
Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Waktu berlalu begitu cepat,sedangkan kehidupanku tetap seperti ini dan tak berubah.
Impian kehidupan yang bahagia telah sirna,impian yang sepertinya sudah aku catat dengan rapi kini sudah hilang tinggal rencana.
Aku sudah menikah,tapi aku masih mencintai kekasihku yang dulu.
Boleh tidak aku egois? boleh tidak aku mementingkan kebahagiaan ku saja?
Boleh tidak aku bahagia tanpa memikirkan orang orang di sekitarku?
Tanpa menyakiti mereka,keduanya.
Cinta itu rumit dan juga sangat sulit.
Cinta kadang melambungkan kita jauh tinggi keatas langit,
Dan kadang juga menjatuhkan kita kebawah dengan sangat keras.
Ada tiga pilihan dalam hidupku.
Anakku,
Suamiku
Dan dia pria yg aku cintai.
Jika aku memilih anakku saja,mungkinkah pria yang aku cintai menerima anakku?
Jika aku memilih suamiku,sanggupkah aku bertahan dengan hari hari yg penuh dengan penderitaan tanpa ada cinta dan hanya ada kebencian.
Aku harus bagaimana?
Apa yang harus aku lakukan?
Katanya cinta butuh pengorbanan,aku sudah berkorban banyak dalam percintaan.
Aku bahkan tak bisa mengambil keputusan walau aku sudah pasti tidak bisa lepas dari ikatan suamiku.
Aku mencintai inov,karena dia satu satunya pria yang mengisi hatiku selama ini.
Tapi inov...
Apakah boleh aku meragukan perasaanya sekarang?
Dia meninggalkan aku setelah mengetahui kejadian itu. dia menghilang sampai aku tak bisa lari dari takdir yang sudah siap mengancamku.
Aku harus bagaimana?
Anakku adalah anak suamiku...
Harusnya aku tetap bersama suamiku.
tapi aku tidak mencintai suamiku...
Lalu takdir apalagi yang harus aku terima?
Kebahagiaan yang ku cari sudah tak ada lagi.
Jika aku menghindar,semua masalah rumit akan kembali lagi.
Jika aku hadapi,aku pasti akan tetap kembali pada posisiku menjadi seorang istri orang lain.
Beberapa orang mengatakan,
Kau harus bijak dalam mengambil keputusan,agar kau tidak menyesal suatu hari nanti.
Orang dewasa pasti lebih bijak dalam mengambil keputusan.
Apakah aku sudah dewasa?
jika aku memilih cintaku...tentu saja itu menjadi egois karena tidak memikirkan putraku.
Ah...rasanya aku ingin menghilang saja.
Aku meletakkan kepala ku lagi di atas meja kerjaku,perasaan dilema yang amat sangat membuat aku merasa lelah seharian penuh ini.
Sudah tiba waktu pulang kerumah itu lagi,dan aku meninggalkan putraku bersama baby sister di rumah mewah itu.
Bagaimanapun aku tetap harus pulang kerumah itu.
oke kau harus pulang sabrina.
"Inov"liriku sambil tersenyum senang saat melihatnya.
Aku langsung berjalan lebih cepat agar bisa bicara dengan-nya,namun tiba tiba suara klakson yang menjengkelkan membuatku berpaling dari pandanganku.
Kulihat seseorang menurunkan kaca mobil dan kulihat sosok jahat itu sudah tersenyum padaku.
"Bagas?"
Aku tak percaya pria ini juga sudah berada tepat di hadapanku,sedangkan inov berada jauh di seberang sana.
"Masuklah"katanya dengan nada sombongnya,sepertinya dia sudah lupaa kejadian menjijikkan tadi pagi.
"Tidak"tolakku
"Tidak,kau pikir aku kesini untuk apa?"
"Mana aku tahu? kau yang datang kesini tiba dengan tiba tiba"
"Aku suamimu"Katanya dengan angkuhnya
"Iya,aku tau kau suamiku"jawabku dengan sinis
"Aku kesini menjemputmu sabrina"
"Tapi aku tidak perlu jemputanmu"tolakku dengan terang terangan.
"Kau lupa dengan wanita yang kau tiduri semalam?"tambahku lagi.
Bagas terdiam,tapi itu tidak membuatnya menyerah untuk mengganggu aku.
"Aku mabuk."jawabnya dengan santai.
What? mabuk? dengan mudahnya dia tidur dengan wanita saat mabuk?
ternyata kebiasaan buruknya sangat menjijikkan.
"Pergilah,aku akan pulang bersama sahabatku"tolakku
"Sahabat atau mantan kekasih?"
Deg! Bagaimana ia tau kalau ada inov disini.
"Aku melihat pria di sebrang sana terus melihatmu dengan senyuman bahagia,dan itu semakin membuatku yakin dialah pria yang tak bisa kau lupakan itu"katanya yang kontan saja membuat aku tak bisa berkata kata.
Kalau mereka bertemu,apa yang akan terjadi?
"Baiklah aku ikut denganmu"
Tanpa babibu aku sudah masuk kedalam itu tanpa peduli inov yang mungkin saja disana merasa heran.
Aku selalu merasa hal buruk akan terjadi jika mereka berdua bertemu.
Aku takut...
Apa yang akan terjadi jika mereka berdua bertemu dan membuat keributan.
"Hahaha...kenapa kau jadi sangat penurut?"tanya bagas dengan nada terheran.
"Diam dan ayo kita pulang"
Aku menolak bicara banyak dengan pria ini.
"Ini pertama kali aku menjemputmu"katanya yang mulai melajukan mobilnya.
"Aku hanya ingin menjadi pria baik di hadapan karyawanmu"tambahnya lagi
"Kau tak perlu mencari muka kepada mereka"
"Aku tidak cari muka,hanya mencari tau tentang dirimu"
"Bukankah kau sudah tau semuanya?"
"Tidak,belum semua...aku mulai penasaran dengan pria yang kau cintai itu"
Deg!
"Kau terlihat panik sabrina,"
Sepertinya dia menyadari kepanikanku yang sejak tadi berusaha aku tutupi.
"Atau jangan-jangan,Pria tadi benar benar adalah orang itu "