We Just Broke Up

We Just Broke Up
Tujuh



Setelah beberapa hari mngerjakan proyek di luar kota, sabrina merasa tenang, tinggal menunggu keputusan klien, besok pagi mereka harus kembali lagi kerumah masing masing, dan sore ini.. Sabrina sedang menikmati minumannya di restoran, matanya tertuju kepada sepasang kekasih yang saling menyuapi, sesekali si wanita bersandar di pundak kekasih nya itu.


Sabrina tersenyum, dia jadi ingat inov.. Entah kenapa rasanya keputusannya ini sangat bodoh, sudah 3hari dia tidak menghubungi inov, dan selama itu pula inov tak pernah menghubunginya juga, apakah kini benar benar putus..


Entah kenapa rasanya sesak sekali di dalam dada sabrina,


Rasanya dia sudah menyesali semua yang telah dia lakukan,


Sabrina menscrol layar hapenya.. Melihat history di dinding aplikasi sosial media nya, matanya tak henti berkedip saat melihat foto inov sedang di peluk beberapa wanita, sepertinya inov sedang menikmati pelukan wanita itu,


Dada sabrina terasa sesak, dia tidak sadar kalau air matanya sudah keluar,


Sepertinya keputusanku sudah benar, inov benar benar sudah bosan denganku, aku sudah tau itu... Dan selama ini dia menuruti semua keinginanku hanya untuk menyenangkan aku saja..


Sabrina menatap keluar, pikirannya sudah tak karuan, harusnya dia bangkit sekarang dan melupakan inov,


Setelah melihat history andre tadi, membuat sabrina merasa terguncang, dia tau ini permintaanya sendiri, meminta putus dengan inov.. Dan dia harus bangkit sekarang.


Kini kau harus menjalani hidup masing masing.


-------------------


Natalia terus mengscrol layar hapenya, dia tidak percaya kalau andre tega sekali memfoto sahabatnya itu saat sedang mabuk, natalia sudah berlari menuju apartemen inov, setelah sampai disana dengan cepat natalia memencet tombol bel pintu inov,


Beberapa menit kemudian pintu apartemen inov terbuka, dan ternyata itu Andre.


" hai.. Nat.. " sapa Andre, natalia tak menjawab sapaan Andre, dia memilih masuk menerobos andre yang masih berdiri di pintu.


Sampai di dalam, natalia langsung duduk di tengah tengah antara inov dan doni.


Mereka tau kalau natalia akan marah sekarang, semua ini karena Andre.


" jadi.. Bisa kalian jelasin.. Kenapa harus foto inov kalian post..? * tanya natalia


Andre langsung tertawa.


" kenapa..? Kenapa elo yang sewot..? Sabrina sudah putusin inov kan..? Tidak ada masalah dengan semua ini.. " kata Andre, ya.. Itu memang betul.. Tapi andre tak pernah berfikir apa yang sedang sabrina rasakan.


" Dre.. kita sahabatkan..? Kenapa lo malah kayak gini..? " tanya natalia


" ayolah.. Nat.. Mereka sudah putus "


" iya.. Gue tau mereka putus, tapi elo gak perlu post foto inov pas kayak gitu, elo gak tau kan kalau saat ini sabrina sedang sedih.. " tambah natali, dan kali ini inov sudah angkat bicara.


" Andre benar.. Karena kita sudah putus.. Harusnya tak ada masalah dengan foto gue itu " kata inov, dan andre langsung mengangguk.


Natalia terdiam begitu saja, kenapa juga dia harus mempermasalahkan sebuah foto.


" elo masih sayang sabrina kan..? " tanya natalia,


Tapi inov tak menjawab sama sekali.


" jawab gue nov.. Elo harus perjuangin sabrina, mungkin dia lagi kesal saat putusin elo " natalia mencoba memperbaiki hubungan sahabatnya itu, tapi inov malah tersenyum sinis.


" sabrina sudah bosan.. Dan gue juga sudsh bosan... Jadi biarlah... Lagian kita masih berteman kan.. "


Kali ini inov beranjak dari sofanya, dia berjalan menuju lemari pendingin.


Natalia merasa lemas.. Sepertinya tak akan bisa merubah keputusan keduanya.


" elo gak perlu susah payah nyatuin mereka lagi... Itu sudah keinginan mereka " kata Andre. Doni pun mengangguk membenarkan perkataan andre.


" entah kenapa.. Gue yang gak terima kalau mereka putus begitu saja "


Natalia sudah merasa putus asa


" nat.. Lebih baik elo pacaran sama gue aja.. Daripada elo sibuk mikirin hubungan orang lain.. " Andre. Perkataan andre membuat doni terdiam, dan mengalihkan pandangannya.


