
Entah kenapa setelah melihat sabrina beberapa hari yang lalu, pikiran bagas menjadi sangat tidak tenang, otaknya selalu saja di penuhi dengan sosok sabrina itu,
Dia masih tidak percaya kalau sabrina benar benar hamil, dia selalu memakai ** saar berhubungan seks, karena dia selalu berhati hati saat melakukan segala hal, dirinya juga tak pernah seceroboh itu.
Entah kenapa sabrina menjadi satu satunya wanita yang bernasib sangat mujur,
Yaa.. Tentu saja dia sangat mujur karena hamil benihnya.
Siapa yang tak ingin menjadi bagian dari hidup seorang bagas, dia sangat ganteng dan juga kaya raya, semua wanita berlomba lomba untuk memasuki pelukannya, bahkan sangat banyak wanita yang suka rela memberikan tubuhnya.
Begitulah pesona pria tampan... Bagaimana pun.. Menjadi pria tampan adalah sebuah anugerah.. Dan tentu saja sangat bebas melakukan apapun.. Apalagi saat dia hidup dengan kelebihan hartanya...
Dunia bahkan akan berlutut padanya.
Berhari hari berlalu, kini bagas sudah datang kembali ke kafe itu, dimana dia melihat sabrina bersama laki laki.
Saat memasuki kafe itu.. Bagas langsung melihat wajah sabrina yang berdiri di kasir, sabrina asik berbincang bersama para karyawan disana.. Kali ini bagas sudah tahu kalau kafe ini adalah milik sabrina.
Bagas berjalan mendekati sabrina yang tidak sadar dengan kehadiran bagas.
" hai.. Lama tak bertemu sabrina.. " Sapa bagas.
Dan kini, sabrina yang untuk pertama kalinya bertemu dengan pria ini menjadi sangat shock, tubuhnya bergetar hebat.. Rasanya tenaganya sudah menghilang, sabrina sudah mundur beberapa langkah, bagas sangat heran melihat ekspresi wajah dari wanita ini, kenapa sabrina menjadi sangat takut padanya,
Bagas mulai sadar, mungkin sabrina masih merasa sangat benci padanya, yaa tentu saja.. Dia sudah merusak kehidupan wanita ini.
" gue mau bicara sebentar aja... " bagas mencoba menenangkan sabrina, dan kini bagas menjadi perhatian semua karyawan disanaa.
" hei tuan.. Apa yang anda lakukan. Kenapa boss kami menjadi begini.. " Salah satu karyawan mendekati sabrina, kini sabrina sudah terduduk lemas. Tubuhnya sangat bergetar.. Entah kenapa dia menjadi sangat takut kepada pria ini.. Mungkinkah ini sebuah trauma.?
" tolong... Usir ... dia .. dari tempat ini..!!! " ucap sabrina dengan suara yang terputus putus...
Dengan cepat para karyawan pria menarik paksa bagas..
" hei... Apa yang kalian lakukan.. Kalian tidak tau siapa aku.. Jangan sembarangan mengusirku.!!! " bagas berontak, namun tidak di gubris oleh para karyawan.
Alexa yang mendengar keributan langsung keluar dari ruang kitchen.
" ada apa ini.. Kenapa boss menjadi seperti ini.. Ayo cepat telpon dokter.. "
Lalu mereka membawa sabrina kedalam ruangannya..
Sabrina sudah berbaring, tubuhnya masih lemas namun sudah tidak gemetar lagi.
Kenapa bagas tiba tiba datang lagi..? Dan kenapa gue ngerasa takut banget saat ngeliat bagas tadi..
Dia orang jahat.. Tentu saja gue sangat takut.
Apa yang akan dia lakukan sekarang...
Kenapa gue punya firasat buruk lagi sekarang,
Bagas sangat berbahaya...
Dia bisa saja sewaktu waktu akan merusak hidupku lagi.
Kini sabrina sudah menangis lagi, untung saja kejadian tadi tidak ber efek sama sekali dalam kandungannya.
Kini sabrina sudah menikmati masa kehamilannya. Apalagi saat pertama kali bayi di dalam perutnya mulai bergerak.
Sekarang sabrina sudah merasa sangat takut untuk kehilangan bagian dari hidupnya ini.
*****
Natalia sangat marah mendengar kalau bagas tiba tiba datang menemui sabrina
" Na. Elo gak usah dateng ke kafe lagi, sekarang bagas udah tau elo dimana... Gue takut dia malah ingin berbuat aneh aneh sama elo.. " ucap natalia, tentu saja wanita ini sangat khawatir.. Karena selama ini dia yang sangat peduli padanya.. Dan juga dialah yang sangat menantikan kehadiran bayi mungil di kehidupan mereka nanti.
" emang apa lagi yang akan si brengsek ini lakukan? Belum cukup dia merusak hidup sabrina.. Untuk apa dia datang lagi sekarang.. "
Kali ini andre sudah sangat marah, " andai pas dia dateng tadi.. Pas gue disana.. Beh.. Udah gue hajar beneran tu orang.. " tambah andre lagi.
Doni masih terdiam, kali ini otaknya malah berfikir kalau bagas akan bersikap baik, tidak mungkin dia datang begitu saja tanpa alasan tertentu, atau jangan jangan... Bagas malah ingin menikahi sabrina sekarang, dan dia ingin bertanggung jawab. Itu bisa saja terjadi kan..? penyesalan selalu datang terlambat.
" gimana kalau bagas... Ingin menikahi sabrina..? "
Perkataan bagas membuat semua mata di sampingnya menatap dengan tatapan tak suka.
" hei.. Jangan ngeliatin gue kayak gitu, itu cuman felling gue aja.. "
Doni menjadi tidak nyaman di tatap seperti itu oleh sahabatnya.
" meskipun dia mau nangis2 minta nikahin si sabrina... Gue gak akan setuju.. "
Ucap natalia dengan cepat, dia sangat benci bagas.. Karena dia sudah pernah bertemu langsung dengan pria itu..
Bagas orang yang tak punya perasaan sama sekali.