We Just Broke Up

We Just Broke Up
Enam



Hari ini, Sabrina sudah siap pergi keluar kota bersama 3 teman satu teamnya, mereka ikut mobil Bagas, bagas dengan suka rela membawa teamnya ke sebuah hotel, setelah sampai di hotel, sabrina langsung merebahkan tubuhnya, dia baru sadar kalau ternyata kamarnya bersebelahan dengan bagas, sabrina bisa merasakan hawa mencurigakan dari bagas ini,


Anita teman satu team nya berada di lantai 12 sedangkan dirinya berada di lantai 13, bagas memang sengaja melakukan semua ini.


Setelah mandi, sabrina siap siap untuk makan malam, sampai di lobi sabrina melihat anita dan iwan sudah menunggunya,


dan kini bagas juga sudah menyusulnya.


" haai.. Yuk kita makan bareng" kata bagas, sabrina sudah merasa risih dengan sikap bagas.


Sedangkan inov... Pria ini masih di kantornya, dia masih melototin layar komputernya, harusnya dia sudah pulang, karena pekerjaannya yang masih menumpuk, dia harus tetap tinggal di kantor.


" woy.. Yuk pulang.. " suara bastian kakaknya, mengalihkan perhatiannya.


" jam berapa ini..? " tanyanya.


" ini sudah waktunya jam makan malam... Ayo kita pulang.. " kata bastian.


" lagi dikit kak.. "


Inov masih mengetik lagi, dan kini bastian duduk menunggu adiknya ini.


" kayaknya tadi.. Elo makan siang di kantor.. Tumben banget gak makan sama sabrina "


Perkataan kakaknya membuat inov diam sejenak, lalu dia tersenyum.


" haha.. Gue udah putus dengan sabrina " kata inov, dan tentu saja kakaknya ini sangat kaget, bastian tau kalau mereka beracaran sejak SMA,


" lo bisa putus juga dengan cewek itu " tanya bastian.


" entahlah.. Sebenernya gue gak yakin kalau udah beneran putus dengan dia.. Ini sangat tiba tiba.. " kata inov


" sudah sampai pada batas bosan " kata bastian, dan itu membuat inov terdiam.. Apa iya sabrina sudah bosan dengannya, dan dia juga sudah tidak ingat kapan mereka bermesraan.. Yang ada mereka hanya makan bersama saat makan siang, tapi.. Pacaran tidak harus selalu bermesraan.


" lo harus kenalan dengan cewek baru di Bar gue... Dia cakep banget.. " saran bastian, dia tau kalau adiknya ini masih memikirkan sabrina.


" tunggu dulu deh kak... Gue masih belum siap "


" itu hanya hiburan... Lagian elo udah putus.. Elo bebas dari sabrina "


Ucapan sang kakak membuat inov berfikir lagi, dan setelah itu dia menganggukkan kepalanya.


Benar saja.. Inov sudah duduk d bar, beberapa gelas alkohol sudah di tegaknya, dia masih belum percaya, kalau sudah putua dengan begitu gampangnya, bahkan dia fikir tak ada masalah apapun.. Tapi ya biarlah.. Mungkin sudah waktunya berakhir.. Lagian damai juga kalau tak ada yang menelpon setiap hari.


" haii bro. " suara doni dan andre mengagtkan lamunan inov, kedua temannya membawa 3 cewek bar yang siap menuangkan minuman.


" jadi elo frustasi beneran nih.. Setelah di putusin sabrina " kata andre, dan di sambut tawa oleh sahabatnya, inov hanya tersenyum getir mendengar perkataan sahabatnya..


Bolehkah dia tidak terima karena sudah di putusin begitu saja..?


Sebenarnya dia masih mencintai sabrina, tapi entah kenapa dia tak bisa menolak saat di putuskan kemaren oleh wanita itu, bagaimanapun... Wanita itu adalah wanita pertama dalam hidupnya.. Dan dia juga melepaskan perjakanya dengan wanita itu. Saat itu mereka berdua sama sama melakukannya pertama kali..


Inov memejamkan matanya, dia kembali mengingat saat pertama kali melakukan seks dengan sabrina..


Flashback On.


" hahaha.. " suara tawa di villa sepi ini membahana..


" kalian sudah mabuk.. Sudah jangan minum lagi.. " kata sabrina, saat melihat sahabatnya sudah tepar semua, natalia sudah tidur di sofa, sedang doni dan andre mereka sudah tak berdaya di lantai..


Sabrina memang tak biasa minum bir, sedang inov.. Dia masih sadar meskipun banyak meminum bir.


" yank.. Tolong angkat natalia ke kamar dong " pintanya, yang di panggil hanya tersenyum, inov malah mendekati sabrina lalu menarik tangan sabrina, membawa sabrina pergi dari ruangan ini, dan kini mereka sudah berdiri di loteng, inov memeluk sabrina dari belakang, mereka saling memberi kehangatan, inov mengecup telinga sabrina yang jelas saja membuat sensasi geli, sabrina berbalik menghadap inov, lalu melingkarkan lengannya di bahu inov. Sabrina tersenyum sangat cantik di depan inov.


