
Pov Doni.
Wanita ini, kuat sekali minum, aku saja yang seorang laki laki tak suka banyak minum,
Kadang aku sering menikmati sikap konyol dan juga wajah cantiknya, dia sangat cantik meskipun saat mabuk,
Dia berjoget sembarangan menikmati musik di bar ini, dia tak peduli dengan orang orang yang sudah merasa lucu dengan gaya tariannya..
Dia benar benar gadis apa adanya, dia tak peduli dengan penampilannya, dia tetap cantik.
" Ayo doni.. Kita joget aja sampai pagi.. "
Katanya, dan menarik tanganku.
Ini sudah jam 1 malam, natalia sudah oleng sekarang, aku juga membopongnya.. Membawanya keluar dari bar ini.
Kami sudah berada di dalam mobil, natalia sudah tertidur..
Syukurlah.. Setidaknya dia tak seperti saat di hari pertunanganku.
Aku sudah sampai di apartemen natalia, tentu aku sudah tau pasword apartemennya, badannya bau alkohol.. Aku harus membuka jaketnya, biarkan dia tidur dengan tenang sekarang.
Wanita ini, bagaimana bisa dia sangat bodoh, aku sudah sangat lama ingin mengatakan kalau aku mencintainya, tapi dia tak pernah menyadari semua itu,
Apakah wanita menjadi tidak peka saat bersahabat..?
Ini semua salah.. Kenapa aku harus bersahabat dengannya, harusnya saat pertama kali bertemu aku sudah menembaknya saja, tanpa harus ada kata cinta yang terlambat.
Natalia.. Aku mencintaimu..
Tanpa sadar aku sudah mencium bibirnya, aku tak tahan melihat bibir mungil gadis ini.
Dan entah kenapa.. Aku mulai merasakan sensasi aneh..
Tapi aku takut... Ini tak baik kalau aku terus mengikuti nafsuku.. Aku harus pergi sebelum aku hilang akal...
Gaun yang dia pakai sangat seksi, payudaranya juga sudah hampir keluar saat dalam pasisi terlentang begini, aku takut aku akan tergoda, meskipun sebenarnya naluri laki lakiku sudah menegang sejak tadi.
Aku beranjak dari kasur itu, dan aku lebih memilih tidur di sofa.
Ini sudah hampir jam 3 subuh, aku akan menginap disini saja malam ini.
Aku sudah tertidur..
Tubuhku sangat berat, seperti ada sesuatu yang menindihku,
" Doni.. Jangan menikah.. "
Tunggu..
Natalia sudah tak memakai baju satu pun.. Dia sangat polos..
Ya Tuhan.. Apa yang sudah dia lakukan..
" nat.. Sadar.. "
Aku sudah menggoyangkan tubuhnya, ini amat sangat canggung, aku memang sering melihat wanita yang dengan suka rela memperlihatkan tubuhnya padaku, tapi ini sangat aneh kalau natalia yang telanjang di hadapanku.
Aku menutupi tubuhnya dengan selimut, dan membawanya kembali ke kasurnya,
Dan mulutnya sudah ngoceh kesana kemari, kadang aku sering salah paham dengan apa yang dia katakan,
Dia sering mengatakan aku mencintaimu.. Tapi aku tak tau..
Apakah itu untukku atau untuk pria lain..
Tapi aku sudah salah paham.
" Doni.. "
Dia menyebut namaku lagi, entah kenapa dia selalu menyebut namaku, mungkin dia sadar kalau aku sedang bersamanya.
Jujur saja.. Imanku tak sekuat itu.. Aku sudah dengan susah payah menahan hasrat ini, aku sudah berkali kali menutupi tubuh polosnya..
Tapi entah kenapa dia terus saja bergerak dan merasa gerah.
Tak bisakah kau diam dan tak bergerak..?
" aku bisa meledak sekarang.. "
Aku selalu berfikir kalau dia sedang menggodaku, sepertinya dia sangat ingin kusetuh.
Setan ini terus membisiki aku..
Dan entah kenapa tanganku sudah menyentuh paha mulusnya,
Natalia menggeliat,
Dan itu sudah membuat juniorku semakin tegang...
Sial..
Dia sudah menguji imanku