We Just Broke Up

We Just Broke Up
Empat



Kejadian semalam membuat aku shock.. Yaa. Bagaimana tidak.. Aku memilih meninggalkan mereka berdua saat mereka sudah berciuman, aku tau ini salah.. Aku malah memberi peluang kepada mereka berdua, aku ini yang sudah gila.. Aku malah kasihan melihat natalia seperti itu.. Tapi Andre juga... Aaaahh... Bagaimana pun. Pria dan wanita tidak boleh bersahabat, ujung ujungnya mereka akan jatuh cinta.


Untung saja dulu aku langsung berpacaran saja, dan tak perlu ber embel embel persahabatan,


Jam makan siang...


Harusnya aku menelpon inov, apakah dia ada waktu untuk makan siang, seperi kemaren sepertinya dia juga sedang sibuk, tapi aku tetap mencoba menelponnya.


" hallo sayang " sapanya


" apa elo sibuk? " tanyaku


" haha.. Tidak sayang.. Ayo kita makan siang " katanya. Dan aku tersenyum. Dia selalu ada untukku.


Mungkin dia selalu mencoba untuk terus bersama walaupun waktu bersama sudah berkurang.. Kami selalu sibuk masing masing saat bekerja, dan bahkan perasaan kami sudah terkesan sangat biasa saja, sepertinya aku hanya merasa nyaman saja saat bersama inov.. Mungkin karena sudah terlalu lama bersama, dan kami juga sudah hampir tidak pernah melakukan seks lagi.. Padahal dulu saat pertama kali kita melakukannya...


Sepertinya setiap bertemu kita selalu memesan hotel untuk tidur bersama, dan sekarang.. Debaran debaran itu sudah hampir tak pernah mendatangi aku.. Aku takut.. Aku takut kalau aku sudah merasa bosan padanya. Dia pria yang sangat baik.. Meskipun awalnya dia pria yang sangat jutek.


Kadang untuk menjauh dari rasa bosan, aku selalu mengenang masa masa.. Dimana aku dan inov sangat bahagia.. Saat Masih SMA..


Flashback ON.


Dia terus saja mengangguku, dan sekarang aku sudah berada di perpustakaan sekolah, betapa bencinya aku yang harus tidak sampai meraih buku sejarah Pahlawan, hanya sedikit lagi.. Aku akan sampai.. Tapi tetap saja aku ini agak pendek..


Aku bisa mendengar ada suara cekikikan. Dan aku tau pasti... Dia udah melihatku sejak tadi.. Harusnya kau menawarkan pertolongan padaku.. Bukan menertawakanku.


" apa itu lucu.? " kataku sinis.


Dan dia berjalan mendekatiku,


" wanita memang sangat pendek " katanya, dan itu sudah membuatku sangat kesal, dan dia sudah mengambil buku sejarah itu, dan kau tau..? Aku masih berdiri di rak buku, dan dia tidak memintaku untuk pindah lebih dulu..


Tubuhnya sudah menekan tubuhku, aku sudah terjepit oleh tubuh jangkungnya, indra penciumanku sudah menghirup wangi tubuhnya, dan itu membuat jantungku berdetak sangat kencang, dan aku sudah merasa sesak di dadaku.


Aku yang sejak tadi menunduk, kini mulai menengadah dan mencoba melihatnya..


Dan saat itu juga.. Hidung kami bertemu, aku tidak tau kalau dia sedang menunduk, harum nafasnya merasuki hidungku.. Dia sangat wangi.. Jantungku sudah tak beraturan. Dan tanpa sadar.. Aku memejamkan mataku.. Entah kenapa aku berharap dia menciumku sekarang, dan yah.. Bibir hangatnya sudah sudah menyentuh bibirku, awalnya aku diam saja, tapi entah kenapa aku mulai membuka mulutku sedikit hingga dia bisa melumat bibirku ini..


