When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 45 - Kenzo.



...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...


Dave keluar dari lift, lalu melangkah menuju ruang keluarga, dimana Lerry dan Katherine berada.


Lerry bangkit berdiri saat melihat Dave keluar dari lift dan melangkah ke arah mereka.


Dengan tenang Dave duduk di sofa dan menatap tajam kearah Lerry dan Katherine.



"Mau apa kalian datang kesini?" Tanya Dave dingin. Lerry kembali duduk setelah melihat Dave duduk. Matanya memicing menatap anak lelakinya dengan lekat.


"Aku sudah kehabisan uang." Ucap Lerry tanpa tau malu. Dave terkekeh kecil dengan senyum miring mengejek.


"Kenapa uang bulanan untukku belum kamu kirimkan?" Ucap Lerry lagi dengan wajah marah. Dave menatap ke arah ibu kandungnya lekat, lalu menatap ke arah Katherine.


"Kau kenapa datang kesini?" Tanya Dave tak suka. Katherine menunduk takut melihat wajah menyeramkan Dave. Dia tau betapa berbahayanya seorang Dave, dia tak bisa bermain-main dengan pria itu atau dirinya yang akan lenyap.


"A.. Aku.."


"Aku yang mengajaknya." Potong Lerry.


Dave menatap lekat ibunya dan Katherine. Kedua wanita ini benar-benar ular berbisa.


"Kenzo yang akan mengirimkan uangnya padamu. Sekarang keluar dari sini!" Ucap Dave dingin. Lerry tersenyum senang setelah mendengar bahwa dia akan mendapatkan uangnya lagi.


Namun, dia kesal karena anaknya sendiri mengusir dirinya dari Mansion semewah ini dengan begitu cepat.


Lerry benar-benar ingin menjadi Nyonya besar di Mansion sebesar ini dan Katherine masih tergila-gila dengan kekayaan Dave.


"Kenapa mengusirku begitu cepat? Aku adalah ibumu Davin." Ucap Lerry marah.


Dave tertawa miring. "Hehh.. Ibu? Sejak kecil aku tidak memiliki ibu, camkan itu! Kalian pergi sekarang juga atau aku akan menggunakan kekerasan." Ucap Dave.


"Jangan pernah menginjakkan kaki kotor kalian lagi ke Mansionku!" Dave beranjak dari tempat duduknya dan melenggang pergi.


"Kuberi kalian waktu 1 menit untuk keluar sekarang juga!" Ucap Dave dingin sebelum melangkahkan kakinya kembali.


"Kurang ajar kau Davin!" Teriak Lerry marah. Sedangkan Katherine menarik tubuh Lerry bersamanya untuk keluar dari sana.


Dave memasuki kamarnya dengan perlahan. Kamarnya yang remang-remang, memperlihatkan istrinya yang terbaring nyaman di bawah selimut.


Dave melangkah pelan, lalu ikut bergabung di bawah selimut bersama dengan istrinya.


Dave menatap lekat wajah istrinya. Mengusap pipi halus tersebut dan mengelus rambutnya lembut.


Tangannya perlahan turun ke depan perut Vania. Menyusupkan tangannya ke dalam baju Vania dan mengusap perut istrinya naik turun.


"Jagoan Daddy, jika kalian lahir nanti, jaga Mommy kalian dengan baik. Jadilah laki-laki yang kuat untuk melindungi Mommy!" Lirih Dave lembut sambil menatap wajah istrinya hangat.


Perlahan Dave mengecup bibir istrinya lembut, lalu mengecup keningnya lama. Sampai akhirnya memutuskan untuk ikut tertidur bersama istrinya.


***


"Kenapa kalian lelet sekali! Sudah berapa hari kalian belum menemukannya. TIDAK BERGUNA!"


Kenzo berteriak marah di markas mereka. Dia membanting kursi karena ketidakbecusan orang-orang yang bekerja di bawahnya.


Dia tak membutuhkan orang tidak berguna dan lelet. Dia membenci kegagalan. Motonya adalah menyelesaikan semuanya dengan cepat, sempurna, dan bersih tanpa jejak. Tak ada satupun yang bisa lolos darinya. Siapapun itu!


