
...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...
Tampak sosok Dave keluar dari dalam lift dan melangkah ke arah ruang tamu dimana Kenzo sudah menunggu. Bagaimana dia bisa tau?
Itu karena saat dia keluar dari kamarnya, Lia sudah berdiri siaga di depan pintu untuk memberitahu bahwa Kenzo sudah menunggunya di ruang tamu.
Dave yang tau pasti ada sesuatu hal penting, dia langsung berjalan cepat menuju ruang tamu untuk menemui Kenzo.
"Ada perkembangan?" Tanya Dave langsung setelah duduk di sofa.
"Tidak, namun aku menerima telpon dari mereka. Dia memakai pengubah suara dan telpon sekali pakai, namun ada hal yang mencurigakan." Ucap Kenzo berfikir keras.
"Apa?" Tanya Dave.
"Dia, mengincar istrimu."
"Sial, aku tau dia pasti akan mengincar Vania dan anakku. Mereka adalaha satu-satunya kelemahanku." Ucap Dave marah sambil memukul sofa dengan keras.
"Tidak, bukan itu. Dia tertarik dengan istrimu."
"Jangan membuatku semakin marah!" Ucap Dave geram. Dia benar-benar tak suka mendengar hal itu.
"Semua percakapan terekam. Kau bisa mendengarnya kalau tidak percaya." Ucap Kenzo sambil menyodorkan alat perekam kecil berwarna hitam.
Dave meraih perekam tersebut dan menekan tombol kecil di sana. Dia mendengar semuanya, bagaimana percakapan antara Kenzo dan orang yang mereka cari.
Bagiamana orang tersebut mengatakan bahwa istrinya menarik, dia mendengar itu semua.
Dave melempar alat tersebut dengan kasar ke atas meja, lalu menyugar rambutnya frustasi.
"APA YANG DILAKUKAN ORANG-ORANG TIDAK BERGUNA ITU?" Dave berteriak marah karena orang-orang yang dia pekerjakan sama sekali belum mendapatkan informasi apapun.
"Waktu mereka hingga besok." Ucap Kenzo dingin.
"Sebaiknya, segera temukan dia dan seret dia ke hadapanku!" Ucap Dave tajam dengan mata menyalang marah.
"Kita tak tau kapan dia akan menyerang. Berita baiknya, dia sama sekali tidak menunjukkan pergerakan apapun. Dia masih memata-matai dari jauh sambil menyusun strategi." Ucap Kenzo.
"JADI KAU MENUNGGU HINGGA DIA MENYERANG?" Dave kembali berteriak marah sambil bangkit berdiri dengan wajah menyeramkan.
"Sebaiknya tahan emosimu! Tidak ada gunanya jika kau hanya berteriak disini!" Ucap Kenzo dingin.
Dave menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba untuk mencari ketenangan. Dave kembali duduk di sofa dengan wajah geram.
"Kami semua berusaha yang terbaik untuk menangkapnya, yang perlu kau lakukan hanya menjaga istrimu baik-baik." Ucap Kenzo lagi.
"Sebaiknya temukan dia secepat mungkin!" Ucap Dave tajam dengan nada lamat.
"Dave."
Dave yang mendengar suara lembut yang memanggil namanya, langsung menoleh ke sumber suara dan menemukan istrinya berjalan keluar dari lift dengan wajah bantalnya.
Dave melempar senyum hangat pada istrinya. Vania duduk di atas pangkuan Dave dengan mata setengah tertutup. Wanita hamil tersebut memeluk leher suaminya dan menenggelamkan wajahnya di leher suaminya.
"Aku tidak menemukanmu saat bangun." Ucap Vania dengan nada sedih dan bibir cemberut. Hormon kehamilan mengubah Vania menjadi sangat manja dan tak ingin berjauhan dari Dave.
Hormon kehamilan memang benar-benar membingungkan. Entah apa lagi yang akan Vania lakukan ke depannya.
"Ada kenzo juga." Ucap Vania yang baru sadar keberadaan Kenzo. Kenzo yang pendiam, membuat Vania tak sadar keberadaannya yang juga duduk berseberangan dengannya.
