We Just Broke Up

We Just Broke Up
42



Aku merasa sangat kesal, kini aku sudah pergi dari meja makan dan aku tak peduli dengan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Bagaimana bisa bagas melupakan aku begitu saja, aku ini adalah istrinya tapi dia malah asik ngobrol dengan wanita cantik itu. Aku pun pergi ke kantor lebih dulu tanpa menunggu bagas.


Sampai di kantor aku langsung menidurkan eros di ruang istirahatku, dan aku juga meminta karyawanku untuk menjaga eros, kulihat Alexa sedang tersenyum kearahku, sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Dan setelah menyelesaikan masakannya kini dia sudah berdiri di hadapanku.


" Boss.. Dia melamarku " kata Alexa, wajahnya sangat berbinar... Dan akhirnya Andre sudah melamar alexa.


" jangan lupa mengundang aku kalau kalian sudah menikah " kataku sambil mengenggam tangan alexa.


" makasih untuk semuanya boss... Kau memang orang yang sangat baik " katanya sambil loncat kegirangan, aku pun ikut bahagia dengan semua ini, dan sepertinya aku berhasil mencomblangkan mereka.


Lalu aku menghampiri natalia yang baru saja datang dan masuk ke ruang istirahatku tanpa ijin.


" hei.. Kau ingin menculik anakku? " godaku saat melihat natalia sudah mentoel pipi eros. Natalia hanya tersenyum mendengar ucapanku. Lalu dia menarik tanganku agar aku duduk tepat di sampingnya. Lalu dia memeluk tubuhku dengan erat.


" aku sudah tau semuanya... Kamu harus kuat sabrina... Aku juga tak menyangka kalau inov akan melakukan semua ini padamu " kata natalia, sepertinya dia sudah tau semuanya dari doni, tentu saja tak akan ada rahasia di antara kami.


" jadi.. Kau harus menceraikan pria jahat itu sabrina... Aku benar benar sangat membenci pria jahat itu " kata natalia lagi, ya tentu saja sahabatku ini sangat membenci bagas, pria itu memang sangat kejam, tapi entah kenapa aku jadi tak rela saat natalia berkata kalau aku harus meninggalkan bagas.


Tiba tiba inov sudah berdiri di ambang pintu, wajahnya terlihat sangat kusut, sepertinya dia tidak tidur semalaman... Mungkinkah dia masih memikirkan kesalahannya padaku?


" bolehkah aku mencium anakku? " tanyanya, nafasnya juga masih ngosngosan, mungkin dia sangat terburu buru ingin bertemu dengan anaknya kan..?


Aku mengangguk.


Inov pun berjalan dengan cepat mendekati eros, inov menciumi pipi lembut milik eros, dan kulihat inov sudah menangis sambil memeluk tubuh eros.


" maafin Ayah ya sayang... Bukan maksud ayah meninggalkanmu begitu saja, ayah hanya takut tak bisa bertemu denganmu lagi kalau ayah datang dulu, tapi ayah sudah datang sekarang... Tidak akan ada lagi yang mengganggu kita sayang " kata inov, dia menangis... Aku bahkan juga ikut menagis melihat semua ini... Ternyata inov masih seperti yang dulu.. Dia sangat penyayang.. Tapi.. Apakah dia juga masih sangat menyanyangiku seperti yang dulu.?


Inov berbalik dan menatap diriku yang kini juga sudah ikut menangis, dia berjalan mendekatiku dan meraih tubuhku kedalam pelukannya...


Betapa aku sangat meridukan pelukannya ini, aku juga tak bisa membohongi perasaanku yang juga masih sangat mencintainya, mungkin aku sudah di kecewakan olehnya.. Tapi aku tak bisa memungkiri kalau aku juga masih sangat mencintainya.