Bunyi telepon di markasnya semakin menghancurkan moodnya. Dengan kasar dia mengangkat telepon tersebut.


"Halo."


"Halo... Loser!"


Mata Kenzo membulat mendengar balasan tersebut. Orang di seberang sana, dialah orang yang selama ini mereka cari-cari. Orang yang sudah memboikot dan mencuri berkas-berkas penting mereka.


"Bagaimana permainanku? Kau suka?"


Kenzo tertawa sinis mendengarnya. "Hhhh... Lihat saja nanti, kau akan menjadi mayat di bawah kakiku." Jawab Kenzo dengan senyum penuh kejahatan.


"Aku tak sabar menunggu hari itu, dimana kau dan Tuanmu Davin hancur berkeping-keping."


"Coba saja! Kau sudah bermain dengan orang yang salah. Kau sudah menyulut api dan kau yang akan terbakar." Jawab Kenzo dingin sambil tertawa mengerikan diakhir kalimatnya.


"Katakan pada Tuanmu, Istrinya kelihatan sangat menarik!" Ucap orang di seberang sana, lalu menutup sambungan telpon begitu saja.


Tangan Kenzo mengeras, lalu melempar gagang telpon tersebut dengan kasar.


"Terus lacak siapa dia! Waktu kalian sampai besok. Jika tidak, ucapkan selamat tinggal pada Dunia." Ujar Kenzo tajam, lalu melenggang keluar dari ruangan tersebut dengan rahang mengeras marah.


***


Kenzo memberhentikan mobilnya tepat di depan teras Mansion Davin. Dia keluar dengan santai, lalu melangkah masuk ke dalam Mansion dengan pandangan dingin tak tersentuh.


"Tuan Kenzo, anda mencari Tuan Raveno?" Tanya Lia, seorang pelayan yang dekat dengan Vania semenjak gadis itu datang kesini.


"Iya, dimana dia?" Tanya Kenzo. Dia sudah dapat kabar bahwa Davin sudah Check Out dari hotel siang ini.


Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke Mansion Davin dan membahas hal yang baru saja ia dapatkan.


"Tuan Raveno sedang tidur dengan Nona, Tuan." Ucap Lia.


Kenzo mengangguk paham, lalu melangkah untuk duduk di sofa ruang tamu.


"Aku akan menunggunya di sini." Ucap Kenzo sambil menyalakan televisi di depannya.


"Baik Tuan. Saya akan membawakan beberapa cemilan." Ujar Lia, lalu pergi ke arah dapur untuk membawakan cemilan.


Setelah menyalakan televisi, Kenzo langsung dihadapkan dengan tayangan pernikahan Davin dan Vania yang masih panas-panasnya.


Kenzo jelas melihat tayangan dimana Davin dan Vania saling mengikat janji di atas Altar.


"Cinta itu Bodoh." Gerutu Kenzo sambil menatap tayangan pernikahan Tuannya dengan lekat.


Lia yang baru saja datang, tak sengaja mendengar perkataan Kenzo.


"Cinta tidak bodoh Tuan. Cinta adalah kekuatan, Cinta adalah tempat dimana kamu kembali dan pulang. Anda hanya belum merasakannya. Anda akan merasakannya dan akan segera mengerti Tuan." Ucap Lia, lalu melenggang pergi.


"Belum merasakannya?"


"Aku sudah merasakannya, oleh karena itu aku mengatakan Cinta itu bodoh." Lirih Kenzo dengan mata menajam.


"Cinta hanya untuk melemahkanmu." Tambahnya lagi.


Sisi kelamnya dan masa lalunya tergabung menjadi satu. Membuatnya semakin muak mengingat semua hal itu. Membuatnya semakin berapi-api ketika kilatan-kilatan masa lalu itu muncul. Masa lalu yang membuatnya menjadi sosok berdarah dingin seperti sekarang.


Bersambung....


Hay.. Hay... Hay..


Akhirnya scene Kenzo muncul lagi. Kalian penasaran nggak ceritanya Kenzo? Kalau penasaran, aku udah buat beberapa part dan akan dipost sebentar lagi kira-kira sampai novel yang ini tamat.


Jadi stay tune terus beritaku selanjutnya di IG violet_slavny.



Dia Kenzo


Bye.. 😘💕