
Kami berempat sudah menghabiskan minuman masing masing, dan andre sudah menceritakan semua yang telah terjadi, dan aku baru tau kalau andre kembali memukul bagas di kantornya, oleh karena itu bagas menjadi sangat dendam padanya,
Aku tau andre tak pernah bisa menahan emosinya..
Dia memang sangat kasar dan akhirnya inilah yang terjadi, bagas memang selalu mengandalkan kekuasaannya untuk melakukan segala hal.
" sepertinya gue harus melakukan seseuatu " kataku,
Andre langsung menolak.
" untuk apa? Jangan pernah lo lakukan hal apapun untuk meminfa simpati dari pria itu "
" tapi ndre.. Ini tentang keluarga elo, elo jangan hanya mengandalkan emosi elo aja, semua ini gak akan terjadi kalo bukan karena gara gara ada gue dalam hidup kalian.. "
Aku tau, semua ini karena aku kan? Semua ini salahku, akulah yang membuat kehidupan sahabatku menjadi sulit, dan kenapa takdir seperti ini? Seakan akan aku yang meneyeret mereka dalam masalah.
" sabrina.. Plis jangan nyalahin diri elo, ayo kita selesaikan bersama " kata Doni
Aku mengangguk, dan tentu saja aku tak akan diam saja dengan semua ini, dan setelah ini aku harus bicara dengan bagas secepatnya.
Aku menikmati saat bersama para sahabatku, aku tau waktuku akan sedikit untuk mereka sekarang, bagas sangat egois, dia tak akan pernah membiarkan hidupku tenang sekarang, dan sekarang aku sudah tau kebenarannya.
Natalia sudah mengantarku pulang kerumah bagas, dan ini masih sore tentu saja bagas belum pulang, aku langsung berbaring di kasur yang empuk ini, mataku terus menatap langit langit kamar ini, otakku mulai kembali memutar sebuah film masa laluku, dan aku sangat menikmatinya hingga air mataku sudah mengalir,
Entah kenapa setelah aku datang ke apartemen doni aku menjadi semakin merindukan inov, aku sangat merindukannya..
Semua ini terjadi setelah aku memutuskan hubunganku dengan inov, andai saja rasa bosan itu tak pernah menghampiriku mungkin saja aku masih bersamanya, dan mungkin saja sekarang aku sudah menikah dan mengandung anaknya..
Aku kembali meneteskan airmata, aku masih sangat mencintai inov, aku belum bisa melupakannya.
Hai waktu... Bisakah kau mempertemukan aku kembali dengannya? Bisakah kau berikan kesempatan padaku untuk meminta maaf padanya?
Aku mohon.. Pertemukan aku dengannya, dan biarkan aku merasakan kembali pelukan hangatnya...
Aku benar benar sangat menyesal karena menjadi bosan..
Aku ingin memperbaiki lagi, meskipun ini sudah sangat terlambat,
Inov sudah menikah, dan aku pun juga sudah menikah...
Aku tertidur, mungkin karena lelah menangisi masa laluku dan seluruh ruangan ini sudah sangat gelap, sepertinya sudah lama aku tertidur.
Bagas.. Apakah pria itu sudah pulang? Aku beranjak dari ranjang dan langsung membersihkan badanku yang masih terasa sangat lengket, aku ketiduran dan belum sempat mandi tadi.
Setelah selesai mandi aku sudah melihat bagas duduk di ranjang dan sudah memakai piyamanya.
Jujur saja aku sangat kaget saat melihatnya.
" apa tidurmu sangat nyenyak? " tanyanya sangat dingin, aku hanya menjawabnya dengan anggukan.
" ya.. Sangat nyenyak sampai kau tak sadar kalau aku sudah pulang "
Entah kenapa dia terlihat sangat kesal karena di tinggal tidur.
" apakah sahabatmu sudah melapor? " tanyanya, dan itu sudah mengingatkan aku kepada andre.
" aku mohon.. Lepaskan keluarga andre " pintaku, dan sudah jelas bagas tersenyum dengan angkuhnya, aku tau tak mudah baginya menerima maaf dengan mudahnya.
" gampang.. Suruh dia meminta maaf sendiri padaku " katanya lagi.
Dan itu tidak mungkin, andre tak akan pernah mau meminta maaf pada pria ini.
" bisakah aku saja yang meminta maaf? "
Perkataanku membuatnya menatapku dengan tatapan yang sangat mengerikan.
" apakah dia sudah memerintahkanmu? Atau kau sengaja membela dia tanpa sepengetahuannya? Aku tau dia tak akan meminta maaf padaku " katanya.
Dan itu benar, aku hanya ingin mewakili sahabatku meminta maaf, andre tetap pada pendiriannya, dia memilih tetap hancur dari pada meminta maaf pada pria ini.
" baiklah.. Aku memaafkanmu, tapi... Kau harus memberikan hak ku sebagai suamimu "
Dan perkataannya membuat tubuhku kaku, aku tau tak ada yang gratis jika meminta sesuatu darinya.
Bagaimana ini apakah aku harus tidur dengannya malam ini? Aku bahkan tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, aku sedang hamil besar, bagaimana bisa otaknya masih saja sangat mesum.