
Pov. Author
Natalia membuka matanya, dia merasa heran.. Kenapa bisa dia ada disini? Dan kenapa dia juga sangat berantakan..? Dia melihat jam di dinding, dan ternyata ini sudah jam 12 siang. Dia langsung bangun meskipun kepalanya masih sangat sakit.
Dia mencoba mengingat kejadian semalam, dan sedikit sedikit dia mengingat bagaimana dia dengan pasrahnya memberikan tubuhnya kepada doni, dengan cepat dia memeriksa bagian tubuhnya yang paling penting, dan lalu
Dia merasa lega karena tidak lecet sedikitpun, natalia sangat fokus melihat bagiannya itu, tanpa dia sadar, seorang pria sudah lama berdiri memperhatikannya.
" Tenang saja.. Semalem gue masih bisa menahan hasrat gue "
Suara itu mengagetkan natalia, dan dengan cepat dia menutup kembali rok yang dia periksa sejak tadi.
" tunggu.. Sejak kapan elo disana..? " tanya natalia gusar, dia sangat malu sekarang, sedangkan doni masih saja tersenyum menggoda natalia.
" kyaaa.....!!! Elo mesum..!! "
Natalia melempar doni dengan beberapa bantal di hadapannya, natalia meraih semua barang dihadapannya lalu melemparkannya ke doni,
" hahaha.. Wooy.. Stop stop.. " doni menghindari lemparan natalia, natalia mulai terdiam setelah tak bisa melempar apapun lagi. " semalem.. Elo sendiri yang berinisiatif " kata doni, natalia sudah diam tanpa kata. Dia juga sudah menunduk karena malu.
Doni mendekati natalia dan lalu duduk di sampingnya,
" mandi dulu.. Nanti gue anter elo pulang " kata doni, dan lalu bangkit.
Tapi natalia menahan tangan doni, membuat doni berhenti melangkah.
" maafin gue yang semalem... Gue gak tau apa aja yang sudah lakuin, dan gue minta maaf kalau ada kata kata yang bikin elo gak nyaman, dan tolong jangan anggap serius apa yang sudah gue katakan semalem " kata natalia, dan wanita ini sudah menunduk,
dia tidak mau akan terjadi salah paham, walaupun sebenarnya dia sangat ingin doni salah paham,
kenapa tidak..? . Dia bahkan sudah gila karena memikirkan doni yang sudah bertunangan semalam, bagaimanapun doni sudah menjadi milik orang lain.
Doni sudah terdiam, dia sudah membalikkan tubuhnya lagi menghadap natalia, lalu dia sudah menyentuh pipi mulus natalia.
" bagaimana kalau gue sudah salah paham..? " tanya doni,
dan kini natalia sudah membulatkan matanya, dia kaget dengan perkataan doni. Apakah dia benar2 sudah salah paham.
Natalia jadi kikuk dan salah tingkah, dia tak tau harus berkata apa lagi sekarang. Bagaimana pun.. Doni tak boleh tau apa yang selama ini dia rasakan.
Natalia mencoba mengalihkan pembicaraan, dia berpura pura tertawa seakan semua ini sangat lucu.
" hahaa.. Elo kayak yang gak tau gue aja, gue kalo mabuk emang kayak gitu, jadi gak usah ambil serius oke..? Lagian elo sudah tunangan,, jangan pernah anggap serius apapun itu tentang semalam.. " katanya,
sebenarnya dia sangat sedih saat mengatakannya, dia sudah ingin menangis
sebenarnya.
" kalo gue lagi khilaf semalem.. Mungkin elo akan kehilangan hal paling berharga dalam hidup elo semalem.. "
Perkataan doni membuat natalia sulit menelan ludahnya, sepertinya dia sudah tercekat.
" hehe untunglah.. Elo masih kuat iman.. "
Dan kini natalia sudah berdiri, dia takut doni akan membahas lebih banyak lagi, apalagi saat dia mengatakan kalau dia mencintai pria ini.
