We Just Broke Up

We Just Broke Up
Satu



Namaku Sabrina, usiaku 24 tahun.Aku adalah murid yang berprestasi hingga aku mendapat beasiswa dari sekolah untuk melanjutkan kuliah di luar negeri,tidak semua orang bisa semudah itu mendapatkan kecerdasan seperti diriku ini.Tapi aku juga sangat bodoh karena sudah menolak beasiswa itu,alasan tidak masuk akal dan sangat pembodohan.


Yah,aku menolak beasiswa itu hanya karena aku ingin satu kampus dengan PACARKU.


Dia adalah Inov,pria tampan yang menjadi rebutan semua siswi di sekolah semasa SMA dulu,dia adalah laki laki yang sangat baik hingga tak pernah bisa menolak permintaan siapapun itu,dengan sifat baiknya itu membuat aku selalu merasa cemburu padanya.


Kita menjalin hubungan hampir delapan tahun lamanya.


Inov bekerja di perusahaan kakaknya sebagai ketua dessain di perusahaan.Sedangkan aku, Aku hanyalah karyawan biasa yang bekerja di bagian promosi. Kami berada di perusahaan berbeda namun masih sering makan siang bersama.


Cara berpacaran kami sangat normal sama seperti umumnya orang pacaran,hanya saja kami sudah bisa di bilang seperti pasangan suami istri,Haha,tentu saja kami melakukan intim itu kapan saja kami mau.


Inov adalah pria pertama bagiku,dia adalah pacar pertamaku,pencuri ciuman pertama dan kesucianku.Aku berharap dia menjadi pria terakhir dan selamanya untukku.


____Flashback masa SMA____


Aku berlari masuk kedalam kelas yang hampir saja telat di hari pertama aktif masuk sekolah.Semua murid sudah sibuk mencari tempat duduk masing masing dan hampir saja aku tidak kebagian bangku dan kursi kosong,mataku menyisiri seluruh ruangan kelas hingga aku melihat satu meja kosong di pojok sana.


"syukurlah Masih ada meja kosong," kataku sambil berjalan mendekati meja kosong yang di sebelah seorang siswa laki laki.Kulihat rambut pria itu agak gondrong sih.. Rambut yang kataku itu sebuah poni, menutup wajahnya, dan itu sangat terkesan serem banget.


Tanpa bertanya, aku langsung duduk di sebelah pria itu,


"hai.."sapaku dengan sangat ramah.


Semua berjalan lancar di hari pertama sekolah,dari sebuah perkenalan singkat dengan semua murid hingga memulai pelajaran baru di bangku sekolah menengah atas.


Saat jam istirahat tiba aku pun mulai beranjak menuju kantin. Jujur saja aku belum punya teman satu pun di sekolah ini,tapi tiba tiba wanita cantik yang duduk tepat di hadapanku meminta aku untuk menjadi teman pertamanya.


"hai..Aku natalia"sapanya sambil mengulurkan tangannya,dengan ragu aku menerima perkenalan pertama kami.


"aku sabrina"sambil menerima uluran tangannya


"kita bisa berteman kan?"tanyanya dengan ceria.


"yaa..Tentu saja.."jawabku sambil tersenyum ramah padanya.


"yeay.. Ayo ke kantin bersama" katanya sambil menarik tanganku.Natalia adalah murid pertama yang aku kenal hingga menjadi sahabat sampai detik ini.


Aku dan natalia menjalin persahabatan sejak uluran tangan pertamanya,kami sangat cocok hingga bisa seakrab ini,dialah yang memperkenalkan aku dengan seorang pria bernama inov dan juga dua teman lainnya.


Inov,Doni dan Andre mereka adalah teman akrab natalia selama masih kecil,mereka menjalani persahabatan aampai sedewasa ini,dan aku satu satunya orang asing yang hadir di antara mereka.


Hingga aku mulai medapatkan pernyataan cinta dari inov yang sampai detik ini menjadi kekasihku.