We Just Broke Up

We Just Broke Up
Dua belas



Pov sabrina


Kepalaku rasanya sakit sekali, tanganku juga rasanya kenyut kenyut..


Aah.. Ternyata aku masih hidup, aku pikir aku sudah berhasil membunuh diriku sendiri.


Apa gunanya aku hidup sekarang..?


Aku sudah tidak berguna lagi, aku sangat menjijikkan, semua orang akan melihatku dengan sebelah mata,


Aku sedang hamil...


Yaa.. Aku hamil karena pria brengsek itu, awalnya aku pikir aku akan hidup bahagia selamanya bersama inov,


Tapi ternyata.. Hidupku sudah berahir sejak aku memutuskan hubunganku dengan inov,


Sebenarnya aku tidak sengaja mengatakan kalau aku ingin putus, tapi entah kenapa semuanya jadi seperti ini.


Entah... Apa yang akan terjadi dengan kehidupanku nantinya, aku sudah ingin mati saja.. Tapi kenapa Tuhan masih saja memberiku kesempatan untuk hidup.


sekarang, apalagi yang harus aku lakukan..?


Apakah aku harus membiarkan anak ini tetap hidup nyaman di dalam rahimku.?


Hahaha... Sekarang saja aku sudah sangat ingin membunuh benih sialan ini, kenapa harus hadir di dalam perutku...?


Ini bukan anak inov, tapi ini anak pria bajingan itu..


Aku tau sejak awal dia sudah sangat ingin mengangguku, dia memang mengincarku...


Kenapa aku menurut saja saat dia memberi kamar hotel mewah itu...


Aku sudah bodoh.. Kenapa aku harus percaya pria seperti dia..


Kenapa tidak kulaporkan saja dia ke polisi..


Tapi aku tau... Dia jauh lebih hebat dariku, dia memiliki kekuatan di kepolisian nanti.


Hidup benar benar tidak pernah adil kan..?


aku harus membunuh anak ini..


Tapi...


Sepertinya aku menjadi sama saja dengan pria *** ituu...


Mataku rasanya sangat panas, ahh.. Mungkin karena ber jam jam tadi aku menangis, entah apa yang aku tangisi..


Keadaan seperti ini seharusnya tak perlu di tangisi kan..?


Sudah kodrat wanita menjadi ibu.. Hahaha menjadi ibu dari anak pria brengsek.


Aku merasa jijik dengan tubuh ini..


Kenapa aku harus menjadi korban pemerkosaan.


Lelaki biadab seperti bagas harus mati kan..?


Hoho.. Bagaimana kalau aku membunuh bagas..? Aku harus berpura pura minta pertanggung jawabannya.. Lalu menikah.. Dan.. Bunuh saja dia saat lengah..


Aah bodohnya aku..


Tentu saja dia akan menolakku..


ya.. Jelas dia akan menolakku.. Dia tidak akan pernah mengakui anak ini..


Lalu apa yang harus aku lakukan..? Bunuh diri lagi..?


Natalia.. Sahabatku ini... Aku sangat berhutang budi padanya.. Kenapa dia harus se peduli ini padaku..


Sepertinya dia sangat lelah, sekarang dia tidur di sofa,


Harusnya aku bersyukur karena masih ada mereka kan..


Aku mendengar suara dari luar sana, itu suara doni dan juga andre.. Ternyata mereka juga disini.


Doni bertanya jam,


" jam 11.. Coba lo hubungi inov lagi.. "


Saran andre,


Jadi mereka mencoba menghubungi inov, hanya untuk aku kan..?


Kalian tak perlu menghubungi mereka, aku sangat malu sekarang. Aku sudah hamil..


" halo bang.. Kenapa hape inov gak bisa di hubungi bang... Hahh..?? Apa..?? Inov sudah menikah..??? .. Bagaimana bisa bang.. Sabrina sekarang sedang sakit bang.. .. "


........


" kenapa abang gak ngasih kabar sebelumnya.. "


".......... "


" tapi sabrina bang.. "


"....... "


" aaaah sial... Abang inov matiin telponya.. "


Kau dengar itu..? Hei.. Kalian dengar..?!!


Haha.. Lengkaplah sudah penderitaanku sekarang...


Inov sudah menikah..


Ya.. Inov ku..


Sudah menikah dengan wanita lain..


Semua ini karena kebodohanku kan..?


Aku bisa gila sekarang..


Apa ini..? Aku sudah menangis lagi.. Kenapa masih ada stok air mata..? Kenapa tidak kering saja...


Aku sangat lelah untuk menangis.. Aku tidak punya tenaga..


Inov... Inov... Inov..


Kau benar benar pergi sekarang..


Bodohnya aku......


Betapa bodohnya aku ini...


Aku harus mati.. Aku harus mati sekarang juga..


" hei.. Sabrina..!! "


Doni menghentikan tanganku yang menarik paksa infus..


Dan aku juga sudah melukai tanganku yang masih di perban.


" plis.. Kali ini biarkan aku mati saja.. "


" kenapa ini.. Huaah... Sabrina lo kenapa,. "


Natalia, dia terbangun karena keributan ini..


Maafkan aku sahabatku..


Aku benar benar harus mati sekarang juga...


Dan kini pandangan mataku sudah gelap..


Aku tidak tau.. Apakah aku sudah pingsan.. Atau benar benar mati.