
Davin POV
Aku terbangun pukul 5 pagi dan mendapati Vania masih tertidur nyaman dalam pelukanku. Kutatap wajahnya sebentar, mengamatinya dengan lekat. Lalu mengangkat tubuhnya kekamar miliknya dan menempatkannya disamping temannya yang masih tertidur.
Aku tau, Vania masih belum nyaman mengumbar hubungan kami dengan sahabatnya apalagi jika sampai seluruh sekolahnya. Dia masih bersekolah, dan aku memaklumi itu.
Setelah menggendong Vania kekamarnya, aku kembali kekamar dan melanjutkan tidurku. Menyetel alarm pukul sembilan pagi, karna mungkin Vania tak akan sempat menjadi alarmku seperti hari-hari sebelumnya. Mataku kembali terpejam dan menghantarkanku kedunia mimpi.
"Sayang, bangun! Kamu hari ini kerja. "
Aku mendengar suara Vania yang halus memanggilku, ah.. Ini pasti mimpi.
"Sayang, bangun. "
Tidak ini bukan mimpi, aku bisa merasakan tangannya yang mengusap kepalaku lembut. Perlahan kubuka mataku dan mendapati Vania yang tersenyum kearahku.
"Sudah bangun? "Tanyanya dengan senyum lembut.
"Hmm. "Dehemku pelan, kulihat jam yang menunjukkan pukul 9 pagi.
"Bangun kita sarapan bersama dibawah. "Ucapnya lagi, lalu mencium keningku sebentar.
Kulihat ia bangkit berdiri namun dengan cepat kutarik tangannya dan menjatuhkan tubuhnya disampingku. Kucium harum tubuhnya yang Wangi dan aroma shampoo yang lembut dipenciumanku.
"Give me more minutes. "Ucapku pelan.
"5 minutes, deal? "Tanyanya.
"Okey. "Jawabku. Kutenggelamkan wajahku di ceruk lehernya, mencium aroma tubuhnya yang sangat kusukai.
***
Aku menuruni anak tangga sambil mengancingkan kancing dilengan kemejaku. Jasku kusampirkam diatas kursi dan duduk dikursi meja makan. Kulihat Vania yang menatapku tersenyum sedangkan yang lainnya menatap ku heran.
"Selamat pagi. "Kusapa Vania, dan kucium keningnya lembut. Vania membalas dengan senyum manisnya, sedangkan kulihat sahabatnya hanya menatap kelakuanku datar.
"Selamat pagi. "Jawab Vania.
"Hari ini aku akan pulang cukup malam. "Ucapku lagi. Ya memang aku sengaja pulang lebih malam menyibukkan diri dengan pekerjaan, dibandingkan pulang cepat tetapi kekasihku sibuk dengan yang lain tanpa ada waktu untukku.
"Apa perlu aku bawakan makan siang? "Tanyanya lembut sambil memberikan sepiring sarapan didepanku. Hhh.. Biasanya Vania akan duduk dipangkuanku dan dia akan menyuapiku. Sekarang, dikarnakan bocah-bocah ini aku harus menahannya.
"Tidak usah, aku akan makan siang bersama client. "Jawabku.
Author POV
Setelah mengantar dave kerja sampai depan rumah, Vania kembali masuk dn menemui sahabatnya yang masih duduk dimeja makan, walaupun sarapan mereka sudah habis.
"Van, sebenarnya kekasihmu itu sadar tidak kalau ada kami berempat disini? "Tanya viko heran.
"Iya, dia seakan tidak menganggap kami ada disini. "Tambah abel kesal.
"Dia tidak suka kami disini? "Tanya Ilham.
"Bukan.. Dia memang dingin dengan orang asing. Kuharap kalian mengerti. "Ucap Vania dengan wajah sedih.
"Sudah, untuk apa mempermasalahkan ini? Sekarang kita keruang perpustakaan aja, belajar disana. "Sam bangkit dari duduknya dan melangkah menjauh meninggalkan Vania, abel, viko, dan Ilham yang masih diam ditempat.
"Bukankah dia terlalu semangat? "Mereka saling bergidik datar Menjawab pertanyaan abel.
"Sebaiknya kita cepat sebelum dia marah. "Kata Vania sambil bangkit berdiri berjalan kekamarnya untuk mengambil buku dan segala alat perang belajarnya.
***
Vania masih sibuk belajar bersama sam diperpustakaan, sedangkan abel, Ilham, dan viko pergi entah kemana.
