When DANGEROUS MAN Falling Love

When DANGEROUS MAN Falling Love
Part 17 - Lerry



Vania keluar dari gerbang depan dan menunggu kedatangan dave yang katanya akan menjemputnya. Vania merasakan ponselnya bergetar dan buru-buru ia melihatnya.



From : Posesive Man


Sayang 5 menit lagi aku sampai.


Love you.😘



To : Posesive Man


Aku menunggu didepan gerbang. Cepatlah!


Love you too.😘



Senyum vania terbit, lalu memasukkan kembali ponselnya. Sampai...



Bugh



Seseorang memukul tengkuknya dan dalam sekejab ia tak sadarkan diri. Sebuah mobil zeep mendekat, lalu ia mengangkat tubuh vania dan memasukannya kedalam mobil. Perlahan mobil tersebut melaju meninggalkan area sekolah.



***



Sudah 5 jam dave frustasi tak menemukan kekasihnya dimanapun saat ia menjemputnya disekolah. Matanya menatap kearah ponselnya yang menunjukkan pesan terakhir yang dikirim oleh vania.



From : Vania


Aku menunggu didepan gerbang. Cepatlah!


Love you too.😘



Dave mengusap rambutnya kasar dan menggenggam ponselnya kuat seakan ingin meremukkannya. Dave merasakan ponselnya bergetar dan secepat kilat ia mengangkatnya dengan wajah penuh harapan.



"Tuan, CCTV yang berada disekitaran gerbang tiba-tiba rusak dua jam sebelum sekolah bubar. "



"Shit.. Apa lagi? "



"Sepertinya ini penculikan tuan. "Jawab sesorang disebrang sana.



"Temukan lokasinya secepatnya atau


kau kupecat. Aku ingin satu jam dari sekarang."



"Ba.. Baik tuan. "



Dave menutup telfonnya dan mengusap wajahnya lelah. Vania menghilang seakan tertelan bumi. Bagaimana ia dapat bertahan lebih lama tanpa ada kejelasan mengenai gadisnya satupun.



Dilain sisi



Vania mengerjabkan matanya menatap ke sekeliling kamar yang terasa sangat asing dimatanya. Matanya mengerjap merasakan cahaya lampu yang menusuk matanya. Tangannya terasa kaku dan kakinya terasa mati rasa.



Vania melihat kedua tangan dan kakinya diikat dengan bentuk X diatas ranjang. Vania berusaha menarik tangannya mencoba melepaskan lilitan tersebut. Namun nihil ini hanya memperburuk tangannya sendiri.



"Damn. "Vania merutuk.



Cklek.



Vania terkesiap saat ia mendengar suara pintu terbuka dan memunculkan sosok seorang gadis sekitar berumur 23 tahun dan seorang wanita paruh baya elegan disampingnya.



"Lihat mom dia sudah bangun. "Ujar gadis muda itu sambil menatap vania remeh.



"Siapa kalian? "Tanya vania menatap kedua wanita tersebut tajam.



"Aih.. Tidak sopan sekali. Dimana sopan santunmu? "Wanita paruh baya tersebut berteriak marah kearah vania.



"Untuk orang seperti kalian tidak perlu mengunakan sopan santun. "Cibir vania dengan bibir mencebik.




"Iya mom, dia orangnya. "Jawab wanita tersebut. Vania menatap wanita itu lekat, dan seperti pernah melihatnya.



"Dia tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu kate. "Ujar wanita paruh baya tersebut.



"Apa maksudmu? Anakmu menyukaiku? Siapa? "Tanya vania kesal dan tak sabar.



"Anakku adalah seorang pria paling berpengaruh didunia ini. "Tambah wanita tersebut dengan wajah bangganya.



"Dia adalah Davin Anthonic Raveno dan gadis disampingku ini adalah tunangannya, Katherine Canberra. "Vania melotot tak percaya. Wanita didepannya adalah ibu dari dave, dan kate ini adalah tunangannya. Ah.. Dia ingat sekarang wanita yang menerobos masuk saat itu.



"Seharusnya, kau tau kapan waktu untuk menyerah karna dave hanya milikku. "Kate mencengkram rahang vania lalu menghempaskannya kasar.



"Mom, kita apakan dia? "Tanya kate menatap vania jijik.



"Apa ya? "



"Mom.. Sepertinya kita harus bergerak cepat sebelum dave menemukannya dan menghabisi kita. "Kate berbisik lirih ditelinga wanita tersebut dan sesekali menatap vania.



"Apa yang harus kita lakukan? "Tanya wanita tersebut.



tok.. Tok.. Tok



"Masuk! "



"Maaf nyonya, Tuan Davin datang. "Ujar pelayan wanita tersebut dengan wajah takut. Sontak wanita paruh baya tersebut dan kate terkejut dengan wajah ketakutan.



"Mom... Bagaimana ini? "Tanya kate khawatir.



"Ayo kita turun dulu! Tutup mulutnya agar dia tak bisa berteriak! "Ujar lerry lalu melangkah keluar lebih dulu menemui anaknya.





Bersambung...





hay.. hay.. hay.




ketemu lagi sama aku donkkkk.


Sebenarnya sih, ada beberapa komen yang yang bilang, ah pelakor mulu, komik sebelah juga selalu pelakor.



gini loh dalam sebuah hubungan percintaan itu nggak bisa dong mulus-mulus doang kayak muka artis korea. harus ada lika-kiku yang membuat mereka kuat. Dalam membaca cerita kita harus menikmati prosesnya, setiap rintangan yang mereka lalui, yang akan membuat mereka kuat dan saking percaya.



Percaya deh pelakor bukan cuman dikomik dan novel doang. nyatanya didunia nyata jugak ada.


Percaya juga deh kalau cerita ini nggak bakalan mirip kayak sinetron kok yang selalu ada saatnya pelakor menang, lalu sicowok menyesal.



Cerita ini jauh dari pelakor kayak gitu, apalagi dave nya kuat. Tapi spoiler dikit nih, entah 4 part lagi atau tiga, nanti si dave menyesal sama vania.



karna sebenarnya cerita ini tuh si davenya yang lebih berengsek. 😩😩 ya miriplah sama pelakor yang lainnya. Tapi ingat ada alasan kok dibalik semua itu. 😘




Bye... πŸ˜˜πŸ’•



jangan lupa share, like komen, dan tekan tanda favoritnya bye guys. πŸ’‹