We Just Broke Up

We Just Broke Up
Sembilan



Hari berlalu begitu cepat, semenjak kejadian itu inov tak pernah lagi muncul di hadapan sabrina,


Sabrina memutuskan untuk keluar dari perusahaan Bagas, dia sudah tak ingin melihat pria itu lagi,


Dan sekarang, di dalam otak nya hanya ada inov yang sudah pergi entah kemana...


Selain itu sabrina juga masih belum tau jelas, apa yang sudah bagas lakukan padanya, apakah bagas sudah berhasil melakukannya.. Atau tidak..


Sabrina sudah merasa sangat frustasi dengan semua ini.. Inov yang pergi begitu saja setelah menolongnya, dan bahkan inov juga sudah tak lagi tinggal di apartemennya yang dulu, para sahabatnya juga tak tau kemana inov pergi sekarang.


Sabrina menatap lurus kearah jalanan di luar sana, matanya terus saja memandangi jalanan yang sesekali terlihat mobil lewat.


" Na.. Elo baik baik saja..? Kok bengong terus sih..? Ini sudah dua bulan lhoo... Elo kayak gini.. "


Natalia menyentuh tangan sabrina, yang di sentuh hanya tersenyum.


" gue masih belum percaya, inov pergi begitu saja, bahkan dia gak ngasih kabar sama sekali.. "


Sabrina mengalihkan pandangannya. Dia sadar.. Kalau dia pasti menangis saat mengingat inov..


" gue juga gak tau kemana dia pergi... "


" mungkin... Dia sudah gak mau ketemu gue lagi.. Sepertinya bagas memang benar benar sudah perkosa gue.. Makanya inov kayak gini.. "


Sabrina sudah menangis sekarang, dia benar benar yakin... Ini alasan inov pergi.. Bagas sudah berhasil melakukannya.


Sabrina mengangkat kepalanya.. Rasanya dia sangat pening.. Mungkin dia sangat lelah karena menangis sangat lama..


" lo.. Baik baik saja..? "


Natalia merasa khawatir saat sabrina terus memegang kepalanya..


" gue jadi pusing.. Dan perut gue kayaknya... "


Belum sempat melanjutkan perkataannya sabrina sudah berlari menuju toilet.. Dia mengeluarkan semua isi perutnya, natalia yang mengikuti jadi sangat kaget..


" huuueekk.. Hueekk.. "


Sabrina mengeluarkan semua yang dia makan tadi..


Natalia memijit bahu sabrina.


" kayaknya elo sakit Na... Elo jadi kurang Makan setelah inov pergi... "


sabrina terduduk lemas.. Natalia yang melihat menjadi semakin panik..


" kita harus ke dokter.. Elo beneran sakit.. " Natalia menarik tangan sabrina.. Tapi sabrina menepisnya, dan itu sudah membuat natalia terdiam.


" Nat... Sepertinya.. Gue sedang hamil.. "


Natalia langsung menutup mulutnya dengan tangannya, dia tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar..


Sabrina malah memasang wajah mengerikan, dia menjadi seperti orang yang sudah tidak waras


" haha... Gue hamil nat.. Gue bener bener hamil... Dan ini bukan anak inov.. Tapi pria brengsek itu.. "


Sabrina tertawa tapi matanya mengeluarkan air mata..


Natalia langsung memeluk tubuh kurus sahabatnya itu..


" itu hak mungkin na. Kita kedokter dulu sekarang, ayo.. Elo hanya maag.. "


Natalia sudah ikut menangis sekarang, dia tak tega melihat sahabatnya seperti ini.


*******


Dan benar saja.. Sabrina positif hamil, natalia sudah menjadi sangat bingung dengan keadaan ini.


Natalia merasa kasihan melihat sahabatnya yang masih tidur di kasurnya, dia juga tidak tau apa yang harus dilakukan sekarang, Inov sudah pergi.. Sedangkan bagas? Natalia tidak mungkin meminta bagas untuk bertanggung jawab dengan kehamilan sabrina sekarang, walaupun dia sudah tau pasti.. Kalau sabrina sedang hamil anak Bagas.. Dan sekarang dia sudah tau betul.. Kalau bagas sudah berhasil memperkosa sabrina malam itu..


Natalia masih tak bisa tidur, dia masih saja memikirkan nasib sahabatnya ini, dia tidak mungkin membiarkan anak itu lahir tanpa ayah, dan juga.. Dia tidak mungkin menyuruh sabrina menggugurkan kehamilannya.


Malam ini.. Sabrina berdiri menghadap keluar sana, dia bisa melihat gedung tinggi menjulang disana, matanya menatap kosong keluar sana.. Dia juga sudah tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang.


" Na.. Makan yuk.. "


Suara natalia tak di gubris sama sekali, sabrina masih fokus dengan tatapan kosongnya.


Natalia mendekati sabrina, lalu menyentuh bahu dingin sabrina.


Natalia sangat khawatir setelah menyentuh tubuh dingin sabrina


" Na.. Badan elo dingin banget, ayo kita masuk. Nanti masuk angin.. "


Natalia merangkul tubuh sahabatnya itu,, lalu mebawanya masuk ke dalam kamar.


" Na.. Lo gak boleh kayak gini terus.. Itu gak baik untuk kehamilan elo.. "


Natalia tidak sadar dengan ucapannya, sabrina malah tertawa mengerikan sekarang..


" haha.. Untuk apa gue menjaga kesehatan gue..? Siapa gue.? . Gue sampah.. Gue menjijikkan... Gue hamil anak seorang bajingan.. Apa yang bisa gue lakukan..? lebih baik gue mati saja.. "


" inov sudah pergi.. Sedangkan gue..?? Meskipun inov kembali dan tau gue disini.. Dia tidak akan pernah nerima gue lagi.. Gue hamil anak seorang bajingan.. Bukan anaknya.. "


Sabrina menangis lagi sekarang.


Natalia hanya bisa memeluk tubuh kurus sabrina, dia bisa merasakan penderitaan sahabatnya itu.


Entah kenapa sekarang, natalia merasa kalau ini tidak adil untuk hidup sabrina.