
Malam ini.. Pesta mewah pertunangan Doni dan Angela, aku sudah sampai disana bersama inov, natalia sudah memelukku dengan erat, aku tau kami sangat rindu dengan kebersamaan yang dulu.. Saat kami kemana mana selalu bersama.
Kami berharap kebersamaan ini tak akan berakhir sampai tua nanti.
Kau tau. Andre selama ini menyimpan perasaannya kepada natalia, hanya saja natalia tak terlalu peduli, karena dia juga sedang menyukai seseorang.. Yah. Itu Doni yang malam ini akan betunangan, aku tau perasaan sakit kali ini yang dia rasakan, karena harus diam diam menyukai sahabatnya sendiri. Tapi aku merasa kagum kepadanya.. Karena natalia selalu bersikap biasa saja saat bersama.... Kau tau kan bagaimana rasanya melihat orang yang cintai malah bertunangan dengan orang lain.
Aku juga bisa melihat dengan jelas, sosok andre yang terus memperhatikan natalia yang minum beberapa gelas wine.
" kau harus berhenti nat.. " andre mengambil gelas di tangan natalia, natalia sudah agak oleng.. Ini baru beberapa menit.. Tapi natalia sudah terlihat frustasi
Dan doni sudah berjalan mendekati kami ber empat, dia juga menggandeng tangan angela di sampingnya, mereka sangat serasi.. Hanya saja mereka tak tau kalau harus ada yang tersakiti
" hei hei.. Kenapa sudah mabuk begini.? " tanya doni, yang melihat natalia sudah oleng.aku terus menahan tubuh natalia agar tak jatuh.
" dre... Sepertinya lo harus bawa dia istirahat dulu sebentar. " kata inov, dan aku langsung menatap inov, aku takut andre akan melakukan sesuatu kepada natalia, bisa saja dia ambil kesempatan saat natalia mabuk.
" gue aja deh yank. " aku sudah menopang tubuh natalia, andre yang sedari tadi memegang tangan natalia langsung melepaskannya, inov berbisik di telingaku
" yank.. Pengertian dikitlah... Kasian andre.. Dia sudah lama suka natalia" bisiknya, dan aku terdiam. Aku hanya takut natalia akan marah kalau sampai terjadi apa apa padanya, aku hanya ingin melindungi natalia, aku tau bagaimana perasaannya kepada doni, entah kenapa aku malah ingin natalia pergi bersama doni saja.
Seperti mendengar isi hatiku, tiba tiba doni sudah meraih tubuh natalia yang aku tahan sedari tadi..
* gue bawa dia aja dulu, lagian kalian gak akan tau kamar tamu disini, gue takut kalian malah bawa dia ke kamar gue " katanya dan langsung mengangkat tubuh natalia, aku terdiam dan saling menatap bersama inov.
Satu hal yang gue takut...
Natalia akan ngoceh saat mabuk, dan ada lagi.. Wanita di sebelahku ini.. Dia sudah terlihat kecewa ..
" hmmm... Gue ikut aja.. " kataku, aku takut Angela akan curiga..
" yank... Tolong jaga ratu kita " kataku, untuk sekedar menggoda Angela, dan itu berhasil.. Angela sudah tersenyum merona.
Aku berjalan sedikit berlari mengejar Doni yang membawa natalia, dan kini aku sudah berdiri di sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka
Sedikit aku bisa mendengar, natalia benar benar mengoceh.
" elo jahat.. Elo pura pura gak tau kalau selama ini gue cinta sama elo.. " katanya,
" hei.. Ini gue doni " kata doni, aku tersenyum geli, jadi doni benar2 tak tau perasaan natalia.
" iyaa elo.. Doni.. Gue sayang banget sama elo, gue cinta banget sama elo.. "
Dan yap.. Dia sudah mengatakannya. Kulihat doni terdiam, natalia masih memeluk tubuh doni.. Ini keterlaluan.. Kau sudah terlambat natalia.
Aku maju selangkah untuk masuk, agar semua ini tak berlanjut, aku gak mau natalia merusak pertunangan doni dan Angela, tapi.. Aku di buat shock saat tiba tiba doni sudah mencium bibir natalia, aku langsung menutup mulutku agar tak bersuara. Aku yakin. Doni yang melakukannya lebih dulu.. Dia yang mencium natalia lebih dulu.. Apa ini.. Kenapa kalian serumit ini..
---------------
Pov Doni.
Malam ini adalah pertunanganku, aku sudah menemui para tamuku, dan yah... Aku bisa melihat sahabatku yang paling cantik berjalan mendekatiku, dia mengucapkan kata selamat padaku dan mencium pipi kiri dan kananku,
Aah. Betapa menyakitkannya saat aku melihat dia masih bisa tersenyum dengan semua ini. Sebenarnya ini adalah perjodohan, aku terpaksa menerima Angela bulan bulan ini, karena aku tau natalia tak akan bisa membalas cintaku, sebenarnya aku sudah bingung dengan semua ini, di samping itu sahabatku andre juga menyukai wanita ini.. Dan lebih baik aku mengalah.. Karena takut persahabatan ini hancur karena cinta.
