
Selamat pagi anakku, aku menciumi eros dengan penuh kasih sayang dan aku juga sudah merapikan pakaiannya, bersiap untuk bekerja.. Maafkan ibumu ini yang harus membawa kamu ikut bekerja, aku memang bukan orang melarat lagi sekarang bahkan aku bisa membeli apapun dengan harta suamiku tapi tidak.. Aku tak akan pernah mengahamburkan harta yang memang bukan hakku, apalagi saat aku tau kalau eros bukan anak bagas, jadi aku semakin merasa bersalah dengan diriku ini, dia terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk merawatku dan juga eros aku juga belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada bagas.
Setelah selesai membantu para pelayan dirumah ini memasak aku langsung masuk kedalam kamar bagas, kulihat bagas masih tertidur sangat lelap, sepertinya dia benar benar lembur semalam.
Kuhangatkan air untuknya, lalu aku mengambil baju kantornya. Aku sangat menikmati saat menjadi seorang istri, meskipun aku belum mencintainya.. Aku sangat takut kalau aku harus jatuh cinta pada pria ini, dia sama penjahatnya kan? Ya.. Dia sama seperti inov.
Aku berjalan mendekati bagas, aku mencoba untuk membangunkannya, ternyata bagas terlihat sangat ganteng kalau sedang tertidur, wajahnya sangat lembut... Eh tunggu sejak kapan aku sudah menyentuh pipi bagas..?
Dengan cepat aku menarik tanganku yang sudah sangat lancang menyentuh pipi mulus milik bagas...
Tiba tiba mata bagas sudah terbuka, dan aku sudah menjadi grogi karena kelakuanku tadi, semoga saja bagas tidak sadar dengan apa yang baru saja aku lakukan.
" kau membagunkanku? " tanya bagas yang langsung duduk, dan aku sudah mengangguk.
" sudah jam berapa? " tanya bagas yang langsung bangun begitu saja, dia bahkan masih memakai boxer nya.
" Jam 7, cepat mandi " jawabku yang lalu menghindari tatapanku dari bagian tubuhnya yang sangat menggoda.. Huaa.. Aku tergoda... Ya sepertinya aku sudah tergoda, pipiku rasanya sudah sangat hangat karenanya.
" wajahmu kenapa? " tanya bagas, dan aku langsung menghindar darinya, tapi dia sudah meraih tanganku dengan sangat cepat. Dan kini dia sudah mengurungku di dalam dekapannya.
" sepertinya.. Kau mulai menyadari ke tampananku " ucap bagas, dan aku sudah melotot mendengar ucapannya, tapi jujur saja tadi aku memang sedang menikmati pemandangan tubuh indahnya.
" ayo.. Kita mandi bersama " bisik bagas di telingaku, dan rasanya tubuhku sudah terkena sambaran listrik yang sangat rendah, entah kenapa tubuhku tiba tiba bereaksi seperti ini saat mendengar ajakan mandi bersama oleh bagas.
Ya Tuhan... Sepertinya ada yang salah dari tubuhku ini. Kenapa tububku menjadi sangat aneh saat berdekatan dengannya.
Aku sudah melepaskan pelukan bagas dan keluar dari kamarnya, aku pun merasa sangat lega karena sudah bisa keluar dari kamar bagas, bisa saja terjadi sesuatu yang tidak di inginkan saat aku berlama lama disina..
Ah.. Terjadi sesuatu. Apakah akan terjadi sesuatu kalau aku hanya berdua dengannya? Aku bahkan tak bisa memungkiri kalau aku sangat menikmati tubuh bagas kejadian beberapa bulan yang lalu, aku bahkan masih ingat sentuhan lembut nya saat aku masih mengandung eros.
Aku menggelengkan kepalaku saat aku sadat dengan pikiran kotorku, kenapa aku jadi berotak mesum sekarang..???
Aku sudah duduk di meja makan sambil menunggu bagas turun, tak lama kemudian bagas sudah turun dengan kemeja yang aku pilih tadi, warna biru tua membuat dia terlihat semakin ganteng,
Setelah sarapan tiba tiba bel pintu berbunyi, siapa bertamu sepagi ini?
Setelah pelayan membuka pintu kulihat wanita cantik dan sangat seksi jalan melenggok memasuki rumah ini, bahkan dengan santainya dia langsung menarik kursi makan dan meletakkannya di sebelah bagas. Aku merasa jijik dengan kelakuan wanita ini, dia bahkan seakan tak menyadari diriku yang juga sedang duduk disana.
" Laura... Kapan kai datang? Bukannya kamu masih di bali? " tanya bagas, seakan tak yakin dengan kehadiran wanita ini.. Dan aku sudah merasa sangat kesal dengan semua ini.