" sayang.. Bagaimana kalau kita melakukannya sekarang.. " bisik inov, dan sabrina sudah merona, sesekali inov mengecup bibir kekasihnya ini.


" apa tidak sakit..? Ku dengar ... saat pertama kali akan sangat sakit "


Inov menarik tubuh sabrina agar semakin merapat pada tubuhnya, lalu inov berkata.


" Aku akan melakukannya dengan sangat pelan, dan hati hati.. "


Sabrina sudah merona mendengar ucapan inov, dan setelah itu sabrina mengangguk dan berjalan mengikuti inov yang masih menggenggam tangannya.


Mereka sudah berbaring di kasur, masih sama sama terdiam, mereka sangat gugup,


Lama sekali mereka terdiam, mereka tidak tau apa yang pertama kali harus di lakukan,


Refleks sabrina menutup bagian dadanya.


" yank.. Aku malu.. " kata sabrina sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya.


" cuma aku yang liat sayang.. " kata inov. Sambil melepaskan tangan sabrina yang masih di dadanya.


Jantung keduanya berdetak sangat kencang, ada hawa panas mengalir di tubuh mereka..


Inov mengecup bagian kecil benda bulat di dada sabrina, dan itu membuat sabrina menggeliat merasa geli, semakin sabrina menggeliat semakin membuat inov ingin meraup habis payudara sabrina,


Satu persatu desahan sabrina lolos dari mulutnya. Dan itu membuat inov semakin bernafsu..


Kini mereka berdua sudah tak tertutup kain sehelai pun.. Inov sudah mulai memainkan juniornya di inti sabrina..


Inov mendorong sedikit.. Sangat lembut dan sangat pelan, itu membuat sabrina menggigit bibir bawahnya.


Inov kembali mendorong juniornya, tapi tiba2


" huaaaahhh.., " sabrina melempar bantal ke wajah fokus inov.


" Bugh..!!! "


Inov meringis, dan juga merasa sangat kaget...


wah.. Apa apa an dia.. Kenapa dia melakukan hal ini di saat seru serunya..


Inov menutup mulut sabrina agar tak terdengat ketiga sahabatnya..


" haduh.. Elo kenapa sih yank.. Nanggung " kata inov, dia sangat kesal dengan kelakuan sabrina


" itu sangat sakit " rengek sabrina, ya.. Itu sangat sakit.. Maka dari itu sabrina tidak sadar sudak melempar bantal ke arahnya.


Inov malah tersenyum dan mengecup bibir sabrina,


" kudengar.. Setelah kau merasa sakit, kau akan merasakan sesuatu yang sangat nikmat, tiga kali lipat dari rasa sakitmu " bisik inov,


Dan yaaah.. Itu sudah berhasil membuat sabrina berbinar lagi.


" benarkah? " sabrina sudah mulai tergerak lagi, dan inov sudah mengangguk.


" ayo.. Kita lakukan lagi.. " pinta sabrina, dan kembali memeluk leher inov.


Sakit... Sakit sekali, rasanya seperti sesuatu telah di koyak di bawah sana, perih sekali..


Sabrina sudah menangis tak kuat menahan sakit, inov mengusap air mata sabrina, dan lalu mencium bibir sabrina, untuk sekedar mengurangi rasa perih di bagian bawahnya.


Sedikit demi seikit.. Inov mendorong dan memaju mundurkan tubuhnya.. Dan yaah... Sabrina sudah mulai merasakan sensasi aneh pada tubuhnya, darahnya sudah mendidih, dan dia sudah merasakan berkedut dan geli di bagian bawah sana, sabrina ingin inov memperdalam lagi juniornya agar tepat pada pelepasannya...


Sabina sudah tak sadar, dia terus mendesah menyebut nama inov....


" terus.. Yank. , aaah.., " sabrina sudah merem melek merasakan sensai ini, dan akhirnya setelah inov mempecepat gerakannya, mereka sampai pada puncak kenikmatan.


" aaaaakkkhhh.. "


Erangan keduanya tertahan, karena takut sahabatnya mendengar desahan hasil percintaannya.


Inov kembali mengecup bibir sabrina,


" makasih sayang " bisik inov di telinga sabrina, dan cepat cepat mereka mengenakan baju mereka lagi agar tidak di curigai temannya.


Sabrina kaget melihat beberapa bercak darah pada sprei putih milik doni, keduanya saling berpandagan,


" bagaimana ini..? " sabrina sudah sangat panik, dia tidak ingin sahabatnya mengetahui semua ini, ini sangat memalukan.


Tapi inov hanya tersenyum..


" kita simpan ya yank.. Sebagai bukti cinta kita.. " kata inov,


Inov sudah melipat sprei putih itu dan memasukkannya ke dalam tas ransel miliknya,


" hahaha.. Kenapa gak di buang saja? " tanya sabrina.


" enggak.. Elo yang pertama dalam hidup gue.. Dan sprei ini adalah kenangan kita berdua.. " kata inov, dan kali ini mereka sudah berciuman lagi.


Flashback Off.