
" Aku yakin.... kau ingin curhat kan? hahaha... wanita itu sangat hebat bisa membuatmu seterpuruk ini " ejek laura, entah kenapa menjadi kepuasan sendiri dalam dirinya.
Laura sangat ingin melihat bagas seperti ini, tergantung padanya dan meminta pelukan darinya.
" berhenti mengejekku, aku tak suka menjadi lemah di hadapan orang lain" ucap bagas tak suka.
" kau anggap aku orang lain? kita sudah sangat akrab selama di inggris, dan kau tetap mengatakan kalau aku ini orang lain? Ya Tuhan.. setidak berharganya kah dirku ini " ucap laura pura pura sedih.
Bagas pun mencubit pinggang laura.
" itu tidak lucu gadis tomboy... ayolah.. kita ini sahabat, maafkan aku" ucap bagas, ia tahu kalau wanita ini memang sangat peka dengan dirinya.
" Apa kau sangat mencintai dia bagas? "tanya laura hati hati.
Sebenarnya ada rasa sakit saat ia menanyakan hal itu.
Bagas hanya tersenyum sedikit, lalu mengangguk seakan ia tak rela mengakui kalau ia sudah mulai menyukai sabrina.
Laura tersenyum getir, tentu saja ada yang sakit di dalam hatinya.
" tapi dia tidak mencintai aku " jawab bagas selanjutnya.
Laura terdiam, ia tak yakin akan menemukan seorang wanita yang tak bisa mencintai pria sesempurna bagas, bahkan dirinya saja sudah tak bisa lagi menahan rasa sukanya ini terhadap pria di hadapannya ini.
" Laura... bantu aku agar dia bisa mencintaiku, hanya padamu aku bisa bicara seperti ini " pinta bagas dengan manjanya, bagas pun tidak segan memeluk laura dengan sangat erat seakan tak ingin sahabatnya ini menghilang dari hadapannya.
Bagas tak sadar kalau wanita yang sedang ia peluk merasakan gemuruh di dalam hatinya, jantung laura seakan berhenti berdetak saat bagas memeluk tubuhnya dengan tiba tiba.
Laura tak yakin kalau pria yang sedang memeluknya kali ini adalah bagas, rasanya ia ingin menghentikan waktu saja agar tak perlu berlalu begitu cepat.
Ini adalah pertama kali bagi laura mendapat pelukan manja dari bagas, bahkan seumur hidup... inilah pertama kali bagas bersikap lemah dan tak berdaya.
semua ini membuat laura semakin penasaran dengan wanita yang bisa membuat bagas menjadi lemah seperti ini.
*******
Sabrina memeluk tubuh mungil eros yang tertidur pulas, tanpa ia sadari waktu berlalu begitu cepat.
Eros sudah berusia 6 bulan, bahkan bayi ini pun sudah mulai tengkurap dengan sendirinya.
Tentu saja menjadi kebahagian tersendiri saat ia bisa melihat sendiri perkembangan anaknya setiap harinya.
Andai saja kau disini inov...
andai kau datang lebih cepat, mungkin kita sudah hidup bahagia...
Batin sabrina,
Entah kenapa ia merasa sangat dekat dengan inov, bahkan otaknya terus saja memikirkan inov.
Mungkinkah ia juga merasakan hal yang sama?
Mungkinkah inov juga memikirkan aku sekarang?
Apa kabarmu inov?
apakah kau baik baik saja selama berbulan bulan ini?
Aku bahkan tak bisa mendengar suaramu, aku tak bisa menemuimu..
aku benar benar terkurung disini...
hidupku menjadi lebih menyedihkan dari kisah Rapunzel...
Sabrina kembali menangis, ia terus menangis sambil mengelus lembut pipi eros.
*Semoga...
waktu berbaik hati menyatukan aku kembali dengannya...
semoga masih ada jalan keluar agar aku bisa kembali bersamanya..
aku berharap keajaiban datang padaku, merubah nasibku ini...
Aku sudah lelah menahan rasa sakit ini...
sampai kapan aku akan terus seperti ini?
Ya Tuhan.... jangan biarkan aku berjodoh dengan bagas...
aku tak mau hidup selamanya dengan pria sejahat bagas...
aku mohon....