
Inov sudah berada di lantai 13, dia berjalan sedikit berlari menuju kamar sabrina, ya inov sudah berkali kali menelpon natalia untuk menghubungi sabrina juga, inov semakin panik saat natalia mengatakan kalau sabrina sudah tidak menganggkat telpon lagi.
Sampai di depan kamar sabrina, inov memencet bel kamar sabrina, masih belum ada tanda tanda kalau sabrina disana..
Lalu inov memanggil karyawan dan meminta kunci cadang kamar sabrina,
Awalnya karyawan itu menolak, tapi setelah inov bilang ceweknya dalam bahaya, dan akhirnya di berikanlah kunci serep.
Inov membuka kamar sabrina, dengan cepat inov mencari sosok sabrina, tapi... Kamar itu sudah kosong, tak ada sosok sabrina disana,
Inov membogem tembok kamar sabrina, dia kacau, dia tak bisa menemukan sabrina disana, dia yakin kalau sabrina dalam bahaya.. Tapi dia tidak tau harus pergi kemana,
Inov kembali menelpon natalia.
" hallo nat.. Apa elo bisa hubungi hape sabrina? " tanya inov,
dia sangat khawatir, entah apa yang terjadi pada sabrina sekarang,
" sekarang malah gak aktif... Gue jadi takut.. Semoga gak terjadi apa apa dengannya.. "
Suara natalia sudah sangat panik.
Inov kembali berfikir, kemana dia harus mencari sabrina,
Inov sudah keluar dari kamar hotel sabrina, dia terdiam... Dia yakin sabrina ada disini.. Tapi entah,. Kemana dia jarus mencari.
Dan setelah beberapa menit dia berfikir, kini dia ingat.. Kalau pria penggoda itu menginap tepat di sebelah kamar sabrina.
Dan iyaa... Tanpa sadar inov sudah mendobrak daun pintu kamar hotel di sampingnya.. inov menggertakkan gigi nya.. Dia merasa sangat geram,
Apalagi saat dia melihat seorang pria sudah berada di atas tubuh sabrina.
Dengan cepat inov berlari dan langsung memberi bogem mentah ke wajah pria itu, yaa.. Pria itu adalah bagas, sudah sangat lama dia ingin menodai sabrina, karena sabrina yang selalu jual mahal saat dia menggodanya, bagas selalu saja tidak terima saat sabrina terus saja menolak ajakannya, padahal dia tau tak pernah ada wanita yang bisa menolaknua...
" bajingaan..!!! Anjing lo.. Babi.. "
,bugh..!!! Bugh..!!!
Braaaakkk!!!!
Inov terus menghajar bagas sekuat tenaga, bagas tak bisa berkata apa apa... Dia juga tak habis pikir bagaimana pria di hadapannya ini bisa tau apa yang dia rencanakan.
Bagas sudah tepar.. Tak berdaya.. Darah segar mengalir dari hidungnya, dan bibirnya kini sudah robek.
Inov mengangkat sabrina yang sudah tanpa busana... Inov sudah tak bisa bayangin.. Apa yang sudah terjadi pada sabrina.. Apakah bagas sudah menodainya... Atau apalah...
Inov sudah membawa sabrina pulang ke partemennya, gadis ini masih belum sadar, sepertinya obat yang di berikan sangat berdosis tinggi.
Ini sudah jam 1 malam.. Sabrina masih belum sadar juga... Inov membiarkan sabrina tidur dengan lelap.. Wanita itu masih belum tau apa yang telah terjadi pada dirinya.
****
Sabrina terbangun, kepalanya masih sangat sakit, sabrina mengerjapkkan matamya.. Dia yakin ada sesuatu yang aneh. Ini bukan kamar hotelnya.. Ini adalah apartemennya..
Sabrina semakin kaget saat melihat dia sudah memakai baju yang berbeda dari yang kemaren..
Apa yang terjadi..? Kenapa gue ada di apartemen.. Bukan di hotel..?
Gue inget banget semalem gue masih di hotel..
Sabrina mencoba untuk duduk meskipun kepalanya masih sakit, tiba2 seseorang masuk membuka kedalam kamarnya..
Dia natalia
" udah baikan..? " tanya natalia, sabrina mengangguk meng iyakan, sabrina masih bingung apa sebenarnya yang sudah terjadi,
" lo inget gak kejadian semalem? " tanya natalia, dan tentu saja sabrina menggeleng cepat.
Lalu sabrina menceritakan kejadian semalem, sabrina merasa sangat shock, dia masih tak percaya, sabrina sudah menangis sekarang.. Dia benar benar tak ingat apa yang telah terjadi.. Apakah bagas sudah berhasil menodainya..???
Tapi tunggu dulu.. Bukankah inov yang telah menolongnya..? Lalu dimana inov sekarang..?
" nat.. Inov.. Dimana sekarang..? " tanya sabrina, dia belum bertemu dengan inov setelah sadar tadi.
" inov udah pulang... Gue udah bilang jangan balik dulu.. Tapi dia malah nyuruh gue aja yang jagain elo.. "
Mendengar perkataan natalia, sabrina merasa sangat kecewa..
Mungkin karena inov sudah tak ingin menemuinya lagi..
*Tapi..
Bukankah dia sudah datang untuk menolongku..?
Harusnya aku minta maaf dan juga berterima kasih padanya...
Dia masih saja peduli padaku..
Padahal aku yang sudah menyakitinya*.