When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 16 - Baby



Vania Pov



Mataku perlahan terbuka menatap dave yang masih memejamkan matanya dengan rapat. Kurasakan tangannya yang masih berada diatas perutku, dan menghiraukan bajuku yang tersingkap keatas menampakkan perutku.



Dengan perlahan aku menghadap kearahnya, sehingga kini tangannya berpindah kepunggung telanjangku. Kulihat kausnya tersingkap sedikit menunjukkan perut kotak-kotak nya.



Dengan berani aku memasukkan tanganku kedalam kausnya dan mengelus perut kotak-kotak nya. Sepertinya ini akan menjadi hobi baruku. Tanganku yang lain bergerilya menyusuri tiap lekuk wajah tampannya.



"Ehmm.. "Aku tersenyum mendengar erangan keluar dari mulutnya. Tanganku mengusap bibir bawahnya dengan gerakan lembut. Lalu mencium bibirnya dengan pelan.



Kutatap matanya yang masih terpejam dengan damai. Sepertinya dia kelelehan berkerja sampai malam.



"Dave ini sudah pagi, kau tidak bekerja? Aku harus sekolah. "Bisikku lembut tepat ditelinganya. Bukannya bangun, dave malah menarikku semakin mendekat dan memelukku erat.



"Ayolah dave aku bisa terlambat jika seperti ini terus. "Ujarku sambil mengusap rambutnya yang berantakan. Pikiranku melayang mencari cara agar dave mau bangun.



"Let me have more minutes. "Pintanya dengan nada serak seksinya.



"Okey, five minutes and no more. "Ucapku dan dia mengangguk setuju. Aku ikut memeluknya dan membiarkannya mendapatkan beberapa menit lagi.



***



Author POV



Vania menuruni anak tangga dengan perlahan menuju meja makan. Dave yang sejak tadi sudah turun tampak memakan sarapannya dalam diam.



"Pagi. "Vania melangkah mendekati dave lalu mencium pipi dave dengan kilat. Vania menatap dave yang masih terdiam tanpa menjawab sapaannya dan sibuk memakan makanannya.



"Hey ada apa? "Tanya vania sambil menatap dave bingung. Sedangkan dave tetap melanjutkan makannya dengan wajah melamun.



"Huh.. "Vania menghembuskan nafas kasar. Entah ide dari mana, vania mengambil kedua tangan dave, lalu membuka kedua tangan itu lebar agar ia bisa duduk dipangkuan dave.



Setelah duduk, vania meletakkan kedua tangan dave dipinggangnya. Lalu melingkarkan tangannya dileher dave.



"Uhmm.. Kau benar-benar Wangi. "Ujar vania sambil mengendus dada bidang dave.



Tanpa terduga dave mencium bibir vania dengan lembut, namun hanya menempel, lalu terlepas. Vania tersenyum cerah lalu menyentuh bibir bawah dave yang menggoda. Dave menatap vania lekat tanpa mengalihkan pandangannya sekalipun.



Sampai vania perlahan memajukan wajahnya dan tangannya tetap mengelus bibir bawah dave. Sampai akhirnya bibirnya yang beralih meraih bibir penuh dave dan memangutnya lembut. Tangannya merenggut gemas rambut belakang dave, dan tangan dave yang memeluk pinggang vania dan menariknya semakin mendekat.



Dave membiarkan vania memimpin permainan dan ia hanya diam tak membalas pangutan vania. Vania menutup matanya menikmati setiap pergerakannya. Sampai vania menggigit gemas bibir bawah dave dan menariknya. Vania terkekeh sambil menatap dave lalu melepas gigitannya.



"Dari mana kau mempelajarinya huh? "Tanya dave.



"Entahlah... Terlintas begitu saja. "Jawab vania sambil menggidik bahu. Vania kembali meraih bibir dave dengan cepat dan mengemut bibir bagian bawahnya seperti permen. Sampai vania tak terkendali dan ciumannya luruh kerahang dan leher dave dan memberi tanda disana.



"Baby! "Dave tak ingin ia hilang kendali dan berujung menghabisi vania diatas ranjang. Vania melepas ciumannya dengan nafas terengah-engah.



"Ouh.. Kau agresif sekali. "Ujar dave menatap vania yang masih mengatur nafasnya.



"Diam! "Vania mendengus malu lalu berdiri dan melangkah menuju kursinya. Dave terkekeh puas dan melanjutkan makannya.



"Nanti tutupin leher kamu pake syal. "Ujar vania datar.




"Apa aku harus menandaimu juga sayang? "Tanya dave dengan seringai nakal.



"Stop dave! "Kesal vania dengan pandangan tajamnya.



"Okey.. Baiklah. "Dave tertawa mendapat reaksi vania yang menurutnya sungguh menggemaskan.



Lalu mereka melanjutkan sarapan dengan canda tawa. Dengan hal ini, pikiran dave mulai tenang dengan segala hal yang menumpuk diotaknya.



***



"Baby.. Aku akan menjemputmu saat pulang nanti. "



"Baiklah. "



Vania melanjutkan langkahnya memasuki sekolahnya. Setelah vania menghilang dari pandangannya dave menyuruh supirnya untuk menjalankan mobilnya.



Dilain sisi, seorang pria dengan tudung kepala dan kaca mata hitamnya menatap kearah perempuan yang keluar dari sebuah mobil mewah dengan teliti.



"Aku menemukan dimana gadis itu bersekolah. "Tampak pria tersebut sedang berbicara lewat benda yang terselip ditelinganya.



"Baik. "Setelah menjawab dengan begitu singkat. Pria tersebut melangkah menjauhi tempat persembunyiannya tadi.



Dave sampai kekantornya dengan senyum cerah seperti akhir-akhir ini. Namun.......



"Pagi davin. "Perlahan raut wajah dave mengerut tak suka menatap reana yang datang dengan senyum sok manisnya.



"Aku ini atasanmu, bersikaplah seperti karyawan biasanya! "Dave melenggang pergi memasuki lift khususnya.



Sedangkan reana menggeram marah menatap kepergian dave. Ditambah ia dengan jelas melihat tanda-tanda dileher


Dave yang membuat emosinya semakin memuncak.



"Lihat saja, aku akan memisahkanmu dengan vania sipelacur itu. "Ucapnya tajam sambil menatap punggung davin yang menghilang ditelan lift.





Bersambung...




Hay.. hay.. hay semua para readers yang aku cintai dan aku sayangi, serta yang aku rindukan Azekkkk 😘



Kembali lagi bersama aku, author kalian yang membahenil ini😒



Hahaha... apakah setelah membaca ini kalian akan membuat grup pembasmi Pelakor??? Memang dasar pelakor nggak tau malunya😑



Apa kabar dunia? Dunia sudah gila🤪.



Jangan lupa share, like, comment, dan tekan tombol favoritnya❤️



Bye.. 😘💕