
Seharian aku menghabiskan waktu bersama inov, aku pun sudah mulai memaafkan kesalahan inov, aku yakin ini adalah jawaban dari semua yang aku rasakan, bahkan sampai saat ini aku masih merasa seperti saat aku masih berpacaran dengannya, kadang aku merasa canggung saat tak sengaja bertatapan dengannya.. Aah.. Aku rindu saat hatiku berdebar seperti ini, aku merindukanmu inov.
Sore ini aku sudah bersiap pulang kerumah, dan aku juga harus menyiapkan diri untuk bercerai dengan bagas, aku benar benar tak bisa mencintainya... Sangat sulit untukku. Dari awal aku memang tak pernah mencintainya..
Inov mengantarku pulang, aku kaget saat dia tiba tiba mengecup dahiku.
" sabrina... Cepat kembali padaku.. Aku masih mencintaimu" kata inov, ucapannya membuat hatiku berdesir... Aku kembali luluh padanya... Aku juga masih sangat mencintaimu inov... Sangat..
Aku mengangguk dan memberikan senyuman termanisku untuknya, lalu inov mendekatkan wajahnya padaku dan kami pun kembali berciuman untuk pertama kalinya..
Aku sangat merindukan ciuman ini inov, aku sangat merindukan kelembutanmu... Aku sangat merindukan semua perlakuan manismu...
Ciuman ini semakin panas membuatku tak sadarkan diri kalau aku sudah berada di depan rumah inov, tapi aku benar benar sudah tak peduli kalau bagas melihat semua ini, sepertinya aku sudah candu oleh ciuman ini.
Inov melepaskan ciumannya setelah mendengar suara tangisan eros,
Ya Tuhan.. Aku bahkan sudah melupakan anakku saat sedang bermesraan dengan inov.
" lebih baik kamu masuk, aku takut bagas akan melihat kita " kata inov, aku pun mengangguk dan keluar dari mobil inov, dan aku masuk kedalam setelah melihat mobil inov sudah pergi.
Beruntungnya aku bagas belum pulang dari kantor, sebenarnya aku sedikit takut kalau bagas mengetahui semuanya, bagas adalah pria kejam yang pernah ku kenal, aku takut dia melakukan segala hal untuk membalaskan semua dendamnya padaku. Apa yang akan terjadi kalau dia tau segalanya? Bisa saja dia membunuhku atau membunuh inov.. Tidak.. Itu tidak boleh terjadi..
Aku menggelengkan kepalaku saat memikirkan semua ini, aku bahkan tak berani berfikir untuk berpisah.. Tapi aku sangat ingin berpisah...
Aku ingin hidup bahagia bersama inov, itu saja... Dan aku tak ingin hidup dalam siksaan batin seperti ini,
Bagas memang sudah sedikit berubah, tapi aku yakin sifat psikopatnya masih ada.
Setelah mandi aku berjalan menuju lemari pakaianku, dan aku masih memakai handuk yang hanya menutupi sebagian tubuhku, aku harus cepat cepat karena takut eros menangis,
Tapi suara pintu kamar di buka membuatku kaget, kulihat bagas sudah tersenyum mendekatiku.
Aku meremas handukku karena merasa takut dengan ekspresi wajah bagas ini. Entah kenapa aku takut sekali saat bagas menatapku seperti itu.
Tiba tiba bagas sudah menciumi leherku dan itu sudah membuat tubuhku menegang.
Ya Tuhan... Bagaimana ini, aku masih memakai handuk.. Dan segala kemungkinan akan terjadi saat orang ini sedang mabuk. Aku sudah memberontak saat bagas sudah menciumi setiap inci dari leherku, tak perlu waktu lama bagas sudah menarik handukku, dan kini aku sudah telanjang bulat.
" bagas... Hentikan..!! " teriakku, namun tubuh pria ini sangat kuat dia bahkan sudah mengunci kedua pergelangan tanganku hanya dengan satu genggaman saja.
Bagas sudah menggendongku keatas ranjang, dia masih mengunci kedua tanganku, kini bagas sudah menciumi setiap inci tubuhku, tanpa sadar aku sudah mendesah karena sentuhannya..
" Aaaaahh... "
Dan sepertinya... Aku sedang merindukan sebuah sentuhan...
Setan apa yang merasuki diriku ini, aku sudah mulai menerima perlakuan lembut bagas...
Bagas melumat habis bibirku, aku pun sudah membalasnya, satu persatu pakaian bagas sudah lepas...
Desahanku semakin keras saat bagas menciumi inti dari tubuhku, rasanya aku sudah melayang entah kemana, lumatan lumatan itu membuat tubuhku semakin panas dan menggeliat merasakan kenikmatan..
" Aaaahh... Bagas... Ssshhhhh "
desahan itu lolos keluar dari mulutku, ini sangat nikmat..
Lalu aku semakin kejang saat aku merasakan sesuatu sudah keluar dari milikku...
" Aaaakkkhhhhh.. "
Tubuhku sudah lemas setelah pelepasan pertamaku, bagas kembali melumat bibirku dengan lembut, lalu aku merasakan sesuatu sudah memasuki liang kewanitaanku,,
Aku pun kembali merasakan kenikmatan yang sudah lama tak pernah aku rasakan...
Aku sudah masuk kedalam ruang kenikmatan yang tak bisa aku jelaskan.