Sam menatap wajah Vania yang sedang mengerjakan soal yang sedang ia berikan. Sam menatap lekat perubahan wajah Vania, dan tak melewatkan satu detikpun.
"Kalau kita masukin kesini, pasti tambah ribet. Pakai rumus ini. "Vania bermonolog dengan dirinya sendiri, dan sam hanya bisa tersenyum menatap Vania.
"Selesai. 50 soal dalam 1 jam, sisa 2 menit lagi. Pak guru ini dia jawabanku. "Vania menyerahkan kertasnya ke sammy dan menatap antusias kearah sam yang mengecek jawabannya.
"Kamu salah 8 soal. "Jawab sam. Vania tersenyum senang dan menepuk tangannya unruk memuji dirinya sendiri.
"Aku belajar 5 bab dalam sehari. Luar biasa kan? "Tanya vania sambil menatap sam senang.
"Ini semua karnamu sam, terimakasih. "Kata vania.
"Masih ada 2 bab lagi, zee. Kamu belum bisa senang saat ini. "Kata sam, yang langsung membuat vania cemberut.
"Tetapi kita belum ada istirahat sejak sarapan sammy. "Ucap vania cemberut.
"Kita mulai belajar lagi jam 7 malam nanti. Sekarang sudah selesai. "Ucap sam yang tidak tega dengan wajah vania yang mulai cemberut.
"Yes. "Vania bersorak kegirangan sambil bangkit berdiri.
"Eh.. Kemana mereka bertiga? "Tanya vania yang baru tersadar dengan sekitarnya.
"Entahlah, mereka pergi setelah 20 menit mulai belajar. "Jawab sam santai. Sammy memang tidak menghalang mereka, karna mereka memang sudah mempelajari hal tersebut disekolah, mereka hanya perlu mengerjakan banyak soal saja untuk membiasakan diri.
"Ayo kita cari sam. "Ajak vania, menarik tangan sammy agar ikut berdiri. Sammy hanya menurut dan ikut kemana vania menariknya.
"Aku bahkan belum pernah menjelajah mansion ini sampai selesai. "Kata vania.
"Kalian lihat kemana sahabatku pergi? "Tanya vania saat mendapati dua pelayan yang tepat sekali lewat.
"Mereka ada diruang bermain nona. "Jawab salah satu dari mereka sambil menunduk.
"Aih.. Dimana lagi ruang bermain? Kita mencari sambil mengelilingi mansion ini saja, okey sammy? "Ucap vania.
"Terserah kamu saja. "Jawab sammy ala kadarnya dan Vania balas tersenyum senang.
"Nona tidak mau kami antar saja? "Tanya pelayan tersebut.
"Tidak usah, aku sekalian ingin mengetahui setiap sudut mansion ini. "Kata vania sambil menggeleng.
"Baiklah nona, kami permisi. "
Dilain sisi
Dave sedang memeriksa berkas-berkasnya dengan teliti. setelah makan siang diruangannya, dave kembali sibuk dengan pekerjaannya, ditambah hari ini jadwal meetingnya ternyata hanya satu kali. Dave sudah mengerjakan pekerjaannya untuk satu minggu kedepan.
Dan ia tak tau harus menghabiskan waktunya lagi untuk keesokan harinya. Bisa-bisa ia mengerjakan pekerjaannya untuk sebulan dalam 4 hari.
"Huh... Dia sedang apa? "Tanya dave sambil membayangkan vania dirumah.
"Aku merindukannya. "Kata dave lagi.
Dave memutuskan mengambil ponselnya dan menelfon kekasihnya. Dave menunggu hingga akhirnya vania mengangkat telfonnya.
"Halo. "
"Halo baby. "
"Dave, kamu sudah makan siang? "
"Sudah. Kamu? "
"Sudah. "
"Kamu sedang apa? "Tanya dave sambil bangkit berdiri dan menatap pemandangan kota dibalik kaca transparannya.
"Aku sedang istirahat setelah belajar. "
"Jangan berlebihan sayang, kepala kamu masih belum pulih total. "
"Iya. Kamu pulang pukul berapa? "
"Entahlah, kamu selesai pukul berapa? "Tanya dave lagi.
"Aku usahakan pukul sembilan, aku ingin makan malam bersamamu dirumah. Bisakah kamu pulang pukul sembilan? "Tanya vania dengan nada berharap.
