
Harusnya kubiarkan saja wanita ini menderita, tapi entah kenapa hatiku merasa sangat kasihan padanya,
Kenapa dia tak bisa berjalan dengan betul, apakah begitu berat perut yang sudah buncit itu..?
Apakah itu benar benar anakku..? Aku gak bisa bayangin kalau aku menjadi seorang ayah, aku akan menggendong bayi lalu mengurusnya, merawatnya sampai besar..
Tapi aku belum pernah memikirkan akan punya anak, tapi sekarang.. Kecerobohanku ini...
Lihat dia..
Seakan akan tak ada penderitaan dalam hidupnya, dia masih bisa tertawa lepas bersama teman temannya, apakah kau akan baik baik saja jika anakmu lahir tanpa seorang ayah..?
Tunggu dulu... Apa yang sudah aku fikirkan?
Apakah aku akan menikahi dia..?
Itu tidak mungkin.
Tapi aku tidak tega melihatnya...
Dia tidak bisa membawa tubuhnya dengan benar, dia berjalan sambil terus saja memegang perutnya.
------
Sudah berapa bulan usia kandungan dia..? Apakah aku sudah gila sekarang..?
Setiap hari aku memperhatikan wanita sombong itu, dan aku tidak membiarkan sehari saja lewat, aku malah sangat ingin tahu apa saja yang sudah dia lakukan, ini sudaah sebulan lebih aku melakukannya, betapa bodohnya aku ini.
Kemana para sahabatnya ini..? Kenapa mereka membiarkan wanita sombong ini membawa banyak belanjaan?
Dia wanita hamil, dia tak boleh membawa benda berat..
Aah.. dari awal aku sudah tak yakin, mereka bisa menjaga wanita ini dengan baik..
Lihat saja.. Mereka tak menemani wanita ini saat belanja.
Aku harus membawa dia pulang ke rumahku, pembantuku pasti akan bisa merawatnya dengan baik..
" sabrina. Elo harus ikut gue sekarang.. "
Aku hanya ingin dia bersamaku sekarang.
" bajingan.. Elo mau apa.. Ha..??? Elo mau culik gue..? Ini kriminal.. " teriaknya.
Ah.. Aku tak peduli yang penting sekarang dia sudah bersama ku.
Setelah sampai dirumah aku menarik paksa tangannya, dan kini dia sudah berada di dalam kamarku..
Kupanggil para pembantu dirumah, kukatakan pada mereka agar memperlakukan dia dengan sangat baik, beri makanan yang bergizi, dan jangan pernah biarkan dia keluar dari kamar ini.
Aku kembali ke kantorku, entah kenapa aku menjadi senang sekarang, mungkin karena aku sudah berhasil membawanya kerumahku,
Ini sudah jam 10 malam.. Padahal aku sudah susah payah agar pulang lebih awal lagi tapi pekerjaan di kantor sangat banyak, semua ini karena aku sangat sibuk mengikuti wanita itu pergi kemana setiap harinya.
Aku membuka kamarku, dan aku sudah melihat dia tidur dengan lelap, sepertinya dia sudah tidak takut lagi untuk tinggal bersamaku,
Aku sudah mandi, dan aku bersiap untum tidur di sampingnya, tapi tiba tiba dia bangun dan langsung menodongkan sebuah pisau buah kearahku,
Ya Tuhan.. Pembantu sialan membiarkan wanita ini mengupas buah sendiri rupanya..
Aku lupa mengatakan kalau wanita ini agak gila..
" jangan deket deket.. Kalau lo maju sedikit saja.. Gue akan bunuh diri.. " katanya,
Aku bisa melihat dengan jelas kebencian di mata wanita ini.
" gue gak akan macem macem.. Lo harus tenang sabrina.. "
Kenapa dengan mudahnya aku berfikir wanita ini akan menjadi penurut, padahal sejak awal aku sudah tau kalau wanita ini sangat angkuh, kali ini aku harus mengalah..
Aku juga takut akan terjadi hal yang bahaya padanya.
" baiklah.. Gue keluar sekarang.. Besok.. Kita harus bicara.. " kataku.
Dan aku keluar dari kamar ku..
Padahal aku paling tak suka ada orang asing tidur di ranjangku.. Tapi wanita ini sekarang sudah menguasai kamarku.