
"Dave jangan marah. "Ucapku dengan wajah memelas. Sekarang aku berada dikamar dave yang begitu luas, untuk membujuk kekasihku yang sedang merajuk ini.
Dave masih terdiam duduk dikursi kerjanya sambil menatap macbooknya lekat. Aku mendengus, melihat dave yang masih mencuekiku. Dia masih marah dengan kejadian pemukulanku tadi.
"Huh.. Abel akan tidur bersamaku, dikamarku. "Ucapku langsung. Bunyi ketikkan jari dave diatas keypad langsung berhenti dan matanya langsung terangkat menatapku.
"Apa lagi sekarang? "Tanya dave marah
Sambil memukul mejanya kuat dan bangkit berdiri. Aku sempat tersentak, karna terkejut mendengar gebrakan tiba-tiba tersebut.
"Jangan marah. "Lirihku.
"Dirumah ini begitu banyak kamar kosong kenapa harus berdua denganmu? "Tanya dave kesal, sambil menatapku tajam.
"Dia takut tidur ditempat asing sendirian dave. "Jawabku pelan.
"Semenjak mereka datang, mereka selalu menggangu waktuku denganmu. "Ucap dave marah sambil menyugar rambutnya frustasi.
"Hanya sampai ujian selesai sayang, setelah itu aku akan menebusnya. Bagaimana? "Bujukku sambil menyentuh lengannya yang masih menegang marah.
"Aku nggak bisa tidur tanpa kamu. Aku nggak mau. "Ucap dave. Aku menghela nafas frustasi.
Aku berjalan mendekati dave yang memasang wajah marahnya. Kuelus kedua lengan bawah dave, mengisyaratkan dirinya agar tenang.
Lalu menggenggam kedua tangan dave yang terkepal, dan membuka kepalan tangan dave dengan lembut.
Kuangkat kedua telapak tangan dave yang sudah terbuka dan mengarahkannya kebibirku. Kucium lembut kedua telapak tangan dave lalu mengelus telapak tangannya lembut.
"Tidak bisakah kamu melakukannya untukku? "Tanyaku pelan dan menatap matanya yang juga menatapku.
"Seminggu seakan setahun sayang. Aku mana bisa. "Jawab dave dengan pandangan melembut sambil mengusap kedua pipiku dengan tangannya.
"Sesekali aku bakalan cari cara buat tidur sama kamu dikamar ini. Okey. "Ucapku membujuknya lagi. Dan mencium Puncak hidungnya serta kedua matanya lalu terakhir bibirnya.
"We have a deal, baby? "Tanyaku lagi. Dave menatapku lekat, lalu memeluk tubuhku erat dan menenggelamkan wajahnya dileherku.
"Aku pasti menjalani hari yang berat selama seminggu. "Ucap dave dengan nada sedih.
"Aku akan cari caranya okey. Sekarang ayok makan malam. "Ajakku sambil mengelus kepalanya.
"Aku nggak mau ketemu mereka dulu, bisa-bisa emosi ku meledak dimeja makan. "Jawab dave kesal, sambil memelukku semakin erat.
"Eughh.. Aku nggak bisa nafas. "Dave melepas pelukannya lalu menatapku lembut.
"Makanlah, aku nggak mau kamu sakit. "Ucap dave.
"Aku juga nggak mau kamu sakit. Aku antar makan malam kamu kesini, dan harus dimakan. Okey? "Ucapku dengan nada memerintah. Dave terkekeh sebentar lalu mengangguk pelan.
Aku melangkah keluar ruangan dave setelah mencium bibirnya lagi untuk kedua kalinya.
"I love you baby. "Ucapku lalu mengecup keningnya lembut.
"Love you too baby. "Jawabnya lembut.
***
Setelah mengantar makan malam dave kekamarnya, aku kembali kemeja makan berkumpul bersama sahabatku.
"Kamu udah beresin barang kamu dikamarku bel? "Tanyaku sambil duduk dikursiku.
"Udah van, makasih ya udah bolehin aku tidur sama kamu. "Jawab abel dengan senyum manisnya.
"Sama-sama. "Jawabku lagi tak kalah manis.
Kami menikmati hidangan kami dengan berbincang kecil dan tertawa sebentar.
"Kenapa kekasihmu tidak mau bergabung bersama van? "Tanya viko dengan raut tanya.
"Owh... Dia nggak enak badan, jadi malas makan kesini. "Jawabku dengan nada semeyakinkan mungkin, agar mereka tidak curiga.
"Kenapa kamu mau sih sama cowok dingin kayak dia van? Sekali lihat aja, aku langsung merinding karna auranya. Hihh. "Tambah abel sambil bergidik mengusap lengannya. Aku tersenyum menatap abel, sedangkan kepalaku mengingat kejadian manis antara aku dan dave, membuat senyumku semakin lebar.
"Haih.. Dia pasti lagi berkhayal. "Dengus Ilham, lalu menyadarkanku dengan menyentil keningku.
"Aws.. "Ringisku sambil mengusap keningku yang berdenyut.
"Jangan memukulnya! "Kurasakan tangan sammy mengusap keningku, sedangkan matanya menatap Ilham tajam.
"Iya.. Iya nggak bakalan pukul nona ratu lagi. "Gerutu Ilham dengan nada melongos.
"Makanya jangan berani pukul pujaan hati si sam. "Tambah viko, mengejek Ilham sambil tertawa kencang.
