We Just Broke Up

We Just Broke Up
31



Sabrina terus memegangi perutnya yang sudah mulas, bagas dengan cepat membawa sabrina kerumah sakit, dan tentu saja bagas adalah pria yang sangat pengertian, dia menelpon sahabatnya untuk datang kerumah sakit, bagas tau kalau sabrina akan sangat senang saat melihat sahabatnya juga disana.


Natalia sudah berdiri di samping sabrina tapi dokter meminta agar suami yang mendampinginya, dengan perasaan kecewa natalia keluar dari ruangan bersalin, natalia merasa semakin tidak tenang mendengar suara keluh sakit yang sabrina derita, doni sudah memeluk tubuh natalia yang sangat khawatir dengan sahabatnya ini.


Dan setelah beberapa saat, terdengar suara tangisan bayi, dan itu membuat semua yang menunggu berdiri dengan wajah yang bahagia, semoga bayi dan sabrina baik baik saja.


Bagas keluar dari ruangan mengikuti suster yang membawa bayi namun tiba tiba semua pandangannya menjadi gelap, bagas sudah jatuh pingsan karena terlalu lelah dan takut darah.


Antara ingin tertawa dan kasian, andre dan doni membawa bagas ke ruangan untuk di periksa, sungguh situasi yang sangat aneh.


Sabrina sudah membuka matanya, orang pertama yang dilihat adalah natalia, dia sangat senang karena sahabatnya menunggunya disini.


" elo sudah baikan? " tanya natalia, dan sabrina sudah mengangguk.


" bayiku, apakah dia tampan.? Atau cantik? "Tanya sabrina dan ituu membuat sahabatnya tertawa


" dia sangat tampan, apakah elo tak ingin bertanya ayah sang bayi? " tanya natalia membuat sabrina mengerutkan dahinya.


Memang apa yang sudah terjadi pada pria angkuh itu.


" kenapa memang? " tanya sabrina heran.


" hahaha.. Ternyata dia tidak tahan melihat elo kesakitan, dan akhirnya dia pingsan tadi "


Dan kali ini sabrina sudah tertawa, ternyata pria sepertinya sedikit lemah juga.


" kapan bayi gue di bawa kesini? Gue udah penasaran banget.. ". Tanya sabrina.


" sebentar lagi, bagas kesini "


Dan ya.. Bagas sudah membuka pintu dengan seorang bayi di pelukannnya.


" ini bayi kita.. " katanya sambil meletakkan bayi itu di sebelah sabrina,


Sabrina tersenyum melihat bayi itu sangat tampan, hidungnya yang sangat mancung dan ada dua lesung di pipinya dan entah kenapa dia menjadi ingat kepada inov yang juga memiliki lesung di kedua pipinya.


Ekspresi kaget sabrina di sadari oleh natalia, sabrina tak tau apakah yang di pikirkan natalia sama dengan apa yang ada di pikirannya.


Tapi sepertinya tidak mungkin, haruskah dia berani berfikir kalau bayi ini adalah milik inov? Sedangkan inov meninggalkannya setelah kejadian pemerkosaan yang bagas lakukan, bahkan sabrina belum sempat mengucapkan terima kasih padanya meskipun bagas sudah berhasil menidurinya.


Sabrina masih sibuk dengan pikirannya, dia terus memandangi bayi tampan ini, dan entah kenapa otaknya semakin di penuhi dengan inov dan inov..


Apa yang sudah dia lakukan sekarang, dia sudah salah saat berani memikirkan pria itu lagi, dia sudah menikah dan inov juga sudah menikah, dan itu salah jika dia masih berani memikirkan hal aneh tentang inov.


Ini sudah tak berguna lagi, kau bahkan tak akan pernah tau kalau inov sudah bahagia dengan wanita lain sekarang.


" bagas... Elo bisa istirahat sekarang, biar aku dan sabrina menjaga bayi ini " kata natalia,


Bagas tak menggubris perkataan natalia, dia malah sibuk menyentuh pipi bayi di samping sabrina.


" seharusnya kau yang pergi dari sini, dia adalah anakku " kata bagas dengan sinisnya,


Aah... Dia bahkan salah mengartikan perhatian dari seorang natalia.