.


bye.. 😘💕*