We Just Broke Up

We Just Broke Up
Sebelas



Bagas tersenyum, dia masih ingat dengan jelas bagaimana dia menikmati tubuh indah wanita cantik itu, bahkan saat ini dia merasa sangat bernafsu saat mengingat kejadian itu, ya. Dia sudah berhasil menyetubuhi wanita itu.. Dan dia juga sangat puas dengan tubuh wanita sombong itu,


Saat akan melakukan yang kedua kalinya, dia malah di hajar oleh pria yang tak di kenal, padahal dia sudah sangat candu dengan wanita di hadapannya ini.


Dan satu hal yang membuatnya sangat tak percaya, kenapa wanita ini bisa semudah itu hamil, dan sepertinya dia sangat ingat kalau dia selalu memakai ** saat berhubungan dengan siapa pun.


Apakah mungkin karena dirinya sangat bernafsu.. Sehingga dia lupa memakai pengaman, aah.. Tentu saja wanita itu sangat membuatnya bernafsu, dia sangat seksi.. Bahkan payudaranya sangat montok, meskipun wanita itu selalu mencoba menutupi keseksiannya, tapi dia masih bisa melihat dengan jelas bagian bagian paling membuatnya berhasrat.


Melihatnya saja sudah membuat nya bernafsu.


Entah kenapa bagas sangat menginginkan wanita itu, padalah wanita itu sangat sombong.


Dan sekarang wanita ini sedang hamil, apa yang harus dia lakukan? Haruskah dia menikahi wanita itu..? Tentu saja dia tidak rugi jika harus menikahi wanita secantik sabrina, sabrina memang sangat csntik, cerdas, dan juga sangat enerjik.. Dia selalu berhasil dalam segala hal..


Haruskah aku menikahi wanita sombong ini..?


Bagas tersenyum, lalu menelpon sekertarisnya.


" hei bodoh.. Cepat cari informasi tentang sabrina sekarang juga. " katanya, dan langsung menutup telponnya.


Bagas masih sibuk dengan pekerjaannya, tapi otaknya masih saja memikirkan gadis yang dulu adalah karyawannya.


Pintu ruangannya diketuk, lalu bagas menyuruh seseorang diluar sana untuk masuk.


" pak.. Nona sabrina sekarang ada di rumah sakit, dia mencoba bunuh diri.. " lapor pria itu,


Bagas kaget, ternyata wanita itu benar benar akan bunuh diri setelah tau dia hamil anaknya, aah.. begitu menjijikkannya kah dirinya ini..?


Padahal dia tau betul semua wanita sangat ingin tidur dengannya, tapi entah kenapa wanita ini sangat ingin menjauhinya.


" apalagi informasi tentangnya..? "


Bagas semakin penasaran dengan wanita sombong itu.


Bagas tersenyum menang dengan keadaan buruk sabrina, entah kenapa dia sangat senang karena mendengar sabrina telah di tinggalkan kekasihnya.


" oke.. Elo bisa keluar sekarang, dan jangan lupa.. Awasi terus sabrina itu. " kata bagas.


Kini dia tersenyum sangat senang.


******


Natalia bersyukur karena sabrina tidak kehabisan darah, dia sangat takut kalau sabrina benar benar akan meninggalkannya.


Natalia masih memegang tangan sabrina yang hangat, sabrina masih belum sadar juga.


Tiba tiba sebuah tangan menyentuh bahunya, itu doni.


Natalia langsung menghadap kepada doni.


" istirahat dulu " doni kini berdiri di samping natalia,


" gue gak tega ngeliat sabrina kayak gini.. kenapa dia harus ngalamin hal seperti ini "


Natalia terus memegang tangan sabrina, berharap sahabatnya ini cepat sadar,


" tenang saja, dia pasti bangun dan pulih.. Ayo kita sama sama bantu sabrina, kita hibur dia sampai dia benar benar melupakan masalalu nya "


" tapi.. Anak sabrina nanti.. "


" tenang saja.. Gue sama andre akan merawat anak itu nanti, kita akan menjadi ayah untuk anak ini "


Ucapan Doni membuat perasaan natalia sedikit tenang, tentu saja bayi ini tidak akan kehabisan kasih sayang nantinya.


Natalia sudah membayangkan masa depan bersama anak sabrina nanti.