
Siapa yang bisa menebak pria jahat sepertiku menjadi lemah saat melihat seorang wanita melahirkan anakku sendiri? Aku bahkan tak percaya melihat dengan langsung bagaimana proses melahirkan Terjadi, aku benar benar tak bisa menyangka seoarang wanita bisa mengeluarkan bayi sebesar itu, dan bahkan dia dengan susah payah mengeluarkannya, dan aku yakin itu sangat menyakitkan.
Aku berjanji tak akan pernah menyakiti seorang wanita mulai sekarang, terima kasih sabrina.. Kau membuat aku menjadi sangat berarti sekarang kau membuatku sadar untuk menghargai seorang wanita sekarang.
Sudah seminggu aku menjadi ayah sejati, aku merawat anak ini dengan suka hati, dan aku juga merawat istriku yang masih merasa sakit karena jahitan di bagian jalan lahir, aku juga menggendongnya saat akan kekamar mandi meskipun dia selalu berkata kalau dia masih bisa berjalan sendiri tapi aku tetap memaksa untuk menggendongnya, aku tau dia masih sangat kesakitan.
aku bahkan memilih untuk cuti di kantor selama sebulan penuh, karena harus mengurus anak dan istriku, dari saking senangnya aku tak bisa tidur karena ingin terus menatap wajah imut anakku ini.
" Bagas.. Kau harus tidur, jangan terlalu lelah, " kata istriku, sepertinya dia sangat khawatir padaku yang sangat bersemangat merawat bayi ini.
" tidak apa apa.. Aku tak keberatan melakukan semua ini " jawabku, sabrina tersenyum dan aku suka sekali melihat senyumannya.
Kau tau betapa rumitnya punya bayi, dia terbangun setiap sepuluh menit sekali, dan kadang dia juga menangis tanpa alasan, kadang aku tak tau apa yang harus kulakukan, apakah dia sedang haus atau gerah, atau dia ingin pipis..? Bayi ini selalu menangis untuk mengekspresikan keinginannya,
Aku tak sadar kalau aku sudah tertidur, mungkin sudah berjam jam tidur sedangkan sabrina membiarkan aku tidur dan tak membangunkanku malam ini, kulihat jam masih pukul 03 dini hari, dan kau tau di jam seperti ini adalah waktu paling nyaman untuk tidur, tapi lihatlah wanita ini.. Dia tersenyum sambil memangku bayi kecil ini, dan dia juga bersenandung kecil,
Aku berjalan mendekatinya, lagi lagi dia tersenyum saat melihatku,
kau tau sabrina.. Aku selalu merasa canggung saat melihatmu tersenyum seperti itu, rasanya hatiku bergetar dan sangat bersemangat, aku tak mengerti apakah aku sudah mencintaimu sekarang, Aku bahkan tak berani untuk berfikir lebih sekarang, yang aku tau semua ini adalah sebuah kesalahan yang ku buat sendiri, aku harus menanggungnya dan aku harus bertanggung jawab atas semua yang telah aku lakukan.
Sabrina.. Bolehkah seorang pria jahat sepertiku mencintaimu? Bolehkah aku memilikimu selamanya? Aku bahkan tak siap jika kau meninggalkan aku sekarang, aku sudah terlanjur jatuh dari jebakan ku sendiri, dan aku juga sudah terperosok semakin dalam, aku tak pernah seperti ini sebelumnya.. Yang aku tau.. Wanita hanya menganggu dan dinikmati saat aku ingin, wanita hanya mencintai uang dan uang... Dan tak akan pernah berubah..
Tapi kau sabrina... Kau bahkan selalu menolakku dengan sangat menyakitkan, dan itu membuatku semakin penasaran dengan dirimu ini.. Hingga akhirnya aku menjadi semakin menginginkanmu.
Aku berjanji akan menjagamu, dan aku tak akan membiarkan siapapun mengganggu kehidupan kita selanjutnya..
Kau milikku dan selamanya akan tetap menjadi milikku.