
Natalia berjalan tergesa gesa, kini dia sudah sampai di ruangan manager, dia sudah menerobos masuk ke ruangan milik bagas, meski tadi ada acara kejar mengejar dengan para resepsionis dan satpam.
Ya.. Natalia memaksa menerobos masuk keruangan bagas.
" Braakk..!! "
Natalia membuka keras pintu ruangan bagas, dan pria yang duduk di kursi kedudukannya menjadi sangat kaget di buatnya.
Bagas melotot kearah wanita yang sama sekali tak dia kenal.
" Ada apa ini..? Kenapa seorang wanita tidak punya sopan santun..!! "
Bagas sudah bangun dari kursinya.
Plak.!!!
Satu tamparan hinggap di wajah mulus pria itu.
" apakah pria seperti mu cocok di hormati,??? Elo pria brengsek.. Bajingan..!!! Elo yang sudah merusak hidup sahabat gue...!!!! "
Natalia sudah memaki bagas sekarang, natalia sudah tak bisa menahan emosinya kali ini.
" elo bajingan..!!! "
Natalia dengan gagahnya menarik kerah baju bagas, bagas reflek mendorong tubuh natalia, sebenarnya bagas tidak ingin membalas kegarangan wanita ini, tapi dia terpaksa mendorong, saat tangan wanita ini mulai menarik bajunya... Meskipun sejak tadi natalia sudah menamparnya.
" tunggu.. Apa sebenarnya yang elo bicarakan.. Gue gak ngerti "
Ya.. Tentu saja bagas sangat bingung dengan perlakuan wanita ini yang sangat tiba tiba.
" Sabrina.. Lo inget cewek itu..!! ? "
Bagas mengernyitkan dahinya, ya.. Tentu saja dia sangat ingat dengan wanita angkuh yang selalu menolaknya.
" ooh.. Dia.. Lalu apa yang terjadi sekarang? Kenapa elo tiba2 main tampar gue.. Gue bisa panggil satpam sekarang juga... "
Natalia sangat geram mendengar bagas yang hanya berkata oh..
Natalia melihat bagas kembali duduk dan dia benar benar menelpon satpam.
" lo bener2 pria bajingan.. Elo penjahat... sekarang Sabrina hamil, semua itu gara elo.. Cowok ***...!!! "
Natalia masih memaki, dia semakin keki.. Karena bagas masih saja diam dan hanya sibuk merapikan pakaiannya yang rusak tadi.
" heeei..!!!! Lo denger gak..!!Sabrina... Dia hamil.. "
Natalia melempar tempat pulpen, dan itu tepat kena kepala bagas.
Kali ini bagas benar benar geram dengan prilaku wanita ini. Kini bagas sudah berdiri dan berjalan mendekati natalia.
" heeh.. denger baik.. Baik.. Gue gak peduli.. Sabrina mau hamil mau aborsi atau mau mati sekalipun.. Itu hukuman. Karena menjadi cewek sombong selama ini.. "
Bagas mendorong natalia hingga natalia hampir terjatuh.
Natalia sudah sangat lemas, sebenarnya dia sangat yakin, bahwa hal inilah yang akan terjadi, dia tau bagas tak akan pernah peduli sedikitpun tentang sabrina.
Kini sia sia sudah, sebenarnya natalia sangat ingin menolong sahabatnya itu, tapi semua ini seakan mustahil, inov pergi entah kemana, dan bagas... Aah.. Pria brengsek seperti dia tak bisa di harapkan.. Sekarang saja.. Dia sudah sangat tak peduli sekali.
Natalia sudah masuk ke dalam apartemen sabrina, seperti biasa.. Natalia selalu melihat sabrina dalam keadaan tidur di kasur, entah dia benar benar tidur atau menangis..
" Na.. Udah makan belum..? " tanya natalia sambil berjalan mendekati sahabatnya itu, dan kini dia sangat kaget melihat keadaan sabrina yang sudah menyayat urat nadinya, darah mengalir dari pergelangan tangan sabrina yang bergelantungan di pinggir ranjang..
" Kyaaaa....!!! Sabrinaaa...!!! "
Natalia berteriak histeris, melihat keadaan sabrina, natalia sangat bingung, lalu dia menelpon doni untuk datang ke apartemen sabrina.
Dan setelah beberapa menit, doni benar benar datang bersama andre, dan mereka membawa sabrina kerumah sakit.
******
Natalia masih bersandar di bahu doni, dan andre juga sedang menepuk bahu natalia, sekarang kedua pria di sampingnya sudah tau kalau sabrina sedang hamil.
" kita harus bilang sama inov " Andre sudah bicara sekarang,
" tapi.. Kita gak tau dimana inov sekarang. "
Jawab nataliaa
" kita tau dimana inov.. Sebenarnya inov sekarang berada di luar negeri, setelah kejadian itu, kakek inov meninggal, dan sekarang inov melanjutkan usaha kakeknya di luar negeri. Makanya dia tidak sempat memberi tahu segalanya ke sabrina.. " jelas andre.
Dan kali ini natalia sangat jengkel dengan kedua pria ini.
" kalian bener bener jahat ya.. Gue selalu bilang kalau sabrina lagi nyariin inov, tapi kalian diem aja.. "
Sabrina mendorong bahu kedua sahabatnya ini. Tentu saja natalia sangat kesal.
" maaf.. Tapi itu permintaan inov " jawab doni,
" inov gak mau sabrina tau.. Dia pergi kemana. "
" tapi sekarang keadaannya sabrina sedang hamil don.. " sela natalia.
" ya.. Tapi masalahnya adalah.. Itu bukan anak inov.. Tapi anak si brengsek itu. " potong andre dengan cepat. " gue bener2 pengen hajar si bagas itu, dia krimanal bro.. Kita harus laporin dia ke polisi " andre sudah merasa sangat emosi saat mengingat bagas.
" gak bisa gitu.. Kejadian ini sudah lama.. Dan saat itu sabrina juga gak mau laporin bagas ke polisi "
" ya.. Itu kesalahan sabrina karena membiarkan pria *** itu hidup dengan bebas.. " andre benar benar sangat kesal sekarang.
Natalia sudah menangis sekarang, bagaimana kalau orang tua sabrina tau kalau sekarang sabrina sedang hamil.
Natalia sudah tak bisa berfikir lagi sekarang, dia benar2 sangat kasihan dengan keadaan sahabatnya ini,
Dokter masih belum keluar juga, semoga sabrina baik baik saja sekarang.