We Just Broke Up

We Just Broke Up
44



Tubuhku terasa sangat lelah, ya tentu saja aku sangat lelah karena aku sudah melayani suamiku yang sedang mabuk, ah.. Kenapa aku begitu mudahnya di dapatkan, kenapa aku tak bisa menolak saat bagas meminta untuk melakukannya... Huaaah.. Aku sudah tau kalau dia sedang mabuk.. Tentu saja dia tidak akan sadar saat dia terbangun..


Jam masih menunjukkan jam 2 pagi, aku bahkan tak mengurusi anakku karena ketiduran setelah melakukannya dengan bagas, aku bahkan sudah melupakan anakku sendiri, untung saja ada baby sister yang bisa mengurus segalanya walaupun aku selalu mencoba mandiri saat mengurus anak.


Aku langsung mamakai bajuku dan melihat eros dulu sebentar dan ternyata baby sister sudah tidur bersama eros, baiklah.. Biarkan mereka istirahat aku tak akan mengganggunya.


Bangun jam segini membuat perutku sangat lapar, aku berjalan menuju dapur dan memasak apa yang bisa ku masak,


Dan akhirnya aku sudah makan, perutku sudah kenyang aku harus tidur sekarang, tapi entah kenapa aku tak merasa ngantuk, mungkin karena olah raga tadi.. Huaaah.. Tidak aku tak boleh mengingatnya... Itu kecelakaan... Lagian bagas mabuk kan..? Itu tak perlu di bahas lagi.


Dan kini aku hanya duduk dan menonton tv saja, aku benar benar tidak mengantuk dan kulirik jam yang menempel di dinding sudah menunjuk angka 3, namun aku masih belum merasa ngantuk, dan tiba tiba suara bagas mengagetkanku.


" kau masih disini? Apa kau tak merasa lelah setelah melakukan itu bersamaku..? " tanyanya, dan aku sangat kaget dengan pertanyaannya yang sangat blak blakan, aku merasa sangat malu pada diriku ini, bahkan bagas melakukannya dengan sangat sadar kan? Huaaah... Apakah dia sadar sudah melakukannya bersamaku..?


Bagas sudah duduk di sampingku dan memeluk tubuhku, dia mengecup lembut bahuku yang hanya memakai tank top, dan aku sudah merasakan darahku berdesir..


" kenapa kau begitu mempesona sabrina, aku bahkan tak bisa berhenti memikirkanmu " katanya dan tangannya sudah menggerayangiku dengan nakalnya, dan aku... Aku hanya diam saat dia sudah mulai menyentuh bagian intim tubuhku ini.


" kau ingin melakukannya lagi..? " tanya bagas, dan entah kenapa tubuhku menegang saat bagas mengatakan itu padaku, apakah aku masih ingin melakukannya lagi..? Bagas sangat ahli saat melakukannya tadi, bahkan aku mencapai puncakku berkali kali... Tapi tidak... Aku harus menolaknya... Ada inov yang sedang menunggu kehadiranku... Aku harus menolaknya..


" tidak.. Anggap yang tadi itu sebuah kesalahan, aku tidak mau melakukanya lagi denganmu " kataku dan langsung berdiri.


" tapi aku suamimu. " kata bagas yang kontan membuatku berhenti melangkah.


" apa maksudmu? Apakah kau sudah berniat ingin meninggalkan aku? " tanya bagas, dan kini rahangnya sudah mengeras. Aku sudah mulai takut melihat ekspresinya.


" ya.. Aku ingin bercerai " jawabku.


Tiba tiba bagas sudah mendorongku hingga tubuhku terpental menabrak sofa, aku hampir jatuh karenanya. Dia sangat kasar...


" dengar sabrina... Kau tak akan bisa bercerai dariku " kata bagas sambil mencengkram daguku, itu sakit.


" kita harus bercerai bagas, aku tidak mau kita menikah tanpa ada rasa cinta, ini bukan pernikahan bagas " kataku


" lalu menurutmu pernikahan itu seperti apa? Kita bahkan sudah melakukannya di hadapan semua orang " kata bagas


" ya.. Kita memang sudah menikah tapi aku tidak pernah mencintaimu bagas... Aku tidak bisa.. "


Dan kali ini bagas sudah menarik tanganku dengan kasar dan mendorongku hingga jatuh tersungkur ke lantai.


" katakan kalau kau tidak mencintaiku " katanya sambil terus menarik rambutku, Ya Tuhan apa ini..? Apakah aku salah mengatakan kalau aku tidak mencintainya..? Kenapa bagas jadi seperti ini? Apakah memang begini sifat bagas yang sebenarnya..?


Aku takut,.