
Sampai saat ini kami berlima masih bersahabat hingga kami memiliki pekerjaan masing masing dan kami tetap akrab meskipun persahabatan kami sudah delapan tahun lamanya dan sepertinya mereka adalah keluargaku yang sebenarnya.
Hari ini,seperti biasa aku dan inov bertemu di setiap jam makan siang.Aku sudah duduk di meja sebuah restoran bersama inov,kami sudah hampir menghabiskan makanan.
"sayaang..Jangan lupa besok adalah pesta pertunangan doni.."kataku sambil mengunyah makanan,kulihat inov mengangguk.
"kamu yakin gak sibuk..?"tanyaku,inov menjawab dengan menggelengkan kepalanya lagi,dia masih fokus dengan makanannya.
"Tumben banget sih yank lahap gitu makannya?"tanyaku yang sudah ngeri meliat cara makan inov.
Aku dan inov sudah sangat dekat,dari saking dekatnya kita tidak pernah malu bersikap konyol saat bersama,itu terjadi karena kami sudah hampir delapan tahun berpacaran.
"hehe gara gara full meeting dari pagi,aku jadi lupa sarapan"jawabnya sambil menyuruput jus jeruk.Sepertinya dia sudah sangat frustasi dengan pekerjaannya
"kalo sayang sibuk banget,gak usah paksain makan bareng aku dong" kataku sambil menatapnya dengan genit,tentu saja itu membuat inov terdiam dan menatapku dengan senyuman khasnya.
"kamu yakin kita gak usah makan siang bareng lagi?"tanyanya,
Dan itu sudah mampu membuat aku kaget.
"aku gak bilang berhenti loh yank,kalo kamu ngerasa capek dan sibuk gak usah makan bareng dulu,aku gak maksa kamu loh yank"jelasku lagi
"emang kamu gak marah kalau aku tolak ajakan makan siang yang sudah sering kita lakuin?"tanyanya
"enggak,aku gak marah"
"kamu yakin?"
"yakinlah! sayang apaan sih ah"jawabku kesal
"aku gak biasa tolak ajakan kamu"katanya
"ya kamu harus tolak dong kalau mau tolak,aku juga mungkin maksain kamu"
"ya udah,berarti aku boleh tolak ajakan kamu"katanya sambil meminum jusnya lagi.makanan kami sudah habis.
"hari ini gue yang bayar yaa.."pintaku,dan inov sudah mengangguk setuju.
Kadang aku malu sendiri kalau dia terus yang bayar makan siangku,mungkin setelah menikah nanti aku akan bebas menghabiskan duit dia.
Sampai di kantor,aku langsung duduk di mejaku dan mulai meneliti lagi berkas berkas yang akan aku bawa tiga hari lagi,beberapa kali ku pijat kepalaku yang sudah mulai pening lelah rasanya hanya terus melihat tulisan di kertas dan juga komputer, lalu tiba tiba Dia Bagas,atasan yang selalu mengganggu aku dan juga tidak pernah berhenti menggodaku,dia menghampiriku dan meletakkan sebuah kopi di meja kerjaku.
Aku langsung menutup kertas kertas yang aku baca dan memilih untuk menatapnya dengan tak suka.
"hei hei..Berterima kasih lah padaku..aku sudah baik hati memberimu kopi.."katanya dengan kedipan genitnya.
"ooh Yah..terima kasih,Dan anda bisa pergi serang"usirku lalu mulai mengalihkan pandanganku ke tumpukan kertas di hadapanku lagi.
"kita ngobrol sebentar..Ini tidak terlalu sibuk"katanya seperti biasa.
Yaa..Aku tau,pria ini adalah putra tunggal pemilik perusahaan ini, oleh karena itu dia selalu bersikap semaunya padaku,dan parahnya lagi dia memilih untuk menjadi ketua tim proyek yang aku jalani saat ini,proyek ini adalah penentuan kenaikan jabatanku selanjutnya,jika aku gagal,aku tidak akan bisa melunasi cicilan apartemenku tahun ini juga,dan pria yang selalu menggangguku ini selalu merusak konsentrasiku.Aku akui bagas sangat pintar dan berkharisma,tapi dia tetaplah pria suka menggoda dan mengerikan.
"Sabrina,aku sudah memesan hotel untuk team kita,jaga kesehatanmu untuk tiga kedepan"katanya sambil mengedipkan matanya ke arahku,itu sangat menjijikkan.
Hanya ada empat orang yang akan pergi keluar kota dan aku sudah merasa terancam setelah mendengar perkataan bagas baru saja.
drrttt..drrrtt..drrtt
Hapeku bergetar Itu sebuah chat dari aplikasi di hapeku,kulihat Itu chat dari natalia.
Natalia.
Bebeb.. Jangan lupa, besok acara pertunangan Doni
Aku tersenyum, tentu saja kami berlima sangat menanti pertunangan Doni,karena sudah sangat lama kami tak berkumpul.
Tentu saja aku pasti dateng,
Balasku, lalu kami melanjutkan beberapa percakapan candaan bersama natalia.