" haha.. Becanda aja lo.. " jawab natalia.


Tapi kali ini, andre terlihat serius.. Andre sudah duduk di lantai dan menggenggam tangan natalia.


" gue serius nat.. Lebih baik kita pacaran.. Gue udah lama suka sama elo.. " kata andre,


Itu membuat doni sangat canggung, dan sekaligus sangat kesal, entah kenapa kali ini doni sangat ingin membogem andre saat ini juga.


Inov yang melihat kecanggungan ini, langsung tertawa..


" hahahaha... Natalia gak akan tertarik sama cowok kayak elo.. "


Andre langsung menatap kesal ke arah inov, dan di sambut tawa oleh natalia.


" yaelah... Gue serius nat.. "


" haha.. Tapi gue gak mau..hahaha "


Natalia menganggap kalau andre hanya bercanda, padahal sebenarnya itu sangat tulus saat dia menyatakan perasaannya, sedangkan doni..


Dia ikut tertawa saja, walaupun sebenarnya sangat lega.. Karena natalia sudah menolak andre,


" oh iyaa.. Sabrina masih di luar kota..? " tanya doni.


Natalia langsung mengangguk,


" eh. Inov. Kayaknya Mantan elo itu udah ada yang naksir.. " natalia memberi informasi.


" ya.. Mungkin karena itu dia putusin gue.. " jawab inov.


" hahaha bisa jadi yah.. Kayaknya cowok yang naksir sabrina tuh... Anak pemilik perusahaan.. "


Deg.


Inov ingat saat sabrina bercerita tentang pria genit yang terus menganggu sabrina, kalau tidak salah, sabrina juga bilang dia harus satu team saat keluar kota nanti, saat sabrina bercerita tentang pria itu.. Sabrina terlihat sangat tidak suka dan merasa terancam.


Apakah pria itu akan macam macam pada sabrina?


" tunggu.. Sabrina cerita apa aja ke elo..? " tanya inov


" gak ada sih.. Dia cuman bilang kalau kamar hotel dia bersebelahan dengan anak bosnya ituu " jawab natalia.


Dan kini inov langsung menegang, dan sudah terlihat sangat panik.


" gue harus kesana sekarang.. " inov sudah meraih kunci mobil di meja, dan berjalan tergesah gesah..


" wooy.. Tunggu.. Elo.. Kenapa jadi panik gitu..? " teriak doni


" sabrina dalam bahaya.. Sepertinya cowok itu merencanakan sesuatu " jawab inov dan langsung menutup pintu.


Ketiga sahabatnya terdiam, lalu natalia dengan cepat menghubungi sabrina,


" hallo nat.. " sapa sabrina di sebrang sana.


" elo dimana sekarang,? " tanya natalia


" gue... Lagi jalan mau masuk kehotel.. Emang kenapa..? " tanya sabrina


" elo baik baik saja kan..? " tanya natalia


" hahaha.. Iya.. Emang kenapa..? " sabrina jadi heran dengan sikap sahabatnya ini.


" hmmm... Inov menuju kesana sekarang.. Katanya elo dalam bahaya... Apa cowok itu masih gangguin elo..? " tanya natalia lagi.


" ooh.. Si bagas.. Dia.. Sejak tadi gue gak liat dia.. Gak papa kok.. " jawab sabrina.


Dan kali ini natalia tersenyum, sepertinya inov sangat berlebihan dengan semua ini.


" ooh.. Ok deh.. Hati hati ya na.. "


Natalia memutuskan telponnya.


" gila kan si inov, dia pikir sabrina gak bisa jaga diri apa.. " kata andre.


Dan lalu mereka tertawa.


Sabrina yang masih memikirkan inov, sekarang inov sedang dalam perjalanan menuju kesana, dia tak habis fikir inov masih akan sangat khawatir padanya.


Setelah sampai di kamar hotel, sabrina bertemu dengan bagas, pria itu tersenyum mengerikan padanya.


" haaii, sabrina. Kita minum yuk.. Temen2 juga udah di sana.. " ajak bagas, dan sabrina sudah menggeleng.


" maaf.. Gue gak suka minum " sabrina menolak begitu saja.


" di bar gak cuma ada minuman keras, elo bisa minum soda atau jus disana " kata bagas lagi. Sabrina masih menggeleng dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Hhhh.. Gue gak mau terjebak dengan niat busuk bagas.. Sejak awal gue sudah curiga dengan pria ini.


Sabrina langsung duduk, dan langsung meminum jus yang ada di meja sofanya.. Dia juga tak berfikir lagi.. Kapan dia pesan jus..?


Setelah menghabiskan jus itu, tiba tiba kepalanya sangat pusing dan pandangannya gelap seketika.