We Just Broke Up

We Just Broke Up
Delapan belas



Pagi ini..


Aku sudah membuka kamarku..


Dan ternyata dia baru selesai mandi, aku melihat wanita itu sedang membuka handuk kimononya.. Dia tidak sadar kalau aku sudah memperhatikannya.


Tanpa sadar aku tersenyum melihat tubuh bugil wanita ini, tubuhnya sangat putih mulus, dan lihat.. Perutnya yang buncit itu.. Aku malah menjadi ingin memeluk tubuh wanita ini..


Dan entah kenapa.. Tanpa sadar aku sudah berjalan mendekati wanita ini dan memeluk tubuhnya yang polos itu...


Aku bisa merasakan tubuh dinginnya yang habis mandi.


Aku masih saja memeluk wanita ini, padahal dia sudah berteriak meminta tolong, dengan susah payah dia ingin melepas pelukanku, tapi aku tak peduli..


Beraninya dia menolak pelukanku yang mahal ini.


Kenapa kau dengan beraninya menolak perlakuanku, sedangkan banyak wanita yang sangat ingin disentuh olehku.


" lepasiiiinn..!!!" dia sudah berteriak, mungkin sudah yang berapa kali dia berteriak begitu..


" dasar cowok mesum.. Bajingan..!! "


Plak..!!


Uukh.. Sial. Wanita ini menamparku lagi..


Tapi entah. Aku tak ingin membalasnya.


Dan aku sudah meninggalkannya..


Biar dia memakai bajunya dulu..


Dan lihat.. Dia sudah turun sekarang, sepertinya dia sudah tak bisa turun karena berat perutnya..


Entah kenapa.. Aku ingin tertawa melihat wanita ini.


Dia sudah duduk.. Jauh sekali dariku.. Dia selalu memasang wajah cemberut saat melihatku..


Beraninya kau..


Untung saja kau sangat cantik..


" cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan.. Aku ingin pulang sekarang juga.. Aku sudah muak melihat wajahmu.. "


Katanya, itu sangat sinis dan menyakiti hatiku. Belum ada wanita yang mengatakan seperti itu padaku sebelumnya.


" menikahlah denganku.. " kataku,


Aku tak percaya melihat reaksi wanita ini, dia mengeluarkan makanan yang dia makan setelah mendengar perktaanku..


Apakah aku semenijikkan itu?


" kenapa aku harus menikah denganmu..? "


Tanyanya.. Dan dia terlihat sangat tidak suka dengan ucapanku.


" itu anakku.. " kataku dingin, tapi dia tersenyum seakan mengejek setiap ucapanku.


" kau bahkan tak pernah menginginkan anak ini.. " jawabnya..


Bagaimana bisa dia berfikir aku tak menginginkan anak ini..?


Lihat.. Aku sudah sangat terpaksa mengatakan kalau aku ingin menikahinya.


Dia tak berfikir sedikitpun.. Aku juga sudah mengeluarkan keringat saat membuatnya di malam itu.


" siapa bilang aku tak ingin anak itu..? Sekarang aku menginginkannya.. Dan kau harus menikah dengan ku.. "


Aku harus berhasil kali ini.. Bagaimana mungkin seorang bagas di tolak berkali kali.


" aku akan menikahimu minggu depan, kau tak boleh menolakku.. " kataku..


Aku tak mendengarkannya.. Dia sudah memakiku berkali kali.. Dan aku juga tak membiarkannya pergi kali ini.


Aku sudah di kantor..


aku sudah mempersiapkan acara pernikahanku dengan wanita itu, bagaimanapun.. Lebih cepat lebih baik..


Kubiarkan sekertarisku melakukan semua persiapan acara pernikahannku.


Entah aku merasa sangat senang sekarang, entah kenapa wanita itu bisa membuatku sangat penasaran..


Dia memang sangat cantik, tapi mulutnya sangat pedas, setiap yang kata yang dia ucapkan, mampu membuat perih di hatiku..


Kadang aku melihatnya menangis sendiri sambil berdiri di loteng, dan kadang aku juga melihatnya sangat murung..


Aku masih saja berfikir.. Apa yang membuat dia sangat membenciku..? Bukankah aku sudah bersikap baik padanya..? Aku tak pernah membiarkan dia kelaparan selama bersamaku, dan aku tak pernah membiarkan dia bekerja berat.. Tidak seperti para sahabatnya yang membiarkan wanita ini belanja sendiri di supermarket.


Sepertinya para sahabatnya sedang bingung mencari wanita ini... sudah berapa hari aku menculik wanita ini..?