Aku tak bisa berhenti melihat wanita ini, dia sudah minum sangat banyak saat pertsma kali masuk, aku tak tau kenapa wanita ini kuat sekali minum, kulihat.. Andre juga sudah terus menggenggam tangan natalia, aku merasa emosi, dan aku sudah berjalan sendri menuju padanya.. Aku sudah tidak sadarkan diri.. Sepertinya aku sudah cemburu.
" mau kemana..? "
" ooh.. Lihat.. Mereka semua sahabatku " kataku, menunjukkan sahabatku yang berkumpul disana.
" boleh aku ikut? " tanyanya.
" boleh.. Ayo kita kesana. " ahh. Sebenarnya aku tak ingin...
Kulihat natalia sudah mabuk, wanita ini sudah tak bisa mengendalikan tubuhnya.
" hei hei.. Kenapa sudah mabuk begini? " aku mencoba basa basi sebentar..
Aku sudah tak tahan melihat natalia yang terus di peluk oleh andre, apalagi saat inov menyuruh andre mambawa wanita ini pergi.
Lebih baik aku saja bawa wanita ini, aku malah lebih takut kalau sampai andre yang membawa pergi wanita ini.
"gue bawa dia aja dulu, lagian kalian gak akan tau kamar tamu disini, gue takut kalian malah bawa dia ke kamar gue " kataku, dan aku langsung menggendong tubuh wanita ini.
Aku sudah berjalan membawa natalia ke kamar tamu, wanita ini tak bisa diam..
Dia terus saja berkata kau jahat.. dan memukuli dadaku.
Sampai di kamar, aku menjatuhkan tubuhnya di kasur.. Dia sangat berat. Aku sudah siap akan pergi, tapi Tiba tiba.. Aku di buat kaget dengan ucapan wanita ini.
" elo jahat.. Elo pura pura gak tau kalau selama ini gue cinta sama elo " katanya, dan itu mampu membuat ku terdiam, apa apa an ini..? Apakah dia sudah menyukai seseorang?
" hei. Ini gue doni.. " kataku, aku mencoba menyadarkannya kalau dia sudah bicara dengan ku. Dan sekali lagi perkataannya semakin membuat aku shock dan senang juga.
"iyaa.... elo.. Doni.. Gue sayang banget sama elo, gue cinta banget sama elo.. " katanya.
Dan sepertinya jantung gue sudah berhenti berdetak.. Sumpah gue seneng banget.. Dan tanpa sadar.. Gue sudah mencium bibir wanita ini.. Dan dia langsung membalas ciuman gue ini...
Sudah bertahun tahun.. Gue pengen banget cium bibir wanita ini, dan akhirnya sekarang tercapai walaupun dalam waktu yang tidak tepat.
" apa elo bener² cinta sama gue nat.? . " tanyaku, dan natalia sudah mengangguk.
Aku menatap wajah cantiknya ini, dia terlihat sangat cantik meskipun sudah mabuk begini.
" doni... Ini sangat panas " katanya. Dia sudah membuka resleting gaunnya.
" tunggu.. Jangan di buka.. " Aku menahan tangannya, yang sudah berhasil melepas bagian atas gaunnya.. Aku bisa melihat bra putihnya, dan sudah sangat jelas gumpalan daging yang montok itu, aku sudah menengang di buatnya... Wanita ini benar benar sudah ingin aku makan rupanya.
Aku sudah kembali melumat bibirnya.. Dan aku juga sudah **** tubuh rampingnya, bau wine di bibirnya semakin membuat aku candu. Dan entah setan apa ini... Aku sudah menggerayangi tubuhnya, dan aku juga sudah mulai melepas semua jasku, dan aku memetik tanganku agar lampu di kamar ini mati dan di ganti lampu tidur...
Aku sudah menegang, dan kini.. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku sudah sangat mengeras... Juniorku juga sudah cepat ingin memasuki lubang kehangatan.
Aku menggesekkan juniorku pada miliknya. Aku bisa meraskan lubang sempit ini... Oh tidak.. Dia masih perawan di usia seperti ini..
Apakah aku harus melakukannya? Aku tidak tega jika dia harus kehilangan keperawanannya karena aku. Tapi.. Juniorku ini tak bisa di ajak kompromi, apalagi natalia terus mendesak, dan menggeliat meminta aku untuk meneruskan kegiatan ini..
" Ayo doni.. Lakukan saja.. Aku rela " katanya, aku sudah semangat tapi.. Entah kenapa.. Aku merasa menjadi jahat jika aku melakukannya..
Nafsuku hilang begitu saja, aku sudah berdiri dan memakai bajuku lagi.
Ini tidak benar.. Dia sedang mabuk.
Setelah memakai bajuku, kulihat dia sudah tertidur lelap.. Aku tak sadar kalau aku sudah memberikan beberapa lukisan di tubuh natalia. Aku tersenyum dan lalu meninggalkannya.