
Dengan penuh drama aku meminta ijin ke bagas agar dia memberikan ijin padaku untuk keluar pagi ini, dan akhirnya dia mengijinkan aku untuk pergi, meskipun minggu minggu ini menjadi hari paling rawan untuk tiba tiba melahirkan, aku malah takut melahirkan saat bersama bagas, aku takut dia marah marah saat aku tiba tiba sakit perut, lebih baik aku ditemani sahabatku saat melahirkan.
Aku duduk di kantorku setelah bertemu alexa dan juga sabrina, setelah beberapa saat aku menyelesaikan tugasku yang belum kelar saat di tinggalkan sebulan yang lalu, ya.. Aku sudah menikah sebulan lebih dengan bagas, sekarang keadaanya sudah hampir baik baik saja, aku menikmati hidupku bersama orang yang tak pernah aku cintai, ya tak masalah jika aku tak mencintainya.. Mungkin saja suatu hari nanti aku bisa membuka hatiku padanya.
Meskipun sikapnya sudah sangat baik padaku, tapi aku belum bisa menerima dia seutuhnya, dan aku berharap aku bisa menerimanya bagaimanapun caranya.
Memang tak mudah saat aku harus memaafkannya, kejadian di masalalu membuatku tak ingin melihatnya lagi, tapi aku harua menerima kenyataan yang ada, bagas adalah ayah dari anak yang aku kandung sekarang, meskipun masih benci tapi aku harus tetap berusaha.
Aku keluar sebentar melihat pengunjung yang ramai dan aku tak tau apa yang sedang para karyawan bicarakan, mereka terlihat sangat senang saat melihat pengunjung yang duduk di sana, dia seorang pria yang sangat tampan katanya, dan aku tersenyum melihat karyawan perempuanku yang senang sekali melihat pria itu,
Sekilas aku pikir aku pernah melihat orang itu, tapi aku sudah tak peduli dan memilih untuk mengunjungi alexa di dapur,
Alexa tersenyum melihat aku yang sudah berdiri di ambang pintu.
" Boss... Apakah kau ingin makan sesuatu? " tanyanya, dan aku menggeleng, aku sedang masa diet karena berat badanku naik pesat, dokter menyarankan agar aku diet karena takut berat badan bayi yang naik.
" lebih baik boss duduk santai saja, kudengar ada pria tampan mengunjungi kafe kita " saran alexa dan itu membuatku tertawa, aku ingat dulu saat aku masih sering disini aku selalu memperhatikan pelanggan yang ganteng, secara waktu itu aku masih sendiri, dan sekarang saat aku sudah menikah aku sudah takut untuk melirik pria lain, bagaimanapun aku harus menghargai statusku yang sudah menikah ini.
" tidak sekarang, aku sudah menikah " kataku dan alexa sudah tertawa
" tentu saja.. Boss orang yang sangat setia " katanya sambil kembali melakukan tugasnya,
Tiba tiba hapeku bergetar, dan itu telpon dari bagas, dengan ragu aku mengangkat telpon darinya.
" ada apa? " tanyaku
" 10 menit lagi aku menjemputmu disana, cepat tunggu aku di luar " katanya,
Bukan bagas namanya kalau tak memerintah. Dan menyetujuinya begitu saja, aku hanya tak suka berdebat dengannya.
Aku sudah berdiri di luar menunggu tuan bagas datang, setidaknya aku tak membiarkan dia menungguku kan?
Dan tiba tiba seseorang menyenggolku dan itu hampir membuatku terjatuh.
" maaf bu.. Apakah ibu baik baik saja? "
Pria itu dengan refleks menarik tubuhku yang sudah tak ringan lagi, dia menahan tubuhku agar tak terjatuh.
Dan aku mendongakkan kepalaku, dan aku shock saat melihat siapa pria itu.