
Sabrina membuka pintu rumah menyambut suaminya yang baru saja pulang dari kantor, lalu menyiapkan air hangat untuk suaminya ini, lalu menyiapkan makanan untuknya..
Sabrina berusaha menjadi istri yang baik walau sebenarnya dia sangat ingin meninggalkan pria di hadapannya ini.
Setelah tau kebenaran, sabrina rasanya ingin menghilang dari dunia ini, dia tak ingin melihat bagas ataupun inov...
Entah kenapa ia merasa menjadi wanita yang sangat kotor, bahkan di malam yang sama dia berhubungan seks dengan dua pria sekaligus.
Sabrina mengingat kembali pengakuan inov tadi...
*******
" Apakah kau hamil? " tanya inov penuh harap dia sangat ingin wanita itu menjawab kalau dia sudah melahirkan seorang anak.
Inov tak sabar ingin mendengar karena sabrina masih saja terdiam saat dirinya bertanya.
" Sabrina... Maafkan aku.. Setelah kejadian pemerkosaan itu... Aku... Aku.. Juga melakukan hal sama padamu.. " akunya, dan satu tamparan mendarat di pipi inov.
Dia tak menyangka reaksi gadis itu di kuar dugaannya.
Sabrina menampar pipinya setelah dia dengan penuh penyesalan mengakui semua yang terjadi masalalu.
" Sabrina... Semua itu aku lakukan karena aku takut kehilangan kamu, aku takut aku tak bisa hiduo bersamamu sabrina... Aku tau pria itu memakai ** saat melakukannya, dan aku melakukannya juga karena aku berharap kau hamil anakku sabrina " jelas inov, namun sabrina memilih untuk pergi meninggalkan inov di apartemen doni.
Lalu apa bedanya inov dan bagas..? Mereka sama.. Mereka sama sama bajingan yang sudah menghancurkan hidupnya, mereka sama sama brengsek...
Bahkan dengan alasan cinta pun.. Tak membuat semua ini berubah... Kini dia harus menikah denga orang yang sangat dia benci, lalu bisakah mereka merubah keterpurukan hidupnya di masa sulit..?
Bahkan sabrina mencoba membunuh dirinya sendiri karena merasa tak tahan dengan hidupnya yang sangat hancur..
Dan kali ini...
Bagas merasa aneh dengan sifat sabrina yang tiba tiba menjadi tak banyak bicara.
" ada apa? Apa sudah terjadi sesuatu..? " tanya bagas, namun sabrina tak menggubris.
Kali ini mood nya memang sedang tidak baik, satu hal yang ingin sabrina lakukan...
Pergi dari kehidupan mereka semua.
Sabrina sudah merebahkan tubuhnya, kepalanya terasa sangat sakit mungkin karena dia banyak mengeluarkan air mata tadi.
Tiba tiba bagas masuk tanpa ijin darinya, sabrina tidur di kamar berbeda setelah melahirkan baby eros.
" apa kau sudah lupa megetuk pintu sebelum masuk? " tanya sabrina dengan sinis, sedangkan bagas memang sudah kesal sejak tadi saat makan siang bersama sabrina.
" apa belum puas kau mengacuhkan aku seperti ini..? " tanya bagas,
Sabrina menjadi bingung dengan sikap bagas kali ini.
" kenapa..? Kau pura pura bingung sekarang? Saat makan siang kau mengacuhkan aku, dan sekarang kau mendiamkan aku tanpa alasan, ayo katakan.. Apa sebenarnya yang terjadi? " tanya bagas bertubi tubi.
Sabrina ingat saat makan siang dia memang tak fokus karena bagas membawanya ke restoran yang penuh kenangan dengan inov dan sekarang... Dia pertemukan kembali dengan inov dengan kenyataan yang lebih mengejutkan lagi, bahkan... Saat ini dia memikirkan nasib bagas selanjutnya... Bayi eros bukan anak kandungnya... Bagaimana dia akan menjelaskannya pada bagas?
" tidak... Tidak terjadi apapun." jawab sabrina, kini dia semakin di buat bingung dengan hidupnya kini.
" sabrina.. Berhenti mengacuhkan aku "
Ucap bagas tiba tiba, dan itu membuat sabrina merasa kasihan pada pria ini.