When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 44 - Lerry comeback



...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...


Disebuah ruangan kantor yang mewah, terdapat seorang pria yang duduk dengan menawan di kursi kebesarannya, dengan sebatang rokok yang ia pegang setelah menghisap dan menghembuskan asapnya lewat mulut.


"Dia berada di hotel milik William's inc, bersama istrinya tuan." Ucap seorang lelaki dengan tampang datar dan jas hitamnya, yang berdiri menjulang di depan meja kerja pria tersebut dengan kepala menunduk.


"Bagaimana penjagaannya?" Tanya pria yang duduk di kursi tersebut dengan sangat tenang.


"Sangat ketat tuan, dia memasang beberapa Bodyguardnya ditempat yang acak."Jawabnya.


"Awasi dia terus, kita akan mencari waktu yang tepat untuk menyerangnya." Ucap pria tersebut.


"Baik tuan. Satu hal lagi yang didapatkan oleh mata-mata adalah istrinya sedang mengandung anak kembar tuan." Ucap bawahannya lagi.


"Hamil?" Senyum di bibir pria tersebut mengembang sempurna, namun senyumnya bukanlah senyum bahagia, melainkan senyum miring mengerikan.


"Hehhh... Akhirnya waktu itu datang. Kita bisa menghancurkannya hingga berkeping-keping."


"Tunggu dan lihat saja Davin Raveno, kau akan mendapatkan balasan atas semua perbuatanmu." Ucapnya dengan senyum puas, lalu tertawa dengan kekehan mengerikannya.


***


Dilain sisi


Setelah menghabiskan waktu berdua di Hotel Presidential Suite room, Vania dan Dave akhirnya memutuskan untuk kembali ke Mansion mereka.


Sebenarnya Dave masih ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan istrinya di hotel, namun Vania bersikeras ingin pulang dengan alasan merindukan Mansion mereka.


Dave yang memang tak dapat membantah perkataan istrinya itu, hanya dapat pasrah mengikuti kemauan Vania. Lagipula Vania sedang hamil, moodnya sedang dalam keadaan yang tak menentu.


"Kamu mau honeymoon sayang?" Tanya Dave tiba-tiba sambil menatap Vania yang sibuk mengepak koper mereka.


"Kenapa tidak." Jawab Vania yang berhasil membuat Dave tersenyum senang.


"Benarkah?" Tanya Dave lagi.


"Iya Dave." Jawab Vania masih fokus dengan koper mereka.


"Aku akan mencari tempatnya." Ucap Dave dengan penuh semangat. Vania hanya dapat tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Tak butuh waktu lama, akhirnya Vania selesai mengepak koper mereka dengan rapi. Awalnya Vania bingung kenapa bawaan mereka hanya sedikit, namun Dave dengan santai menjawab.


"Tak perlu repot, kita hanya tinggal membelinya saja, kalau perlu kita tidak usah membawa ini." Ucapnya waktu itu sambil menunjuk koper mereka.


Vania yang mendengarnya hanya dapat menggeleng pasrah. Orang kaya memang tau cara menghabiskan uang mereka.


"Dave." Panggil Vania. Dave masih sibuk dengan ponsel di depannya. Tangannya sibuk menscroll layar ponselnya dengan sangat fokus.


Vania yang penasaran, akhirnya mendekati suaminya dan melihat apa yang sedang pria itu lakukan.


Ah... Dia masih belum menemukan dimana tempat mereka akan honeymoon. Kenapa harus seserius itu sih?


"Belum dapat sayang?" Tanya Vania.


"Belum." Jawab Dave dengan wajah seriusnya. Vania ingin tertawa melihat betapa seriusnya wajah suaminya saat ini.


"Aku sudah selesai packing." Ucap Vania lagi. Dave akhirnya menoleh menatap ke arah istrinya.


"Sudah selesai?" Tanyanya, dan Vania menganggukkan kepalanyakepalanya sebagai jawaban.


"Kita berangkat sekarang?" Tanya dave.


"Iya." Jawab Vania semangat.


Dave ikut tersenyum melihat betapa senang istrinya saat ini. Lalu ia bangkit berdiri menarik koper mereka dengan tangan kirinya untuk keluar dari kamar tersebut.


Vania ikut bangkit dan menggandeng tangan kanan Dave dengan senyumnya yang tak luntur. Mereka melangkah bersama keluar dari kamar, menuruni lift hingga sampai ke loby, check-out, dan menaiki mobil mereka yang sudah terparkir di depan hotel.


Butuh waktu satu jam 30 menit hingga akhirnya mereka sampai di Mansion. Vania yang kelelahan selama perjalanan, hanya pasrah di dalam gendongan suaminya. Ia membaringkan kepalanya di pundak Dave karna rasa kantuk yang mulai menyerangnya.


Hingga akhirnya mereka masuk ke dalam mansion dan dikejutkan dengan kedatangan mama Dave dan mantan tunangannya Katherine.


"Davin." Panggil Lerry setelah melihat putranya pulang sambil menggendong Vania.


Dave melangkah tanpa mempedulikan ibunya. Ia hendak mengantar istrinya yang mengantuk ke kamar mereka, agar dapat tidur siang dengan nyaman.


Mendapat perlakuan cuek dari putaranya, membuat emosi Lerry semakin memuncak.


