
Aku masih berdiri di loteng, aku masih memikirkan permintaan bagas, haruskah aku tidur dengannya malam ini, ah tidak.. Bagaimana mungkin aku akan melakukan seperti itu dengan pria ini lagi, aku merasa sangat takut...
Aku ini sedang hamil besar dan aku sudah mengatakan padanya tadi, tapi dia berkata kalau hamil besar seperti ini sangat di anjurkan untuk berhubungan intim dengan suami.
Ya Tuhan... Apakah tak ada permintaan yang lain? Kenapa di dalam otaknya hanya ada hal seperti ini..
Suara bagas mengagetkan aku, entah kenapa aku jadi semakin takut untuk dekat dengannya
" aku tidak akan memaafkan sahabatmu, jika kau menolak permintaanku " katanya dengan senyuman mengerikannya.
Aku sudah menelan ludahku dengan susah payah, ancamannya membuat tenggorokanku sangat kering.
Bagaimanapun... Semua ini akan tetap terjadi kan? Lebih baik aku terima saja permintaannya.. Toh aku sudah menikah dengannya, dan juga demi keluarga andre Aku harus menerimanya.
Aku menarik nafasku dengan berat, dan akhirnya aku melangkahkan kaki dengan sangat berat menuju kamar bagas.
Keringat dingin membasahi tubuhku, aku merasa sangat gugup, kulihat bagas sudah tersenyum padaku,
Aku sudah naik ke atas kasur di samping bagas, jangtungku sudah berdegub sangat kencang,
" jadi. Apakah kamu sudah setuju malam ini? " tanya bagas,
Dan dengan bodohnya aku sudah mengangguk dan setuju.
Bagas merasa sangat menang sekarang, dia sudah meraih wajahku agar lebih dekat dengannya, dan kini dia sudah melumat bibirku dengan sangat lembut, ya setidaknya dia tidak kasar.
Tangannya sudah mulai *** payudaraku dan! Tentu saja sangat susah karena di halangi perut besarku ini, bagas masih tersenyum.
Dia berbisik pelan di telingaku.
Pipiku rasanya sudah hangat, aku merasa malu sendiri dengan ucapannya barusan.
Aku merasakan sesuatu perlahan menerobos masuk di bawah sana, aku menutup mulutku agar tak mengeluarkan desahan, dan benar saja... Dia melakukannya dengan sangat pelan, dia juga memeperlakukanku dengan sangat lembut, tangannya mengelus lembut perutku yang sudah sangat besar,
Samar samar aku mendengar desahannya, dab aku sangat ragu.. Apakah dia bisa merasakan kenikmatan saat melakukan hal ini bersama wanita yang sedang hamil, bagas sedikit mempercepat gerakannya dan aku juga sudah mulai merasakan kenikmatan, sebenarnya aku tak menikmati semua ini, hanya saja aku harus melakukannya untuk sahabatku,
Dan beberapa menit kemudian, bagas sudah mengerang merasakan kenikmatannya,,
Lalu dia mengecup dahiku sangat lama, dan kembali membisikkan kata terima kasih di telingaku.
-----------
Mataku terbuka karena sinar dari jendela, kulihat sudah taka ada bagas di sampingku, sepertinya aku sudah kesiangan,
Dan di meja sudah susu yang masih hangat, sepertinya bagas baru saja meletakkannya disini.
Ada sebuah kertas yang bertuliskan pesan untukku, apakah ini tulisan tangan bagas.?
Terima kasih untuk semalam, aku akan mengurus semuanya, tenang saja aku bukan orang yang tak menepati janji.
Jangan lupa minum ini setelah membaca pesanku, aku tau kau sangat lelah semalam.
Aku tersenyum membaca pesannya, dan akhirnya dia memaafkan andre meskipun aku harus menjual diriku sendiri padanya, semoga semuanya akan baik baik saja,
Setelah meminum susu yng bagas berikan, aku langsung kekamar mandi, aku akan pergi ke kafeku lagi sekarang, dan aku akan berbagi kebahagian bersama sahabatku, aku akan minta ijin lagi padanya, bukankah aku sudah memberi banyak semalam?