" elo bisa keluar sebentar.. Gue mau mandi dulu.. " pinta natalia, dan lalu dia sudah masuk kedalam kamar mandi,
Dan kini.. Dia melihat tubuhnya di kaca.. Banyak sekali bekas kissmark yang doni berikan, dia tersenyum lalu hatinya berkata.
Batinnya..
Dan lalu membiarkan tubuhnya basah.
Doni sudah menunggu natalia turun, dan kini wanita yang dia tunggu sudah berjalan turun dan mendekatinya,
" kita makan siang dulu " ajak doni, dan natalia nurut saja, hahaha harusnya sarapan yang kesiangan, semua ini karena dia mabuk.makanya dia harus bangun di jam makan siang.
" makasih bajunya.. " kata natalia yang sudah menyantap makanannya dan doni hanya mengangguk, entah kenapa jadi sangat canggung.
Tiba tiba.. Hape natalia berdering.. Dilihatnya nama si penelfon, dan ternyata itu sabrina.. Sahabatnya.
" hai.. Na.. . " sapa natalia pada wanita di sebrang sana
" apa elo sadar..? Elo dimana sekarang.? " tanya sabrina di sebrang sana, dan itu membuat natalia menahan tawanya.
" gue tau.. "
" ayo cepet pulang.. Gak baik elo tinggal dirumah orang yang sudah bertunangan " kata wanita di sebarang sana. Dan kini natalia terdiam, natalia melirik kearah doni.. Dan doni meminta natalia memberikan hapenya.
Lalu natalia memberikan hapenya pada doni.
" semalem elo langsung pulang atau masih mampir ke hotel..? " tanya doni, doni sangat tau cara pacaran sabrina dan inov, dan tentu saja itu skak matt untuk sabrina sekarang.. . Yaa walaupun sebenarnya semalam sabrina langsung pulang dan tidak mampir ke hotel seperti yang doni katakan, tapi sekarang keadaanya.. Mereka sudah putus beberapa menit lalu...
" kenapa diem..? Waah. Parah.. Elo pasti indehoy semalem " goda doni, dan itu membuat natalia tertawa,
Tapi mereka terdiam saat tak mendengar apapun dari sebrang sana..
" hallo.. Sabrina.. Apa elo masih disana? "Tanya doni,
Terdengar hembusan nafas sangat kasar disana...
" kita sudah putus... " kata sabrina di sebrang sana.. Dan itu membuat natalia tersedak saat menelan makanannya..
" uuhuk uhuk.. "
"whaat..??? Tunggu tunggu.. Kenapa..? Kenapa elo putus.. Sama inov. "
Natalia sudah mengambil alih hapenya, sepertinya tidak mungkin bagi mereka berdua putus, karena sabrina dan inov adalah pasangan yang paling lama berpacaran, itu seperti sangat mustahil baginya.
Sabrina masih terdiam, dan kini natalia mengerti... Sabrina tak ingin membahasnya.
" oke.. Nanti gue ke apartemen elo.. Jangan kemana mana " kata natalia, tapi sabrina menggeleng.. Walaupun dia tau kalau natalia tak akan bisa melihatnya...
" besok pagi.. Gue ada proyek di luar kota.. Kita ketemu 3hari lagi aja... Gue masih sibuk.. " kata sabrina.
Dan kini natalia mengangguk mengerti.
" ya udah. Jaga diri elo baik baik... Tapi nanti malem gue tetep ke apartemen elo " tambah natalia, yang di jawab anggukan dari sebrang sana, lalu mereka memutuskan telfon.
" apa mereka beneran putus..? " tanya doni, mereka masih tidak percaya kalau sabrina dan inov putus.. Sangat di sayangkan.. Karena selama ini mereka sangat baik baik saja....
Bahkan semalam mereka terlihat sangat bahagia..
Entah apa yang membuat mereka bertekat untuk putus setelah berpacaran 6tahun lebih.