
...Part ini sudah di Revisi, jadi mungkin pembaca lama akan mendapati sedikit perubahan namun tidak mengubah alur dalam skala besar. Terimakasih🙏...
Tak terasa kedua insan yang telah mengikat janji di hadapan Tuhan tersebut, sudah menghabiskan waktu tiga minggu berlibur di Indonesia. Dari Bali, Labuan Bajo, Lombok, hingga Jogja.
Dan akhirnya mereka akan kembali ke Manhattan hari ini. Vania sudah benar-benar merindukan Mansion mereka, serta sahabat-sahabatnya.
Vania belajar banyak hal di Indonesia. Dari belajar memasak makanan mereka yang begitu kaya rempah, budaya, tari dan adat yang mengagumkan, sampai pesona alamnya yang menawan mata.
Di tambah orang-orang Indonesia yang begitu ramah dan sopan, membuat Vania begitu menyukai Negara mengagumkan itu.
Usia kandungannya kini tak terasa sudah masuk minggu 18. Selama di Indonesia, Dave sudah mengajaknya kontrol kandungan sebanyak 3 kali. Pria itu tersenyum tiap kali melihat gumpalan di dalam perut bergerak dan berdetak yang artinya mereka hidup dengan sehat.
Perut Vania pun lebih besar dari ibu hamil 18 minggu biasanya, karena dia mengandung dua nyawa di dalam sana. Banyak orang yang mengira bahwa Vania sudah mengandung selama 20an minggu karena besar perutnya.
Hari ini adalah hari kepulangan mereka ke kampung halaman. Vania kini sibuk membereskan koper miliknya dan milik suaminya. Kalian pasti bingung, hari ini berangkat, hari ini juga beres-beres. Bagaimanapun, mereka tak perlu mengejar waktu karena menggunakan jet pribadi.
"Dave, ambilkan koper baru! Aku mau menyusun oleh-oleh." ujar Vania sambil menyuruh suaminya yang duduk tenang menatapnya.
Dave dengan patuh mengambil lima koper yang baru mereka beli, khusus untuk oleh-oleh yang melimpah. Untuk baju mereka saja hanya sepasang koper, namun untuk oleh-oleh membutuhkan lima koper.
"Teman-temanku pasti akan menerorku kalau aku tidak membawa oleh-oleh. Lagipula ini untuk beberapa pelayan, menurutku ini masih kurang untuk mereka." ucap Vania sambil menyusun oleh-olehnya ke dalam koper.
"Dave aku membeli ini untukmu." ucap Vania tiba-tiba.
Dave mengernyit melihat sesuatu yang di sodorkan istrinya. "Masker penutup wajah? Untuk apa?" tanya Dave bingung.
"Wajahmu terlalu memikat wanita jadi gunakan ini." jawab Vania enteng. Dave terkekeh mendengarnya.
"Biarkan saja, itu artinya mereka memiliki penglihatan yang bagus." ujar Dave. Vania menatap suaminya sinis.
"Kamu keenakan." cibir Vania, lalu melanjutkan kegiatannya.
"Dave." sentak Vania kaget. Dia mendorong tubuh Dave menjauh.
"Biarkan penjagaku yang melanjutkannya." ujar Dave.
"Aku ingin bermesraan dengan istri pencemburuku untuk terakhir kalinya di Indonesia." tambah Dave lagi.
"Dave." Vania menggerutu geram saat Dave menggendongnya ke atas ranjang.
"Biarkan aku menyelesaikannya dulu." ucap Vania geram sambil memukul lengan suaminya.
"Tidak." ucap Dave, lalu membaringkan tubuh mereka di ranjang.
"Aduh babies ke jepit." ucap Vania tiba-tiba. Dave langsung panik dan bangkit dari ranjang.
"Mana yang sakit, babies?" tanya Dave panik. Vania langsung memukul suaminya itu bertubi-tubi dengan wajah geram.
Dave mengaduh beberapa kali namun tersenyum geli. "Tunggu sampai ini semua selesai!" titah Vania tegas, lalu kembali ke tempat awal untuk mengemas barang-barangnya.
Dave pasrah dan duduk sambil membantu istrinya sesekali dengan menyerahkan barang.
Bersambung....
Jangan lupa like, share, Vote, dan Comment sebanyak-banyaknya.
Bye😘💕
See you