"Aku akan pulang pukul sembilan. Aku begitu merindukanmu. "
"Aku juga. "
"Jika kamu dihadapanku sekarang, aku akan menerkammu saat ini juga sayang."
Terdengar suara vania terkekeh-membuat dave ikut tersenyum senang.
"Kalau begitu cepatlah pulang. "Dave tersenyum semakin lebar.
"Tunggu aku pulang. "
"Hmm.. Bye. "
"Bye baby. "Dave menutup telfonnya dan masih tersenyum senang. Ia melanjutkan membaca pekerjaannya untuk bersiap pulang secepat mungkin kerumahnya.
***
Vania menutup telfonnya dengan tersenyum lebar, masih membayangkan percakapannya tadi. Sam yang berada disampingnya, menatap kearah vania lekat.
"Zee. "
"Hmm.. "Vania menoleh kearah sam.
"Apa kamu bahagia sekarang? "Vania terdiam mendengar pertanyaan sam, dan menatap sam lekat.
Vania tersenyum dan mengangguk "aku bahagia dulu maupun sekarang, Walaupun sekarang aku lebih bahagia daripada dulu. Aku punya kamu dan yang lain, dan sekarang aku punya dave-rumah dimana aku pulang. "Kata vania. Sam perlahan tersenyum dan tangannya terangkat mengelus rambut vania.
"Aku senang kamu bahagia. "Ucap sam. Vania tersenyum senang, lalu memeluk sammy erat.
"Kamu udah seperti kakak dan keluarga buat aku. Bahkan melebihi keluargaku yang sebenarnya. "Kata vania lembut. Sam mengelus kepala vania naik turun dan ikut memeluk vania erat.
"Tetapi aku gagal menjadi kakakmu, zee. "Ucap sammy pelan. "Tidak ada seorang kakak yang mencintai adiknya. "Tambah sam lagi. Vania menghela nafas pelan, dan mengelus punggung liat sam.
Mereka saling berpelukan dikoridor yang begitu luas ini.
"Kamu pantas dapat yang lebih dari aku sammy. Kamu harus mencari kebahagiaanmu juga. "Kata vania.
Sam melepas pelukannya, dan menatap vania. "Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk mencari kebahagiaanku. Kamu tenang saja. Setelah ini jangan pernah menjauhiku karna ucapanku, kita jalani seperti dulu. Okey? "Vania tersenyum dan menangguk setuju.
"Yaudah kita lanjut cari mereka."vania melangkahkan kakinya dengan senang dan lanjut mencari ketiga sahabatnya yang lain dimansion besar ini.
***
Vania POV
Aku duduk manis disofa, sambil menonton salah satu kartun kesukaanku sejak dulu—Baymax. Kulirik jam yang menunjukkan pukul sembilan kurang 15. Setelah sahabatku makan malam, mereka langsung naik kekamar mereka dan aku lanjut belajar dengan sammy sampai selesai 15 menit yang lalu.
Aku bangkit berdiri dan melangkah menuju pintu utama, untuk melihat keadaan diluar. Jika aku duduk disofa, aku pasti tidak akan bisa mendengar mobil dave yang datang, karna rumah ini sangat kedap suara disetiap sudutnya.
Mataku menyipit keluar, saat kulihat cahaya mobil dave memasuki gerbang. Buru-buru aku membuka pintu dan berdiri diteras menunggu sampai mobil dave sampai dihadapanku.
Dia sampai.
Mobil dave berhenti dihadapanku, dan pintu penumpang terbuka menunjukkan sosok dave yang tersenyum menatapku.
Aku ikut tersenyum senang, dan berlari memeluknya.
"Aku rindu kamu. "Ucapku sambil menggosok pipiku didadanya.
"Aku juga. "Ucap dave ikut membalas pelukanku.
Dave tersenyum lebar lalu dengan gerakan cepat dia menggendong tubuhku untuk masuk kedalam rumah,secepat bibirnya yang langsung memangut bibirku lembut. Hingga ciumannya berangsung liar dan tanpa sadar dave sudah menggendongku hingga kekamar.
Aku tak dapat menolak, aku tak menyangkal aku merindukannya dan pasrah dibawah kendali malam ini. Melewati malam dengan ******* yang saling bersautan dibalut Bintang dan langit gelap menawan.
Bersambung.....
lanjut??????? mana suaranya??? 🤗
bye😘💕