Kulirik Ilham sebentar, dan dia sedang tersenyum senang mendapat pembelaan dari adel.
"Wahh.. Aku beberapa minggu nggak masuk ternyata kalian— "
"Iya, kami pacaran 3 minggu. "Ucap abel langsung.
"Wahh, Kalian diam-diam? "Tanya viko dengan wajah terkejut, dan mata melotot.
"Iya. "Jawab Ilham.
"Woah.. Selamat. Apa kita rayakan malam ini dengan sedikit alkohol? "Tanyaku semangat sambil menatap kearah sahabatku bergantian.
"Yes.. "
"Tidak ada alkohol malam ini zee. "Aku melongos lemas mendengar ucapan sammy yang begitu tegas. Dan berhasil membuat ketiga sahabatku ikut melongos lemas.
"Satu gelas saja. "Bujukku dengan tangan telunjuk yang terangkat dan wajah imut andalanku.
"No.. Aku tidak akan terjebak rayuanmu kali ini. "Jawab sammy dan membuat aku langsung putus asa.
"Lusa kita ujian, besok hari tenang kita akan belajar dengan giat. Jadi tidak ada alkohol malam ini. "Ucap sammy dengan nada tak terelakkannya, dan berhasil membuat kami hanya menghela nafas pasrah.
"Hari ini istirihat saja setelah makan malam, besok kita baru mulai belajar. "Tambah sammy lagi. Dan aku hanya bisa mengangguk pasrah dengan wajah cemberut. Kami kembali melanjutkan makan kami dalam diam.
***
Kulihat jam didinding menunjukkan pukul 12 malam. Aku menatap kearah abel yang sejak tadi sudah tertidur pulas, untuk kembali memastikan keadaan.
Setelah pasti abel tidak akan bangun, aku menyingkap selimutku dengan pelan, dan turun dari ranjang dengan perlahan. Kutatap kearah abel sebentar, memastikan apa dia bangun atau tidak. Setelah yakin keadaan aman, aku melangkah keluar dari kamarku dan beejaln kekamar dave melalui lorong remang-remang ini.
Setelah menemukan daun pintu kamar dave, aku tersenyum senang dan membukanya dengan semangat. Kuedarkan pandanganku mencari sosok kekasihku yang ternyata masih berada di ruang kerjanya. Sibuk dengan macbook dan kertas-kertas didepannya. Bahkan dia tak sadar dengan kedatanganku.
"Dave. "Panggilku. Dave langsung sadar, dan menatap kearahku dengan pandangan senang.
"Baby. "Ucapnya.
Aku melangkah mendekatinya, dan memeluknya yang masih duduk di kursinya sedangkan aku berdiri.
"Ini sudah larut malam, kamu harus istirahat. "Ucapku sambil mengelus rambutnya. Dave menenggelamkan wajahnya diperutku dan tangannya memeluk pinggangku.
"Aku menunggu kamu dengan menyibukkan diri disini. "Jawabnya polos. Haih.. Bagaimana kekasihku bisa sepolos ini diwaktu yang berbeda, seakan-akan bahwa dia memiliki kepribadian ganda.
"Yasudah sekarang tidur dulu okey. "Ucapku lembut dan hanya dibalas anggukan oleh dave.
Kami berdua berjalan kearah ranjang dave yang besar dan membaringkan diri disana. Ku baringkan kepalaku dilengan dave dan kami saling berhadapan. Tanganku turun menyentuh ujung kausnya, dan menyusup mengelus perut kotaknya. Sedangkan tanganku sebelah lagi mengelus dadanya yang masih tertutupi kaus.
"Sebentar sayang. "Seakan mengerti kemauanku, dave langsung duduk sebentar dan membuka kausnya sehingga ia bertelanjang dada. Dave masuk kembali kedalam selimut dan aku langsung bergerak cepat memeluknya.
"Hmm.. Jadi mulai sekarang kamu tidur harus begini! "Ucapku sambil menutup mata menikmati kehangatan tubuh dave.
"Kalau kamu nakal aku tak akan mau. "Jawab dave sambil mengelus kepalaku. Aku langsung mendorong pelan dada dave dan menatap nya yang juga ikut menatapku.
"Kenapa? "Tanya dave melihat tatapan mataku padanya.
"Tenang saja, Aku yang akan merobeknya untukmu. "Jawabku dengan senyum miring. Dave langsung terkekeh dan mengeratkan pelukannya lagi.
"Kenapa kamu sangat pintar membuatku tertawa? "Tanya dave.
"Mudah saja, semua orang tak akan tahan dengan pesona yang terpancar dalam diriku, hanya dengan 15 detik, dan boom.. Mereka hanyut deh. Hehe"ucapku sambil tertawa.
"Aku tak akan membiarkan orang lain melihatmu melebihi dari 5 detik. "Ucap dave.
"Ya.. Atau kau akan mencongkel mata mereka. "Tambahku lagi dengan nada santai.
"That's my girl. "Aku tersenyum senang mendengar ucapan dave.
Kami menikmati malam ini hanya dengan berpelukan, membagi kehangatan dalam bahkan langit malam. Melewati pekatnya langit sampai berganti cerah.
bersambung.....
hay.... hay.... hay
ketemu lagi sama pasangan paling bucin didunia. Gimana nih kurang romantisnya? udah baper belum?
yaudah kalau belum tunggu part selanjutnya ya..
bye... 😘💕
26082019