Kau tau.. Ini ciuman pertamaku, dan aku melakukannya dengan musuhku.


Dan aku tau.. Saat ini wajahku sudah sangat panas, karena rasanya darah dalam tubuhku ini sudah mendidih.


Dan tiba tiba..


" Brukkk..!!! "


Buku sejarah yang dia ambil tadi jatuh tepat di kepala kita berdua. Dan itu sudah bisa menghentikan kegiatan tadi.


Aku sudah salah tingkah dan mengambil buku paket itu dengan cepat, lalu aku meninggalkannya begitu saja.


Flashback off.


-------


Kami sudah makan.. Seperti biasa.. Inov paling tidak suka udang.. Dia selalu melainkan udang itu dari makanannya dan memberikannya padaku.


" haha.. Aku selalu dapat makanan enak " kataku


" ooh iya.. Dan elo selalu memesan makanan ini " katanya.


Aku tau itu.. Aku selalu memesan makan lebih dulu.. Tanpa bertanya dia ingin makan apa, tapi dia tak pernah menolak.


" maaf.. Mungkin karena sudah terbiasa.. Jadi aku selalu memesan lebih dulu " kataku.


" haha. Gak papa kok... Mungkin nanti kau akan merindukan semua ini " katanya.


Dan aku berhenti dari kegiatan makanku.


" kenapa elo bicara seperti itu.? " tanyaku, aku agak tersinggung dengan kata akan merindukan semua ini... Entah kenapa aku merasa sepertinya akan ada perpisahan setelah ini.


" hahaha.. Aku hanya asal bicara " katanya dan melanjutkan makannya.


Aku masih agak kesal, aku takut... Dia juga sudah merasa bosan dengan hubungan ini.


" apa.. Kamu sudah merasa bosan? " tanyaku, dan inov sudah menghentikan makannya.


" aku gak pernah bosan denganmu, kita sudah sangat lama pacaran.. Mana mungkin aku bosan " katanya. Ini seperti tidak masuk akal... Kita sudah terlalu lama pacaran... Dan rasa bosan itu sudah pasti, aku juga merasa hubungan kita sudah agak boring, kami hanya bertemu saat makan siang saja.. Tak ada yang lainnya.


" sepertinya.. Kita sudah sampai pada titik bosan " kataku, dan entah kenapa mulutku sudah bicara begini.


" enggak.. Itu gak bener sabrina " tolaknya,


" bagaimana kalau kita putus saja "


Ya Tuhan.. Entahlah.. Kenapa aku malah mengatakan hal bodoh ini... Tapi jujur saja.. Aku juga sudah jengah dengan hubungan ini.


" hei. Tunggu. Kenapa kita harus putuus? Kita masih baik baik saja " inov merasa tak terima, sepertinya dia agak tak suka saat aku meminta putus darinya.


" atau jangan jangan... Kamu sudah menyukai orang lain.. " tebaknya, dan aku langsung menggeleng.. Karena aku memang tak pernah menyukai orang lain selain dirinya.


" Aku bersumpah.. Aku tak pernah menyukai pria lain selain dirimu " jawabku " dan tapi.. Sepertinya kita harus putus dulu.. Aku takut aku bosan.. Lebih baik kita berpisah dulu.. " kataku.. Lagi.. Aku sudah bodoh.. Aku memang sedikit tidak rela.. Tapi aku harus putus. Biar aku tau.. Apakah aku masih mencintainya atau tidak.. Aku tidak tau kenapa aku jadi merasa ragu dengan perasaanku


Dan inov.. Kali ini dia sudah berdiri..


" ini permintaanmu.... Oke kita putus.. Dan jangan pernah menyesal karena sudah meminta semua ini terjadi " katanya. Dan dia sudah meninggalkan aku sendiri disini... Dia juga tidak menghabiskan makanannya.


Apakah aku sudah putus dengan inov? Apakah sudah berakhir begitu saja hubungan yang sudah hampir 7tahun ini..?