We Just Broke Up

We Just Broke Up
53



Bagas membanting sendok yang sejak tadi memang hanya ia pegangi,tentu saja laura yang sejak tadi menyuapinya,karena memang dia ingin membuat sabrina cemburu padanya.


"kau sudah tak ingin makan?"tanya laura sambil duduk di sebelah bagas yang terlihat kesal.


"apakah kau sudah menerima aku sekarang?kenapa kau diam saja saat aku menyuapimu?hahaha aku tau,kau sengaja membiarkan aku menyuapimu agar wanita itu cemburu kan?," goda laura dengan senang,tentu saja ia merasa puas karena bagas tidak menolaknya sama sekali.


Bagas diam saja dan menatap laura dengan kesal.


"kau memang jago akting"ucap bagas dengan rahang yang kini mulai mengeras,saat ini dia sangat kesal pada sabrina.


"akting?kau pikir sejak semalam aku ini hanya berakting?"tanya laura tak terima,bahkan semalam dia rela berhubungan **** dengan bagas,dan semua itu bagas bilang hanya sebuah akting? mana.mungkin **** di jadikan sebuah candaan belaka.


"bagas,kau tau... semalam kita sudah tidur bersama, bahkan kau sudah memberiku semua tanda ini,kau bilang semua ini hanya akting?" tanya laura sambil memperlihatkan semua bekas kissmark hasil percintaan mereka semalam.


Bagas terdiam,lalu ia tersenyum dengan tenangnyaa.


"kau tau semalam aku sangat mabuk,aku bisa saja membuat kesalahan laura,maafkan aku.. kita hanya sahabat tidak lebih"kata bagas.


Laura terdiam,ada sesuatu yang nyeri di bagian dadanya.Jadi kali ini dirinya sendiri yang salah paham,bahkan ia dengan senangnya memamerkan betapa murahannya dirinya di hadapan istri bagas.


"bagas,kau pikir hubungan semalam hanya sebuah sandiwara saja?lalu..semua yang aku lakukan sejak tadi hanyalah....."


Laura tak bisa berkata lagi,bahkan kini matanya sudah di penuhi dengan genangan air,dan sepertinya air itu sudah siap tumpah.


"kau yang memulai akting ini,jadi berhentilah berkata yang tidak jelas,aku lelah laura.. dan aku harus ke kantor sekarang"


Bagas sudah beranjak dari kursinya,lalu berjalan meninggalkan laura yang sudah tak kuat menahan bendungan air matanya.


kau jahat bagas,kau jahat...


bagaimana bisa sebuah hubungan seintim itu,kau bilang hanya sebuah akting saja.


apakah aku terilihat se murahan itu?


aku hampir saja salah paham saat kau menerima saja aku menyuapimu..


kau sungguh jahat bagas.


Laura berhasil menangis sekarang,betapa malunya ia bersikap seperti seorang wanita murahan di hadapan istri bagas,bahkan ternyata kali ini dirinyalah yang di permalukan.


********


Inov memilih bekas apartemen sabrina menjadi tempat tinggalnya.


Bayangan semasa masih bersama terus saja terputar di kepalanya.


Tak sengaja matanya tertuju pada sebuah sofa di ruang tv,dan sebuah layar lebar terputar di otaknya..


*flashback.


"kita nonton apa sekarang? aku bosan nonton film kesukaanmu terus"rengek sabrina sambil memeluk bantal sofa putih disana.


"baiklah,sepertinya kita harus menonton film romantis"jawab inov dengan berat,kali ini ia tak bisa melanjutkan menonton film superhero kesukaannya.


"hehehe... thankyou sayang...giliran aku dong sekarang,"sabrina sudah nyengir kuda dari saking senangnya.


"yang ini bagus kan?"tanya inov sambil menunjukkan sebuah film romantis perancis.


Sabrina pun melotot,tentu saja ia kaget karena ia sudah pernah menontot film itu,dan kau harus tau,film itu isinya hampir semua adegan porno.


"enggak ah jorok.. mending aku lihat hentai aja daripada nonton beginian"tolak sabrina,yang jelas saja membuat hormon inov naik seketika.


Inov bisa dengan mudahnya menebak apa yang ada di pikiran sabrina.


lalu inov berjalan mendekati sabrina,dan langsung mengecup dahi sabrina dengan pelan.


"kalau kamu tersipu malu seperti itu,membuat aku ingin memakanmu sekarang juga."bisik inov di telinga sabrina.Tentu saja,membuat tubuh sabrina menegang dengan sendirinya.


Inov menyatukan dahinya dengan dahi sabrina,hembusan hangat nafas inov semakin memburu.


"sepertinya,kita harus melakukan hal yang lebih menggairahkan dari pada menonton"bisik inov lagi,yang tanpa babibu sudah meraup habis bibir mungil sabrina,sabrina mendorong tubuh inov,menolak ciuman kasar inov yang tiba tiba,


"iih,kamu tuh yah,gak bisa disindir dikit pasti langsung naik hormonnya"tolak sabrina dengan kesal,sabrina sudah berdiri hendak meninggalkan inov disana. Namun,seorang inov tak bisa membiarkannya begitu saja,ia pun menarik tangan sabrina hingga ia terduduk dengan keras di sofa,tatapan marah sabrina semakin membuatnya ingin memakan gadis ini,inov pun berbisik dengan gemas di telinga sabrina.


"sekali lagi, aku ingatkan..jangan bangunkan singa yang lapar.."bisik inov di telinga sabrina,dan selanjutnya...


Sabrina dengan pasrah menerima setiap perlakuan inov padanya.


Ia memang tak akan pernah bisa menolak permintaan sang pacar*.