We Just Broke Up

We Just Broke Up
33



Waktu berlalu sangat cepat, bayi eros sudah berusia 3 bulan dan dia merespon sangat cepat dengan semua yang aku katakan, Erosku sudah bisa tersenyum saat melihat seseorang.. Aku sangat senang,..


Dan ini adalah hari pertama aku akan kembali ke kafeku, dan aku sudah boleh bekerja lagi sekarang.. Aku tak mungkin meminta uang dari bagas kan? Kau taulah dia tak pernah benar benar berarti dalam hidupku, aku berharap aku bisa mengakhiri hubungan ini secepatnya dan aku juga akan melakukan apa saja yang dia inginkan asalkan aku bisa berpisah dengannya.


Bagas memang sudah berubah 180 derajat, aku kadang semakin bingung dengan sikapnya dan hal yang paling aku takutkan adalah kalau dia sudah mencintaiku, ooh tidak itu tak boleh terjadi, semua itu hanya akan membuatku risih.


Akhir akhir ini aku selalu menunjukkan sifatku yang seperti biasanya, aku kembali kepada aku yang sinis, dan sifatku ini akan membantuku untuk menjauh dari nya agar cepat berpisah dengannya.


" kau benar benar akan ke kafe? " tanyanya, dan aku menagngguk sambil menghabiskan sarapanku.


" Sabrina.. Tak bisakah kau menjadi ibu saja dan tak perlu bekerja lagi? Aku ini seorang pengusaha, semua orang akan mengira kalau aku pelit terhadap istriku sendiri " katanya.. Ya seperti biasa dia sangat sombong.


" aku akan tetap bekerja, kau simpan saja uangmu untuk wanita yang suka menempel denganmu " jawabku tentu saja lebih sinis. Dan lihatlah wajahnya yang sekarang, yang aku tau dia akan sangat marah dengan apa yang aku katakan, tapi kali ini dia sangat berbeda.


" sabrina.. Kau selalu berfikir kalau aku ini masih suka bermain wanita " katanya sepertinya dia akan mengaku kalau dia sudah berubah kan? Hahaha bagaimana bisa seorang maniac sepertimu berubah secepat itu? Kau akan tetap seperti dirimu yang suka meniduri semua wanita yang kau mau, ya.. Kau akan melakukan segala cara agar bisa meniduri semua wanita itu.


Aku sudah tertawa dengan perkataannya, ya.. Aku merasa ini sangat lucu unruk seorang bagas kan..?


" tidak.. Itu sangat lucu, apa yang sudah terjadi dengan otakmu? Hahaha aku bahkan tak yakin terbentur pintu membuatmu menjadi seperti ini " Kataku dan itu sudah membuatnya kesal, tapi kali ini dia tak marah seperti biasanya, kali ini dia hanya berkata


" terserah kau saja.. "


Dan itu mampu membuat aku berhenti makan, apa yang terjadi padanya? Apakah otaknya sedang bermasalah? Tak biasanya dia seperti ini.. Dia bukan tipe orang yang mengalah begitu saja, aku tak yakin dia baik baik saja.


" Bagas.. Apa kepalamu tidak sakit.? " tanyaku, dan kali ini bagas tersenyum mungkin ada yang lucu dari pertanyaanku ini.


" aku tidak apa apa.. Cepatlah Bersiap, aku akan mengantarmu ke kafe " katanya dan masih dengan senyum.. Hei.. Dia tersenyum sangat manis, bukankah ini sangat langka? /seorang bagas menjadi sangat lembut sekarang.. entah apa yang merasuki dirinya sekarang.


Aku membawa Eros ke kafe, karena aku tau orang tua kedua mereka sangat menunggu hari pertama eros ikut kerja, dan benar saja saat aku turun dari mobil, mereka semua sudah menungguku, Natalia langsung berlari dan mendorong Stroller kearahku,


" Hai.. Ganteng... Ayo kita bermain " kata natalia dan langsung mencuil pipi eros, dia sangat senang saat melihat eros masih saja tertidur saat pipinya di toel toel.


Dan aku tak sadar kalau seorang pria yang masih di dalam mobil merasa terabaikan.