We Just Broke Up

We Just Broke Up
40



Mataku masih tertuju pada pria yang masih sibuk dengan komputernya, dia sangat bekerja keras sampai di jam larut seperti ini, aku sudah hampir setahun menikah dengan pria ini, tapi entah kenapa aku masih belum bisa memafkannya,, aku tau dia sudah banyak berubah setelah aku melahirkan baby eros.. Tapi.. Apa yang akan terjadi kalau dia tau bayi itu adalah anak inov? Aku bahkan tak tau harus berkata apa nanti, dan juga aku sangat takut kalau harus menjadi bagian dari musuhnya,


Bagas adalah pria angkuh berdarah dingin sebelumnya, dia bisa menghancurkan semuanya hanya beberapa jam saja..


Dan aku... Aku adalah orang yang paling mudah untuk di hancurkan, aku bukan siapa siapa..


Aku hanya seorang wanita yang pergi merantau ke kota hanya untuk membahagiakan orang tua, namun aku harus terjebak dalam kehidupan seperti ini. Dan aku bersyukur karena sahabatku memberikanku begitu banyak kebahagiaan untukku.


Tanpa sadar, bagas sudah menatapku dengan senyuman yang sangat aneh menurutku, ya Tuhan.. Aku tak tau sejak kapan dia sudah menyadari aku yang hanya berdiri memperhatikannya, tidak.. Apakah lebih tepat aku sedang melamun tentangnya?


" Apakah kau membawakan kopi untukkku? " tanyanya dengan sangat pede nya, ya ampun dia bahkan berfikir kalau aku sedang membuatkan kopi untuknya,


Tapi.. Apa yang sudah aku lakukan?


Aku hanya menggelengkan kepalaku, aku juga bingung karena aku tak tau apa sudah aku lakukan disini.


" kau tidak membuatkan kopi? Lalu apa yang kau lakukan disini? " tanya bagas yang kini sudah berjalan mendekatiku, aku mundur beberapa langkah agar jarakku tak terlalu dekat dengannya, tapi tubuhku kini sudah terkunci di antara tembok dan tubuh bagas yang semakin dekat dengan diriku.


" apa kau sudah mulai menyukaiku? " tanya bagas yang sudah membuat mataku membulat, bagaimana bisa aku menyukai pria yang sangat ku benci?


" apa? Aku hanya sekedar lewat saja " jawabku kikuk, padahal aku memang sedang ingin melihatnya, tidak aku hanya ingin memastikan dia tidur atau belum, karena dia sering masuk ke kamarku secara tiba tiba kan?


" tidak.. Jadi orang jangan terlalu ke Ge eran" kataku sambil mendorong tubuh tinggi bagas agar menjauh dariku secepatnya..


Entah kenapa aku jadi grogi karena kedekatan ini, aku ingat saat hamil besar dulu.. Aku pernah berhubungan sangat intim dengannya, dan dia memperlakukan aku dengan sangat lembut, eh.. Tunggu dulu... Apa sudah aku pikirkan sekarang..? Kenapa aku malah berfikir hal semacam ini sekarang..? Huaaahh.. Tolol tolol...


" Sabrina... Apa kau sakit.. Kenapa wajahmu merah dan panas..? " tanya bagas sambil menyentuh pipiku..


Ya Tuhan.. Aku bahkan sudah mempernalukan diriku sendiri sekarang..


" oh.. Ya sepertinya aku sedang tidak enak badan " jawabku agak gelagapan...


Kau tau.. Aku malu sekali sekarang, bahkan dia sudah menyadari kalau aku sedang blushing sekarang..


Dan aku sudah berjalan keluar karena takut melihat bagas lagi, ya tuhan.. Apa ini..? Kenapa wajahku menjadi merah saat memikirkan hal konyol itu..


Kenapa aku malah mengingat kejadian saat itu.. Tidak. Ini tidak boleh terjadi... Bagaimana bisa aku menjadi sangat mesum sekarang..?


Itu memalukan sekali.