We Just Broke Up

We Just Broke Up
34



Ini sangat ramai, dan aku lebih bahagia bersama sahabatku ini.. Natalia terus menciumi Baby Eros hingga akhirnya membuat baby eros menangis.


Entah kenapa natalia terlihat seakan merindukan seorang bayi, sepertinya dia harus cepat cepat menikah.


Sudah sangat lama aku tak tau kabar para sahabatku ini, dan aku juga sudah jarang mendengar curhatan natalia, karena setelah melahirkan, aku benar benar tak bisa meluangkan waktu untuk bermain dengan sahabaku lagi.


Dan kudengar Andre sudah akan bertunangan dengan chef csntikku Alexa, haha itu sudah bukan kejutan lagi, karena dari awal aku sudah tau kalau mereka sangat dekat, aku merasa curiga dengan hubungan doni dan Angela apakah mereka masih baik baik saja?


" Oh iya. Apa kabar dengan Angela? " tanyaku pada doni, dan entah kenapa doni malah melihat kearah natalia, dan aku semakin yakin kalau sudah terjadi sesuatu pada mereka berdua.


" dia masih begitu saja " jawab doni sambil mengalihkan pandangannya, dan aku sudah tersenyum sekarang, kalian fikir aku tak tau apapun hah? Jangan bodohi aku yang cerdas ini.


" Nat.. Gue pengen kenalin elo sama cowok yang sering mampir kesini, dia pengusaha terkenal lho.. " kataku pada natalia dan itu membuat natalia salah tingkah, dan aku juga melihat ada ekspresi kesal dari wajah Doni..


Dan aku sudah mendapat jawaban dari kecurigaanku, mereka pasti sudah melakukan sesuatu


" Pliss deh... Jangan jodohin gue lagi " tolak natalia dan langsung kusambut dengan tawaku.


Aku hanya ingin mengetes otak psikologku yang tak akan pernah salah dalam melihat.


" sepertinya kalian berdua harus memutuskan sesuatu " kataku dengan sangat tiba tiba, doni merasa tak mengerti dengan ucapanku dia mengerutkan dahinya seakan tak yakin dengan ucapanku.


" hei.. Jangan pura pura bodoh, gue tau kalian menyimpan rahasia dari gue " kataku, dan natalia sudah mencubit pinggangku, hahaha aku tau kau tak bisa menyimpan rahasia dariku.


Kulihat doni sudah menyenderkan badannya di sofa entah kenapa dia terlihat menjadi sangat lega.


" satu hal yang gue takut... Menjelaskan semua ini sama BoNyok ( Bokap Nyokap) " kata doni, sepertinya dia memang sangat ingin mengatatakannya padaku, aku memang teman terbaik untuk di ajak curhat.


" tapi.. Bisa jadi mereka juga akan menerima natalia, karena natalia bukan gadis biasa, dia juga anak seorang pengusaha besar di negara ini, kalian sangat berbeda dengan denganku yang tak akan pernah bisa bersama dengan seseorang yang aku cintai " kataku lagi,


Aku tau mereka semua adalah orang tajir, dan aku hanya selalu mendapatkan keuntungan dari mereka semua, aku bukan siapa siapa.. Natalia dari keluarga yang sangat kaya, dan aku yakin ada jalan untuk mereka bersama nantinya. Aku sangat yakin dengan semua itu.


Tiba tiba bagas sudah masuk kedalam ruangan pribadiku, dan aku baru saja selesai mengecek bulanan cafeku, dan aku sangat kaget dengan kahadirannya yang sangat tiba tiba.


" Dimana Eros? " tanyanya masih dengan sikapnya yang sangat angkuh.


" dia pergi jalan jalan sama natalia " jawabku, dia tersenyum, dan aku tau tak akan pernah baik kalau dia sudah tersenyum seperti itu.


" kau.. Jangan macam macam " kataku, dan feeliingku sudah sangat tepat. Bagas sudah meraih pinggangku dan menarik aku semakin dekat dengannya.


Dia sudah menciumi leherku dan membuatku merasa geli.


" Bagas... Tolong hentikan, ini kantorku "


Aku mencoba melepaskan pelukannya, dan tentu saja tak berhasil.


" kenapa kau masih sangat wangi setelah bekerja sampai siang ini.. "


Dia masih saja mengendus tubuhku seperti mencium aroma makanan yang sangat lezat, dan aku tau betul pria ini... Dia memang sangat bernafsu saat melihat aku sedang mengikat rambutku,


Dan jujur saja, aku belum pernah melakukannya lagi setelah melahirkan eros.