"Maaf sayang." Ucap Dave sambil mengecup pelipis Vania.
"Apa aku masih harus di sini?" Tanya Kenzo dingin, sambil menatap kedua suami-istri yang sedang bermesraan di depannya.
"Kau bisa pergi." Ucap Dave.
"Tidak." Vania tiba-tiba berteriak sambil menatap Dave dengan wajah sedih.
"Aku tau. Tapi, aku juga tak ingin Kenzo pergi." Ucap Vania dengan wajah cemberut.
Kenzo hanya diam duduk dengan wjah datar, menunggu sampai dia benar-benar bisa pergi.
"Kenapa?" Tanya Dave bingung.
"Aku mau melihat Kenzo tersenyum." Ucap Vania. Dave tersenyum lucu, lalu menatap Kenzo yang masih duduk dengan wajah datar.
"Dia tidak pernah tersenyum padaku Dave. Tiba-tiba aku ingin melihatnya tersenyum." Ucap Vania dengan wajah menggemaskan.
"Dia memang seperti itu sayang, aku tidak bisa memaksanya." Ucap Dave sambil mengelus pipi Vania lembut.
"Tapi babies yang menginginkannya." Ucap Vania sambil mengelus perutnya. Dave menatap Vania dengan wajah gundah.
"Ken, tersenyumlah padanya sekali saja!" Ucap Dave menatap Kenzo.
"Tidak." Ucap Kenzo dingin.
Vania yang mendengar hal tersebut, langsung saja wajahnya berkaca-kaca ingin menangis.
"Sayang. Sial Ken, kau membuat istriku menangis." Ucap Dave menatap Kenzo kesal.
Vania tampak mengusap matanya yang ingin mengeluarkan air mata. Dave tampak mengusap pundak istrinya untuk memenangkannya dengan wajah kebingungan. Kenzo melihat bagaimana indahnya hubungan kedua insan tersebut.
Tiba-tiba Kenzo tersenyum ke arah mereka berdua. Senyum yang terlihat hangat namun tampak sedih. Vania yang melihat hal tersebut langsung tercengang dan berhenti menagis.
Kenzo kembali dengan wajah datarnya dan beranjak bangkit dari sofa.
"Aku akan pergi sekarang." Ucap Kenzo.
"Melihat kalian, membuat muak saja." ujar Kenzo dengan nada dingin.
Kenzo melangkah keluar dari Mansion tersebut, meninggalkan Vania dan Dave yang masih tercengang.
"Aku tak pernah melihatnya tersenyum seperti itu selama ini." Ucap Dave pelan.
"Dia tampan juga saat tersenyum sayang." Ucap Vania polos. Dave yang mendengar hal tersebut langsung memasang wajah tak suka.
"Katakan sekali lagi!" Ucap Dave tajam dengan wajah kesal.
Vania yang melihat hal tersebut langsung terkekeh kecil. "Maaf sayang." Ucap Vania sambil mengecup pipi suaminya dengan wajah menggemaskan.
Dave memeluk tubuh Vania erat dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.
"Kau hanya dapat memikirkanku di kepala cantikmu!" Ucap Dave.
"Iya.. Iya." Ucap Vania sambil terkekeh. Dave menggemaskan saat cemburu.
Bersambung...
Dave minta di belai😂🤣
Hay.. Hay.. Hay..
Ketemu lagi samaku, pacar Kenzo sesungguhnya😊(no hujat ini adalah fakta😜)
Aduuh nggak sabar aku mau post cerita Kenzo. Tapi nulis dua cerita yang lagi on going aja udah berat, apalagi tiga. Jadi kalian yang juga nggak sabar ketemu bang Kenzo, tunggu sampai novel ini selesai ya.
Like juga dong yang sudah membaca kalau kalian suka. Tinggalin jejak juga di komen.
Follo juga ig violet_slavny, aku mau nanya-nanya sesuatu di sana☺️
Bye.. 😘💕