"DAVIN BERHENTI!" teriak Lerry marah.


Vania yang mulai tidur sampai dibuat terkejut oleh teriakannya. Langkah Dave terhenti dan menggeram marah karena ibunya sudah membuat istrinya terbangun karna terkejut.


"Hmm.. Tidur lagi sayang!" Ucap Dave mencoba menyuruh Vania untuk tetap nyaman digendongannya.


"Siapa yang teriak?" Tanya Vania. Ia mencoba mengangkat kepalanya untuk menatap ke arah belakang punggung Dave dan menemukan ibunya serta mantan tunangannya Katherine yang berdiri dengan wajah marah.


"Bukan siapa-siapa, kamu ngantuk, ibu hamil harus tidur siang. Aku antar kamu ke kamar kita." Ucap Dave lembut sambil melangkahkan kakinya kembali.


"DAVIN, BERAPA LAMA LAGI KAMU JADI BEBAL SEPERTI INI?" Tanya Lerry masih dengan teriakan lantangnya.


"Dave, kita bicara dulu saja dengan mamamu." Ucap Vania mencoba membujuk Dave yang kini memasang wajah marah dan dinginnya.


"Jangan mendengarkannya, dia bukan siapa-siapa disini." Ucap Dave dingin, masih tetap melanjutkan langkahnya.


"Dave..." Ucap Vania berusaha membujuk Dave.


"Stop! Jangan paksa aku Vania." Ucapnya frustasi sambil memberhentikan langkahnya. Vania terenyuh menatap wajah lesu Dave yang seakan menopang beban yang sangat berat.


Dia tak tega "Baiklah." Ucap Vania pasrah digendongan suaminya.


"DAVIN.. DAVIN.. BERHENTI.. DAVIN!"


Dave kembali melanjutkan langkahnya ke arah lift, menghiraukan teriakan-teriakan ibunya yang berusaha memanggilnya untuk berhenti melangkah.


Dave menurunkan tubuh istrinya dengan hati-hati di atas ranjang mereka. Dave ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya yang berbaring nyaman.


"Tidur baby." Ucap Dave sambil memberikan kecupan singkat di kening istrinya.


"Mana mungkin sekarang aku bisa tidur lagi Dave." Ucap Vania dengan raut kesal. Bagaimana bisa dia tidur jika seseorang di bawah sana sedang mengajak perang.


"Jangan memikirkan mereka, pikirin babiesnya sayang." Ucap Dave sambil mengusap pipi istrinya lembut.


"Tapi di bawahkan ada....."


"Udah, di bawah sana itu urusanku, kamu hanya perlu mengingat babies agar mereka selalu sehat." Potong Dave.


"Tapi.." Dave memotong perkataan Vania dengan mengecup singkat bibir istrinya.


"Tidak ada tapi-tapian." Ucap Dave mutlak. Vania mendesah pasrah saat Dave menarik dirinya ke dalam pelukannya. Dave mengusap punggung istrinya naik turun, agar istrinya tertidur kembali.


"Tetap saja aku tak bisa tidur dengan tenang Dave." Gumam Vania kecil, namun tetap dapat didengar oleh Dave.


Nyatanya 15 menit kemudian, Vania sudah tertidur dengan begitu nyenyak dan pulas didalam pelukan Dave. Dave bahkan terkekeh melihat betapa labilnya Vania. ia mengatakan tak dapat tidur nyenyak, namun sekarang tertidur hingga bermimpi.


Ibu hamil memang berbeda, dapat menjungkir balikkan dunia dalam sekejab.


Dave mulai melepaskan dirinya perlahan-lahan dari tubuh Vania, agar tak membangunkan istirnya itu.


Setelah berhasil, diapun melangkah keluar setelah mengecup kening istrinya sebentar, lalu menyelimuti tubuh istrinya.


Ada sesuatu yang perlu dibereskan di bawah sana. Seseorang yang menunggu untuk mendapatkan kemarahan iblisnya yang sejak dulu ia tahan, karena mengingat wanita itu adalah ibu kandungnya sendiri.


Sekarang waktunya Dave untuk menyelesaikan ini semua hingga habis sampai ke akar-akarnya.



Bersambung...


Hay.. Hay.. Hay..


Kangen ya?


Akhirnya aku up juga, aku mau bilang aku lama up karna novel ini sedang direvisi agar menjadi lebih baik dan semakin enak dibacanya. Jadi mungkin akan lebih lama lagi upnya dari yang sebelum- sebelumnya.


Tapi aku akan terus aktif kok di IG untuk ngepost beberapa mengenai novel ini.


Kalian bisa mampir ke IG violet_slavny.



Berita bahagianya, sebentar lagi novel ini akan tamat beberapa part lagi. Sad ending atau happy ending? Kalian bisa tau nanti. Tapi satu funfact dari aku, aku paling suka novel itu happy ending, ku itu pecinta happy ending guys. Dan aku paling nggk suka kalau endingnya itu gantung, dan lanjut ke novel keduanya.


Udah lah ya sekian dulu, kebanyakan ngomong kali aku kayaknya.


Jangan lupa like, share dan komen. Oh iya mampir kenovel aku satu lagi ya, The overprotective Man.



Bye.. 😘💕