
Natalia menangis setiap hari, sudah 3hari sabrina menghilang, kali ini natalia bertekad akan melaporkan hilangnya sabrina kepada polisi.
" gue harus laporin ke polisi ini sudah tiga hari... "
Natalia menangis lagi.
Doni memeluk tubuh natalia, mencoba menenangkan wanita ini.
Sedangkan andre masih mondar mandir..
Entah kenapa dia sangat mencurigai bagas yang telah menculik sabrina, lalu siapa lagi yang akan dia curigai..?
" gue harus temui pria *** itu..!! "
Kata andre dengan penuh emosi, siapa yang tak tau andre... Dia memang selalu menggunakan otot dalam setiap hal, tapi doni langsung mencegahnya.
" jangan men.. Kita lapor polisi dulu.. Ayo kita ke kantor polisi " kata doni.
Setelah beberapa perdebatan, akhirnya andre setuju melapaorkan hilangnya sabrina.
Tapi tiba tiba, seorang laki laki dengan pakainan rapi datang mencari natalia.
" apakah ada nona natalia..? " tanya pria itu.
Dengan cepat natalia berlari menuju pria itu, dia yakin.. Kalau pria ini membawa kabar tentang sabrina.
Dan benar saja..
Pria ini membawa sebuah undangan pernikahan, dan tertera nama bagas dan tentu saja nama sabrina juga disana..
Andre langsung merebut surat undangan itu, dan tanpa babibu andre memberi bogem berkali kali kepada pria di hapannya itu, yang tak lain adalah sekertaris bagas.
" bajingan..!! Mana pria brengsek itu haa..??!! "
Andre sudah sangat emosi sekarang, tapi doni terus saja mencoba mencegahnya.
" lo harus tenang ndre... Jangan biarkan pria itu yang malah ngelaporin elo ke polisi.. "
Perkataan doni mampu menghentikan emosi andre, andre menghentikan pukulannya pada sekertaris bagas.
Dengan cepat sekertaris bagas pergi dari cafe ini.
" 4 hari lagi.. Sabrina akan menikah.. " kata natalia.
" bagas pria licik.. Bisa saja dia akan menyiksa sabrina.!! " kata andre, dia masih emosi.
" tapi bisa saja tidak.. Entah kenapa gue ngerasa bagas akan berubah... Gak mungkin dia tiba tiba ingin menikahi sabrina kalau bukan karena... Dia sudah menyesali semuanya.. "
Doni selalu bicara masuk akal.
Tapi.. Natalia masih sangat ragu dengan bagas, dia masih sangat ingat dengan apa yang sudah bagas katakan saat itu.
Tapi.. Bisa saja bagas memang benar benar sudah berubah.
" sudahlah.. Biarkan saja sabrina menikah dengan bagas... Bagas lebih berhak daripafa kita.. " kata doni lagi.
Tapi andre masih tidak terima dengan perlakuan bagas pada sabrina sebelumnya..
Rasanya tak nyaman kalau dia belum memukul bagas.
--------------
***Hari pernikahan sabrina.
Natalia berlari saat melihat sabrina berada di ruang ganti, dan sudah memakai gaun pengantin, sabrina sangat cantik. Meskipun perutnya sudah sangat buncit.
Natalia langsung memeluk sabrina, dia sangat merindukan sahabatnya ini,
" apa bagas memperlakukan elo dengan baik..? " tanya natalia.
Matanya sudah mengeluarkan beberapa butir air.
" gue gak mau nikah sama dia.. " kata sabrina, dan memeluk tubuh sahabatnya ini, rasanya sabrina ingin kabur dari sini,
Tapi bagas menyuruh penjaga terus mengawasinya, bahkan dalam ruangan ini sudah ada 3 bodygard berdiri dengan tegap, bagaimanapun.. Sabrina tak akan pernah bisa pergi dari sini.
" lo harus kuat na.. Bagaimana pun. Bagas juga berhak dengan bayi ini.. " kata natalia.
Dan itu sudah membuat sabrina menangis lagi..
Mau tak mau.. Sabrina harus menerima bagas kan..?
Setidaknya dia bertanggung jawab sekarang, walaupun sudah terlambat.
Acara akad sudah selesai, dan sekarang.. Sabrina sudah sah menjadi istri bagas, tapi tiba tiba..
Andre datang dan langsung membogem wajah bagas..
Sontak saja semua orang sudah menjerit, bagas bisa menahan bogeman andre yang kedua kalinya..
Dan bagas juga bisa dengan mudab melawan andre, dan kali ini andre sudah jatuh tersungkur setelah mendapatkan bogem di perutnya.
" bawa pria ini pergi dari sini, kali ini gue maafin.. Karena dia adalah teman istriku.. " kata bagas dengan angkuhnya.
Dan lalu menarik keras tangan sabrina, sabrina sangat ingin menemui 3 sahabatnya itu, tapi bagas sangat kejam.
Dia sudah membawa sabrina pergi dari gedung pernikhan.